Forum Lio Bersatu Mengecam Penganiayaan Yosef Seda di Pasar Tingkat Kota Maumere

Korban penganiayaan di RSUD dr.TC.Hillres Maumere, Kamis 26 Juni 2025. (dok.polres sikka).

MAUMERE,dewadet.com-Kematian Yosef Seda (26) di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores, Kamis sore 26 Juni 2025 mengundang simpati dari Komunitas Lio Bersatu di Kota Maumere.

Yosef, sehari-hari menafkahi hidupnya sebagai tukang ojek ditendang di kemaluannyan oleh NLM. Penganiayaan itu diduga bermula uang Rp 200 ribu, kemungkinan hutang piutang pelaku dengan korban.

Forum Lio Bersatu,melalui Ketua dan Sekretaris, Yulius Herta, dan  Rudolfus Nggala, Jumat  27 Junui 2025 menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu anak muda asal Lio.

Lima pernyataan sikap komunitas ini, pertama mengecam keras tindakan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang pemuda asal Lio.

Baca juga: Nyawa Tukang Ojek Hanya ‘Seharga’ Rp 200 Ribu

“Tindakan kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun adat,” demikian poin pertama pernyataan sikap.

Kedua, mendesak penegakan hukum yang tegas dan adil. Forum Lio Bersatu meminta Kapolres Sikka dan jajaran aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara transparan, objektif, dan profesional, serta menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Ketiga, menjaga kondusifitas dan mencegah Konflik horizontal. Forum Lio Bersatu mengimbau seluruh masyarakat, baik asal Lio maupun Sabu, untuk tidak terpancing emosi, tidak melakukan aksi balas dendam, dan tetap menjaga kondusifitas serta persaudaraan antar etnis di Kabupaten Sikka.

Keempat, Forum Lio Bersatu akan membentuk tim pendamping hukum untuk mengawal proses hukum hingga tuntas, agar keadilan bagi korban dan keluarga benar-benar ditegakkan.

Baca juga: Polres Sikka Bawa Bantuan bagi Anak Stunting dan Warga Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Dan kelima, mendukung penyelesaian secara adat dan kemanusiaan. Di samping jalur hukum, Forum Lio Bersatu membuka ruang dialog dengan tokoh adat dan masyarakat asal Sabu agar tercipta rekonsiliasi damai, menghindari polarisasi sosial yang berlarut-larut, serta menjunjung nilai-nilai budaya dan persaudaraan di tanah Sikka.

Diberitakan sebelumnya, tragis nasib Yosef Seda (26). Gegara uang uang Rp 200 ribu, dia dianiaya NLM hingga tewas di Pasar Tingkat Kota Maumere, Pulau Flores, Kamis 26 Juni sekitar pukul 15.45 Wita. Pelaku berusaha kabur dari lokasi kejadian akhirnya dibekuk polisi sejam setelah kejadian.

Korban domisili di Lorena, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek. Sedangkan terduga pelaku berdomisili di Km 2 Kota Maumere, Kelurahan Kota Uneng.

Kasubsi Penmas Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Lenardus Tunga, menerangkan dugaan sementara kasus penganiayaan bermula hutang Rp 200 ribu kepada korban.

Baca JugaMantan Kapolres Ngada Dijerat Pasal Berlapis, Kekerasan Seksual Anak, Eksploitasi Anak dan Penyebaran Konten Asusila

“Korban dan terduga pelaku bertengkar masalah utang piutang, kemudian terjadi penganiaayaan terhadap korban,” kata Loenardua,  Kamis 26 Juni 2025.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan