Mama Afril Tak Berkedip Ingin Lihat Anaknya di Barisan Paskibraka di Istana Merdeka
MAUMERE, dewadet.com-Mnggu pagi, 17 Agustus 2025 pukul 08.30 Wita di teras rumah Sirilus Tue, dan Paulina Laju, di Gang Flamboyan, Iligetang, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Pulau Flores.
Tujuh atau dalapan buah kursi kayu dan kursi plastik berjejer. Semuanya terisi. Beberapa gelas kopi, teh dan kue kembang goyang tersaji di atas meja.
Di depan hidangan pagi itu, para tamu menatap serius siaran langsung di televisi perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dari Istana Merdeka Jakarta Pusat.
Satu dari antara tamu tetangga rumah, Smit, sapaan Sirilus Tue adalah Magdalena Yuliana, bersama putranya Aditya duduk berdampingan. Seorang balita perempuan, adik Aditya berada di pangkuan sang nenek.
Baca juga:Megawati Nostalgia Masa Muda Jadi Paskibraka, Purna Paskibraka Masuk Duta Pancasila
Balita itu tak rewel. Pandangan matanya tertuju kepada beberapa tamu. Mungkin saja dia heran, kenapa Minggu pagi iitu dia bersama kakak dan mama bertamu ke rumah tetangga Om Smit.
Mengenakan baju kaos oblong biru, celana biru yang agar kusam warnanya dan sandal jepit, Dari semua yang menyaksikan televisi, Magdalena tampak paling serius menatap siaran televisi. Selain sang nenek, dan Aditya.
Magdalena bersama anak dan mertua menyaksikan siaran langsung HUT Kemerdekaan RI di rumah tetangga, karena di rumahnya tidak tersedia televisi. Kesulitan ekonomi dengan tanggung enam anak, Magdalena menjadi ‘single parent’ harus nonton TV di rumah tentangga berjarak sektar belasn meter dari rumahnya.
Dimulai dengan kirab bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi dari Tugu Monas Jakarta, mereka semua mengikuti setiap derap kegiatan perayaan hari bersejarah itu sampai ke Istana Merdeka sebelum pengibaran bendera.
Baca juga: Berkah Jual Kompor Minyak untuk Periksa Kesehatan, Kisah Paskibraka Nasional dari Maumere
Momentum yang paling ditunggu bukan ritual rutin tahunan upacara bendera. Tapi kemunculan pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Di dalam 76 anggota Paskibraka nasional 2025 dari semua provinsi, satu diantaranya Gregorius Paulus Afrizal satu dari dua wakil NTT selain Merlin, siswa SMA asal Kabupaten Alor.
Tatapan semakin Magdalena ketika anggota Paskibraka dalam persiapan akhir di Wisma Negera. Wajah anggota Paskibrak muncul di layar kaca. Tak terlihat wajah Afril, sapaan Gregorius Paulus Afrisal dalam pasukan menaikan bendera tadi pagi tadi membuat perubahaan raut wajah Magdalena,
Para penata wajah dan busana mengamati dengan cermat penataan wajah-wajah cantik dan ganteng dalam balutan seragam rok dan celana putih dan bersepatu hitam. Magdalena ingin segera melihat wajah putranya, tak juga muncil di layar kaca.
Baca juga: Paulus Gregorius Afrizal Bangga Wakili NTT Kibarkan Bendera Pusaka
“Mungkin mereka (Afril) akan tampil sore penurunan bendera,” Magdalena reka-reka.
Maklum! Sudah sebulan lebih sejak 14 Juli 2025, Afril hanya mengabarkan telah tiba di Jakarta. Mereka hanya dikasih waktu lima menit komunikasi dengan orangtua. Selanjutnya mereka dikarantina dan akan komunikasi lagi tanggal 22 Agustus 2025.
Ketika barisan Paskibraka nasional sudah bergerak ke lapangan, belum juga muncul wajah siswa kelas IX SMAK Frater Maumere di dalam barisan, Hanya terlihat Marliin, wakil dari NTT diantara wajah-wajah muda masa depan Indonesia ini.
Langkah-langkah kaki, diikuti dengan gerakan tangan seperti tertata rapi. Magdalena semakin serius mencari Afrll, namun tidak terlihat dalam barisan Paskibraka.
Penantian lebih dari tiga jam Magdalena, bersama anak-anak dan keluarga besar belum mengobati kerinduan menyaksikan Afril muncul di layar televisi.
Baca juga: Mama Magdalena Nonton Paulus Gregorius Afrilzal Kibarkan Bendera Pusaka di Televisi Tetangga
“Mungkin Afril nanti tampil sore,(penurunan bendera),” Magdalena menyembunyikan kerisauanya. *





