Tiang Puskesmas Tuanggeo Pakai Besi Banci, Kadis Kesehatan Sikka Perintah Bongkar
MAUMERE,dewadet.com-Dari semula pengunaan air yang tidak sesuai yang direkomendasikan, kini pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka kembali bermasalah.
Cincin atau ring tiang utama bangunan lantai II yang telah dicor menggunakan besi banci dibongkar kembali atas perintah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Pejabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus.
“Saya minta konsultan dan tim teknis turun ke Palue. Mereka temukan besi ring atau cincin tiang tidak sesuai spesifikasi. Pakai besi banci, seharusnya besi ulir 6 mm. Tiang sudah dicor, saya perintahkan bongkar kembali,” kata Herlemus kepada wartawan Selasa, 16 September di Maumere.
Pembongkaran sudah dilaksanakan sejak tiga hari lalu. Laporan hari Selasa pagi dan video yang dikirim kepada Herlemus, tiang bangunan sudah dicor lagi menggunakan besi ulir 6 mm sesuai spesifikasi.
Baca juga:Air Sumur untuk Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,5 Miliar Sudah Uji Laboratorium
“Sudah bongkar semua ada videonya. Saya tidak akan pernah main-main dengan proyek yang selalu saya ambilalih. Saya tidak punya kepentingan apa-apa. Yang utama bagi saya, adalah proyek selesai dan baik,” tegas Herlemus.
Herlemus mengatakan kendala proyek Puskesmas Tuanggeo terjadi sekjak awal. Mulai masalah penggunaan air, batu batako dan bahan bakar minyak.
“Semula batako mau dicetak di Palue, karena muncul polemik akhirnya diambil dari Maumere,” kata Herlemus.
Demikian juga dalam pelaksanaan pekerjaan, Herlemus mengatakan terjadi deviasi minus yang cukup besar.
Baca juga:Air Sumur untuk Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,5 Miliar Sudah Uji Laboratorium
“Saya sampaikan kepada konsultan, kontraktor dan tim teknis supaya mengkaji dan menjadwalkan kembali. Harapannya sampai Minggu depan semua rampung pondasi sehingga deviasi minus hanya 3-4 persen,” kata Herlemus.
Sedangkan Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela, diakui Herlemus saat ini sementara mulai atap. Diskusi demgan konsultan dan kontraktor, paling lama akhir bulan November sudah bisa serahterima kunci.
“Lebih cepat dari jadwal pelaksanaan.Puskesmas Nanga tidak ada masalah,” tandas Herlemus.
Pada tahun 2025, Dinas Kesehatan membangun dua Puskemas baru menghabiskan anggaran Rp 12,6 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus. Puskesmas Tuanggeo di Ladolaka menelan anggaran Rp 6,5 miliar dan Puskesmas Nanga Rp 6,1 miliar.*




