Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki: Belasan Mobil Kaca Pecah,  Pedagang dan Pembeli Pasar Boru Kalang Kabut

Abu menyelimuti pemukiman warga di Boganatar, Kecamatan Talibura,  perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur, Pulau Flores sebagai dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Senin 7 Juli 2025. (kiriman warga).

MAUMERE,dewadet.com-Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupatan Flores Timur, Senin 7 Juli 2025 pukul 11.05 Wita membuat kalang kabut pedagang dan pembeli d Pasar Boru, pusat Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, sekitar 70-an Km arah timur Kota Maumere, Kabupaten Sikka.

Erupsi yang juga melontarkan kerikil dan debu juga memecahkan kaca belasan mobil yang terpakir di Pasar Boru dan sekitarnya.

Sementara warga yang sedang berada di pasar mingguan pada setiap hari Senin, menyelamatkan diri mencari rumah-rumah yang terbuat dari beton agar terhindar dari lontaran kerikil dan debu yanj jatuh mirip hujan.

“Warga saya, Pak Petrus Kideng Kewuta baru saja pulang dari Pasar Boru. Badannya penuh abu, kepalanya ditutup dengan ember bak besar melindungi diri dari kerikil dan abu,” kata Kepala Desa Hokeng Jaya, Beby Namang, dihubungi dewadet.com, Senin siang.

Baca Juga: BREACKING NEWS: Lebih Dahsyat Letusan Gunung Lewotobi Tinggi Kolom Abu 18 Ribu Meter

“Saya sempat bercanda kepada dia (Petrus Kewuta). Kenapa kau tutup kepala dengan ember. Badanya debu semua. Dia bilang orang-orang yang datang ke Pasar Boru ambil saja ember plastik lindungi diri. Pemiliknya juga tidak marah,” Beby Namang menirukan kisah Petrus Kewuta.

Beby Namang, melanjutkan cerita Petrus bahwa batu kerikil dan debu yang jatuh dari langit sangat banyak dan membahayakan keselamatan.

Beby Namang, saat letusan berada di Kantor Desa Hokeng Jaya di Bokang yang dijadikan kantor sementara. Desa Hokeng Jaya berada dalam radius terdekat dengan pusat gunung api.

“Getarannya terasa sekali sampai di Bokang. Saya kira erupsi kali ini lebih kecil dari erupsi lalu, Selasa sore 17 Juni 2025. Ternyata letusan kali ini lebih dahsyat,” kata Beby Namang.

Baca jugaTak Sampai Sejam Pasca Erupsi Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Sikka Diselimuti Mendung

Lain lagi kesaksian Mia Margaretha.Warga Boganatar, Kecamatan Talibura, wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur di Kecamatan Wulanggitang mengakui letusan kali ini lebih dashyat dari letusan tanggal 17 Juni 2025.

“Gemuruhnya terdengar sampai sekitar 25 km. Pertama kali gemuruh anak-anak keluar pukul tiang listrik.  Seketika saja abunya menyebar cepat kemana-mana. Tidak seperti letusan bulan Juni lalu,” kisah Mia Margaretha.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Floers Timur, Provinsi  Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi Senin,  7Juli 2025 pukul 11:05 Wita membentuk kolom abu teramati sekitar 18.000 meter di atas puncak atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 6 menit 26 detik.

Baca juga: 26 Jalur Penerbangan Terdampak Erupsi Lewotobi Laki-Laki, Termasuk 451 Penumpang Maumere

Demikian disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, melalui Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki, Senin siang.

Dampak letusan kali ini lebih besar dari letusan yang terjadi pada  Selasa 17 Juni 2025 pukul 17.35 Wita. Pada letusan 20 hari yang lalu membentuk kolom abu teramati  sekitar 10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan