Oscar Mandalangi, Lagu Salam Bapa Suci dan Harmonica, Kenangan 36 Tahun Kunjungan Paus Yohanes Paulus II

Haromonica peninggalan almahrum, Oscar Pareira Mandalangi. (dok.keluarga).

MAUMERE,dewadet.com- Siang hari tanggal 11 Oktober 1989. Gelora Samador di jantung Kota Maumere, Pulau Flores menjadi pusat perhatian dunia.

Paus Yohanes Paulus II merayakan misa Pontifical didampingi 14 orang uskup, dua orang kardinal dan ratusan imam. Puluhan ribu umat dari penjuru Pulau Flores  dan utusan umat dari berbagai keuskupan hadir dalam perayaan paling bersejarah itu.

Perayaan mengusung tema ”Menjadi Saksi Kristus Bersama Bunda Maria.” Lagu puji syukur bernada NTT berkumandang silih berganti.

Budaya setempat tersirat utuh dalam perayaan menyatu dalam liturgi membawa umat terpukau dan menyatu dengan Sri Paus.

Baca juga:Patung Kristus Raja, Kenangan Lawatan Paus Yohannes Paulus II ke Maumere

Lagu pembuka Salam Bapa Suci hasil modifikasi Oscar Pareira Mandalangi, menyambut Paus Yohanes Paulus II. Ratusan orang penari menyesuaikan dengan langgam daerah di Flores. Ada gerak tari Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende Lio, Maumere dan Lamaholot (Flores Timur dan Lembata).

Pater Bernardus Boli Udjan, SVD, pengajar Musik Liturgi di STFK (kini (IFTK). baru beberapa bulan pulang dari studinya di Roma, salah satu imam berperan dalam liturgi itu.

Selama misa berlangsung, Pater Bernard mengaku selalu berada tak jauh dari posisi Paus. Dia menyaksikan raut wajah Paus Yohanes Paulus II merespon penerimaan umat.

“Ooo… dia senang… gembira,” kenang Pater Bernard, bulan April  2024 di Ledalero, 10 Km arah barat Kota Maumere.

Baca juga:Kapel Sistina Pasang Cerobong Asap Menjelang Pemilihan Paus

Bagaimana Paus menguasai Bahasa Indonesia untuk  memimpin misa? Teks homili (kotbah) entalah siapa yang menyiapkannya, Pater Bernard tak tahu persis.

Yang ia tahu, panitia diminta segera mengirim teks homili ke Vatikan. Naskah kotbah tiba di sana. Pihak Vatikan menanyakan siapa yang bisa melatih atau memandu Paus. Disebutlah nama Pater Guido Tisera, SVD (almarhum) saat itu studi Kitab Suci di Roma.

“Homili Paus  dalam Bahasa Indonesia mungkin dilatih oleh Pater Guido. Umat senang sekali ikuti misa. Paus belum lama dilatih mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia. Tapi Paus tidak salah mengucapkan setiap kalimat,” kenang Pater Bernard.

Cerita kunjungan Paus Yohanes Paulus II di Maumere, juga tak lekang dari ingatan Oscar Pareira Mandalangi. Ketika rencana kunjungan Paus Fransiskus (mendiang) pada bulan September 2025 di Jakarta, seakan menapak tilas pendahulunya Paus Yohanes Paulus II pada bulan Oktober 1989.

Baca juga:Wamen Dikdasmen: Kunjungan Paus ke Indonesia Cermin Kehidupan Beragama Penuh Keterbukaan

Oscar Mandalangi bersemangat membagikan kisah 35 tahun silam. Usia yang telah renta dan kesehatan yang menurun mempengaruhi daya ingatnya.

Tapi ketika disodori permintaan menceritakan perayaan Paus Yohanes Paulus di Gelora Samador, semangat Om Oscar seperti ‘dihipnotis’.

Banyak momentum yang dialaminya sudah dilupakan. Tapi pengarang dan pengubah lagu-lagu gereja tak akan lupa lagu pembuka selamat datang, Salam Bapa Suci, gubahan dari lagunya, Salam Bunda Perawan.

“Koor gabungan umat dengan para frater dari STFK Ledalero dan Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret. Umat dari berbagai daerah mengenakan pakaian adat. Saya main trak harmonica,” kenang Oscar Mandalangi, ditemui di kediamanya Jumat 3 Mei 2024.

Baca juga:Megawati dapat Amanat Paus Fransiskus Bangun Sekolah untuk Anak Disabilitas

Lagu Salam Bunda Perawan, menurut Om Oscar Mandalangi, tidak lama diciptakanya.

“Saya punya satu lagu saja. Lagu perarakan. Saya ciptakan tidak lama menjelang rencana persiapan kunjungan Paus. Lagu-lagu selebihnya disiapkan oleh Ledalero (STFK). Saya tidak ingat lagi,” kata Oscar Mandalangi.

Oscar Mandalangi juga masih menyimpan kenangan harmonica buatan Jerman yang dimainkan dalam kunjungan Paus. Harmonica ini dibelinya di Jakarta ketika dia kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta  meraih gelar Bacelour off Art (BA).

Ketika tersiar kabar di media sosial, Selasa sore, 21 Oktober 2025, Oscar Mandalangi  pamit selamanya dari bumi, ingatan saya kembali lagi pada pertemuan Jumat 3 Mei 2024 di rumahnya.

Baca juga:Paus Leo XIV Akan Terima Cincin Nelayan, Simbol Penerus Santo Petrus

Mengenakan lipa Prengi (sarung untuk kaum pria di Kabupaten Sikka), Om Oscar– saya menyapanya, tersenyum menerima kunjungan siang hari 3 Mei 2024. Ia ingat benar nama saya.

Menyampaikan maksud menghimpun cerita kunjungan Paus Yohanes Paulus II, wajah Om Oscar seketika tampak ceriah berbagi cerita lagu Salam Bapa Suci dan harmonica buatan Jerman.

Selamat jalan Om Oscar Mandalangi. Lagumu, Salam Bapa Suci dan Harmonica tua akan jadi kenangan kunjungan Paus Yohanes Paulus II di Maumere. ***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan