Lima Hari Lagi Tanggap Darurat Berakhir, Pengungsi Dipulangkan

Kasatgas Pos Komando Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, ST., M.Eng, dan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sikka, Petrus Poling. (dok.pemda sikka).

MAUMERE, dewadet.com-Masa tanggap darurat Gempa Flores di Kabupaten Sikka dijadwalkan berakhir,  Jumat, 28 Agustus 2026 pasca gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 20026 pukul 05.58 Wita..

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana melalui Pos Komando Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka akan mengeluarkan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pemulangan Pengungsi, Minggu,23 Agustus 2026.

Pemulangan dilakukan secara bertahap, tertib, terdata dan mengutamakan keselamatan, terutama bagi warga yang rumahnya masuk kategori rusak ringan (RR) dan tidak rusak (TR).

Kasatgas Pos Komando Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, ST., M.Eng, menegaskan pemulangan pengungsi tidak dilakukan secara serampangan.

Baca juga:Trauma Gempa 1992 Membekas di Warga Nangahale, Terima Kasih Kunjungan Bunda Literasi NTT dan Kabupaten Sikka

“Data menjadi dasar, proses verifikasi menjadi kunci, dan keselamatan tetap menjadi prioritas. Pemulangan tidak dilakukan serampangan,” tegas  Femy Bapa, sapaannya di Pos Komando Penanganan Bencana Gempa Bumi Tektonik, Jalan Mawar, Maumere hari Minggu.

Berdasarkan pemutakhiran data secara ‘by name by address’ (BNBA), pengungsi yang rumahnya masuk kategori rusak ringan (RR) dapat mengikuti mekanisme pemulangan.

Sedangkan  pengungsi dengan kategori rumah tidak rusak (TR), statusnya terlebih dahulu akan ditentukan melalui proses pemutakhiran dan verifikasi di lapangan.

Femmy menegaskan, SOP pemulangan tersebut bukan bentuk pemaksaan kepada masyarakat untuk meninggalkan lokasi pengungsian.

Baca juga:Korban Gempa di Hokor dan Watudenak Minta Bupati Sikka Penuhi Air Bersih dan Obat-Obatan

Sebaliknya, kata Femy Bapa pemerintah menyiapkan mekanisme agar warga yang rumahnya dinyatakan layak untuk ditempati kembali dapat pulang dengan aman, tertib dan tetap terdata.

“Pemulangan ini atas permintaan atau kesediaan masyarakat sendiri. Pemerintah menyiapkan mekanismenya agar proses tersebut berjalan dengan baik dan tetap mengutamakan keselamatan,” kata Femmy.

Tahapan Pemulangan

Dalam SOP tersebut, lanjut Femy Bapa, warga yang telah siap kembali ke rumah terlebih dahulu menyampaikan permintaan atau kesediaan pemulangan kepada koordinator pos pengungsian. Selanjutnya, petugas melakukan verifikasi berdasarkan data BNBA.

Baca juga:Paus Leo XIV Turut Berduka untuk Korban Gempa Flores

“Apabila status rumah sesuai dengan kategori rusak ringan (RR) atau tidak rusak (TR) dan telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk kembali, warga dapat melanjutkan proses administrasi. Warga mengisi formulir dan surat  pernyataan Pemulangan,” jelasnya.

Setelah seluruh proses administrasi selesai, sambungnya, warga dapat mengemas barang-barang pribadi dan mempersiapkan kepulangan.

Pemerintah juga menyiapkan paket sembako sesuai kebutuhan yang ditempatkan di lokasi pengungsian serta dukungan personel untuk membantu proses pemulangan.

Setelah seluruh tahapan dipenuhi, warga dapat kembali ke rumah masing-masing secara mandiri.

Baca juga:Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka Pulih Pasca Gempa

Tidak Ditinggalkan Pemerintah

Femy menegaskan, kepulangan warga ke rumahnya bukan berarti pemerintah menghentikan perhatian dan pendampingan terhadap mereka.

Setiap proses pemulangan dicatat dalam berita acara. Data tersebut selanjutnya diserahkan kepada Posko Tanggap Darurat Bencana BPBD Kabupaten Sikka sebagai bagian dari pemutakhiran data penanganan bencana.

“Warga yang kembali ke rumah tetap menjadi bagian dari masyarakat terdampak yang mendapatkan perhatian pemerintah. Karena itu, seluruh proses pemulangan harus tercatat dengan baik,” katanya.

Baca juga:Kritis Dua Korban Gempa di Palue, Jalan Tertimbun Longsor

Pemerintah juga akan melaksanakan konferensi pers dan sosialisasi untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi resmi mengenai mekanisme dan tahapan pemulangan.

Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar atau simpang siur di tengah masyarakat. *

Kasatgas Pos Komando Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, ST., M.Eng, dan Kepala Pelaksana BPBD Sikka, Petrus Poling. (dok.pemda sikka).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan