Gunung Lewotobi Laki-Laki Terus Erupsi Disertai Gemuruh Keras
MAUMERE,dewadet.com-Erupsi disertai dentuman keras dari Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi NTT berlangsung sepanjang hari Senin siang hingga malam,19 Mei 2025.
Saat ini, salah satu dari enam gunung api di Pulau Flores telah dinaikkan statusnya menjadi Level IV atas Awas.
Pada Senin pukul 22.17 Wita, terjadi erupsi yang membentuk kolom abu teramati setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu ini teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi sekitar 52 detik.
Baca Juga:Dentuman Keras Gunung Lewotobi Laki-Laki Semburkan Abu Setinggi 5.500 Meter
Sedangkan pada pukul 21,52 Wita terjadi erupsi yang membentuk kolom abu teramati setinggi sekitar 4.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.584 mter di atas permukaan laut.
Kolom abu ini teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sekitar 3 menit.
Sebelumnya pada pukul 21.49 Wita, Gunung Lewotobi Laki-Laki juga erupsi membentuk tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 2 menit 27 detik.
Baca Juga:Gunung Lewotobi Laki-Laki Muntahkan Kolom Abu 3.500 Meter
Semakin tingginya aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementrian ESDM merekomendasikan tujuh hal penting.
Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, pengunjung atau wisatawan dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan sektoral barat- uyara- timur laut sejauh 7 km dari pusat erupsi.
Kedua, masyarakat diimbau agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Ketiga, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Keempat, masyarakat yang terdampak hujan memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Kelima, Pemda senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, atau PVMBG di Bandung.
Keenam PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki. Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau PVMBG pada nomor telepon 022-7272606. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





