Bayi Kembar Dievakuasi ke Maumere Hindari Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi warga terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Rumah Singgah Kota Maumere, Pulau Flores, Rabu 18 Juni 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE, dewadet.com-Bayi kembar laki-laki berusia empat bulan bersama ibu kandung Anastasia Lewar, Rabu dini hari 18 Juni 2025 dievakuasi dari Desa Kringa, Kecamatan Talibura ke Rumah Singgah di Kota Maumere, Pulau Flores untuk mengindari debu letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Anastasia Lewar juga membawa dua anak lainya yang masih kecil juga mengajak seorang sanak keluarga agar tidak mengalami kesulitan mengurus mereka.

Anastasia mengaku mengungsi ke Maumere karena debu vulkanik dan suasana mencekam di kampung pasca letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Selasa 17 Juni 2025 pukul 17.35 Wita. Desa Kringa relatf dekat ke pusat gunung api di Kabupaten Flores Timur.

Personil BPBD Sikka yang sementara berada di lokasi pada Selasa malam malam langsung membawan Anastasi ke Rumah Singgah Maumere.

Baca Juga: Bandara Frans Seda Ditutup, Kabupaten Sikka Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki

Selain dua bayi kembar, ada 19 warga lainnya terdiri dari seorang lansia, enam orang dewasa, lima orang anak, tiga ibu menyusui, seorang  bayi 11 bulan juga dievakuasi.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Rabu siang menemui warga terdampak erupsi. Ia mengobrol dengan Anastasi Lewar, ibu bayi kembar.

Kepada warga, Jipyk sapaannya minta mereka tetap tenang dan bersabar  menunggu suasana kondusif.

“Bersabar di sini dulu sampai suasana benar-benar normal. Ini demi kesehatan,” pesan Bupati Sikka.

Baca Juga:Sekelompok Anak Berlindung di Kolong Beton sambil Berdoa Bapa Kami, Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Penanganan warga terdampak, Bupati Sikka telah menugaskan BPBD Sikka dan petugas kesehatan turun ke beberapa lokasi.

Abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih sangat terasa di hari kedua pasca letusan. Tiga Bandar Udara (Bandara) di Pulau Flores yakni Bandara Frans Seda di Maumere, Bandara Hasan Aroeboesman Ende, dan Bandara Soa di Bajawa menutup operasional Bandara.

Seluruh wilayah Kabupaten Sikka terkena dampak abu vulkanik.Tanaman, atap rumah dan jalan-jalan umum dipenuhi abu yang membahayakan kesehatan dan keselamatan warga sehingga warga menggunakan masker.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi NTT kembali erupsi Selasa, 17 Juni 2025 pukul 17:35 Wita membentuk kolom abu teramati  sekitar 10.000 meter di atas puncak  atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Cerita Kades Hokeng Jaya tentang Letusan Lewotobi Laki-Laki: Gemuruh Kurang Kuat, Abunya Dasyat! 

Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki dalam keterangan Selasa malam menyebut letusan itu juga membentuk kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 6 menit 53 detik. *

 

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan