Hari Lahir Pancasila Sempat Dilarang Diperingati di Masa Pemerintahan Orde Baru
Dewadet.com- Hari Lahir Pancasila 2025 tanggal 1 Juuni 2025 bertepatan dengan hari Minggu. Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni merujuk pada pidato Soekarno tentang usulan dasar negara dalam sidang pertama BPUPKI tahun 1945.
Kala itu, Soekarno menamai ide dasar negara sebagai Pancasila. Panca berarti lima, sedangkan sila merupakan asas.
Ide Soekarno tentang dasar negara dijelaskan dalam lima poin, yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang berkebudayaan.
Gagasan Soekarno ini diterima anggota rapat, yang kemudian menggodoknya kembali dalam beberapa kesempatan, seperti Panitia Sembilan dan rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945, sebelum akhirnya menjadi seperti sekarang.
Baca Juga: Tanggal 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Simak Sejarahnya
Meski momen 1 Juni 1945 dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila, rezim Orde Baru sempat melarang peringatan tersebut.
Bagaimana sejarah peringatan Hari Lahir Pancasila di masa Orde Baru?
Setelah tragedi G30S tahun 1965, Soeharto mengambil alih posisi sebagai kepala negara dan pemerintahan Republik Indonesia. Untuk memperingati keberhasilan menggagalkan peristiwa yang dianggap sebagai upaya kudeta, Soeharto menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Melansir dari Kompas.com, Soeharto masih memperingati Hari Lahir Pancasila yang sebelumnya sudah dirayakan sejak 1964 oleh Soekarno. Soeharto memperingati kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1967 dan 1968.
Baca Juga: Pendidikan Ramah Anak di Rumah dan Sekolah (Menyambut Hari Pendidikan Nasional)
Akan tetapi, rezim Orde Baru lantas menghentikan peringatan Hari Lahir Pancasila mulai tahun 1970. Beberapa usaha kemudian muncul untuk mendelegitimasi sosok Soekarno yang sebelumnya dikenal sebagai refrensi utama Pancasila.
Larangan memperingati Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni mulai keluar pada 1970. Larangan itu muncul melalui Komando Operasi Pemulihan dan Ketertiban (Kopkamtib).
Memasuki tahun 1980-an, sebuah artikel kontroversial muncul di Sinar Harapan edisi 3 Agustus 1980. Artikel itu berjudul “Proses Perumusan Pancasila Dasar Negara”.
Penulis artikel itu adalah Nugroho Notosusanto, Kepala Pusat Sejarah Militer ABRI. Nugroho menyatakan bahwa Bung Karno bukan satu-satunya orang yang merumuskan Pancasila.
Baca Juga: Megawati Akui PDI-P Babak Belur di Pemilu 2024
Dengan mendasarkan argumennya pada buku karya Mohammad Yamin, Nugroho berpendapat bahwa Soekarno baru merumuskan idenya tentang dasar negara setelah Mohammad Yamin dan Supomo.
Nugroho Notosusanto menggugat tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. Sebaliknya, ia cenderung berpendapat Hari Lahir Pancasila jatuh pada tanggal 18 Agustus 1945.
Sejarah Perumusan Pancasila
Sebelumnya, MPR bahkan telah memutuskan bahwa rumusan Pancasila yang legal dan otentik di dalam pembukaan UUD 1945 tidak mencakup pemikiran Bung Karno, termasuk tentang internasionalisme.
Baca Juga:“Ria Rago” Film Kawin Paksa di Flores dan Niat Gubernur NTT Bangun Monumen Film di Ndona
Di tahun yang sama dengan pemuatan artikel di Sinar Harapan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan artikel Nugroho menjadi booklet 69 halaman untuk program PMP (Pendidikan Moral Pancasila).
Melihat adanya gejala de-Soekarnoisasi, Institut Soekarno-Hatta mengeluarkan “Deklarasi Pancasila” pada 17 Agustus 1980.
Deklarasi ini menyatakan bahwa Hari Lahir Pancasila tetap tanggal 1 Juni 1945, tanggal saat Soekarno menyampaikan pidatonya tentang dasar negara di sidang pertama BPUPKI.
Hari Lahir Pancasila kembali diperingati
Pada perkembangannya, rezim Orde Baru mencabut larangan peringatan Hari Lahir Pancasila. Namun demikian, tak ada perayaan apapun terkait peringatan Pancasila setiap tanggal 1 Juni.
Tanggal 1 Juni baru ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila pasca 1998. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 dari Presiden Joko Widodo, tanggal 1 Juni 1945 resmi menjadi Hari Lahir Pancasila.
Keppres ini tak hanya menjadi legitimasi untuk memperingati kelahiran Pancasila, melainkan juga dapat dianggap sebagai upaya untuk kembali mengapresiasi pemikiran Soekarno tentang Pancasila.
Mohammad Hatta, dalam otobiografinya, juga turut memberi kesaksian bahwa Soekarno merupakan pengusul dasar negara Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Selain resmi menjadi Hari Lahir Pancasila, tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Dengan demikian, sejak tahun 2017, tanggal 1 Juni merupakan momen untuk memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional. (Kompas.com)
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





