Tak Sampai Sejam Pasca Erupsi Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Sikka Diselimuti Mendung

Abu menyelimuti pemukiman warga di Boganatar, Kecamatan Talibura,  perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur, Pulau Flores sebagai dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Senin 7 Juli 2025. (kiriman warga).

MAUMERE,dewadet.com-Tak sampai satu jam setelah letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Senin 7 Juli 2025 pukul 11.08 Wita, Kabupaten Sikka mendadak diselimuti mendung.

Matahari tertutup awan kemungkinan dari hembusan angin yang membawa abu gunung api yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur.

Diperoleh laporan dari warga Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur dan desa-desa sekitarnya pada radius terdekat dengan pusat gunung api, seketika menjadi mendadak gelap. Hujan abu dan kerikil menciptakan keadaan yang lebih mencekam. Warga berdiam di dalam rumah.

“Mengerikan sekali letusan kali ini. Kondisinya sangat mencekam sekali. Kampung kami gelap gulita. Semua orang berdiam di dalam rumah,”  kisah Mia Margaretha, warga mendiami wilayah Boganatar, Kecamatan Talibura, Senin siang.  Boganatar berada sekitar 20-an Km lebih dengan Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Baca juga: BREACKING NEWS: Lebih Dahsyat Letusan Gunung Lewotobi Tinggi Kolom Abu 18 Ribu Meter

Kondisi ini hampir sama ketika wilayah ini atau wilayah-wilayah lainnya memasuki musim hujan. Dampak letusan kali ini lebih besar dari letusan yang terjadi pada  Selasa 17 Juni 2025 pukul 17.35 Wita.

Pada letusan 20 hari yang lalu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, membentuk kolom abu teramati  sekitar 10.000 meter di atas puncak  atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Floers Timur, Provinsi  Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi Senin,  7Juli 2025 pukul 11:05 Wita membentuk kolom abu teramati sekitar 18.000 meter di atas puncak  atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 6 menit 26 detik.

Baca Juga: Bayi Kembar Dievakuasi ke Maumere Hindari Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki

Demikian disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, melalui Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki,Senin siang. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan