Gempa Flores Timur, Bukan Dua Orang Tapi 20 Orang Terluka dan 140-an Bangunan Rusak
LARANTUKA, dewadet.com-Sedikitnya 20 orang warga Desa Lamahala dan Desa Terong di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita luka tertimpa runtuhan bangunan rumah dan 140-an unit bangunan rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Rabu dini hari 9 April 2026.
Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, mengatakan data sementara kerusakan di Desa Tarong terdapat 105 rumah yang mengalami kerusakan. Sementara di Desa Lamahala tercatat 41 rumah yang mengalami kerusakan. Korban luka di Desa Lamahala lima orang dan 15 orang berasal dari Desa Terong.
“Kerusakan tersebut dikategorikan dalam berbagai tingkatan, mulai dari rusak ringan, sedang dan rusak berat,” ujar Ismail, dihubungi Kamis 9 April 2026.
Dikatakanya, pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah untuk membantu warga yang terdampak. Sebagian warga untuk sementara waktu tidur di luar rumah, terutama karena wilayah pesisir yang terdampak bencana.
Baca juga:Dua Warga Terluka dan Puluhan Rumah Rusak Terdampak Gempa di Flores Timur
Diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7, Rabu malam 8 April 2026 menguncang Flores Timur.
Laporan BMKG dipantau wartawan menyatakan setidaknya terjadi lima gempa berada 24 kilometer dengan kedalaman laut 10 Km arah tenggara Kota Larantuka, tepatnya di antara Pulau Solor dan Adonara. Warga Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang berjarak puluhan kilometer juga merasakan getaran gempa tersebut. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





