Cerita Fitri dan Emanuel Ikuti UKK Pengurus dan Pengawas Kopdit Obor Mas
MAUMERE,dewadet.com-Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) atau feet and proper test para calon pengurus dan pengawas KSP Kopdit Obor Mas masa bakti 2026-2029, Rabu 29 April 2026 menyisahkan cerita pengalaman yang berharga kapada para calon.
Satu dari 12 calon pengurus itu adalah Gustavia Anvila Desiantry,S.Ikom. Perempuan lajang berusia dibawah 30-an tahun itu mengaku mendapat pelajaran berharga dari tim penguji Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipimpin Kepala Dinas, Linus Lusi.
Fitri, sapaanya termotivasi menjadi pengurus karena keinginan bisa mengajak kaum muda dan Gen-Z menjadi anggota Kopdit Obor Mas. Koperasi bukan hanya kumpulan orang-orang berusia di atas 30-an atau 40-an tahun.
“Saya paling mudah tentu ada punya tanggungjawab lebih untuk mengajak kaum mudah menjadi anggota. Koperasi bukan kumpulan orang-orangtua 30-tahun. Ternyata kita juga bisa ajak kawan-kawan gabung menjadi anggota,” kata Fitri.
Baca juga:Calon Pengurus dan Pengawas Kopdit Obor Mas Lulus UKK Dipilih oleh Anggota
Pernah berkecimpung sebagai Sekretaris General Manajer Kopdit Obor Mas, Fitri mengaku UKK dilewati dengan baik. Ia justru dia bisa belajar banyak dari momentum yang baru pertama kali diikutinya ini.
“Banyak masukan yang saya dapat dan pelajari terutama dari Pak Kadis Koperasi Provinsi NTT bersama timnya,” kata Fitri.
Calon pengawas, Dr. Emanuel Welem, SE.MM, menyampaikan terima kasih kepada pengurus yang memberi kesempatan kepadanya berpartisipasi dalam UKK.
“Saya dosen. Ini (UKK) calon pengawas merupakan salah satu wujud pengabdian kami sebagai dosen yang harus dilaporkan setiap tahun.Koperasi menjadi penciri dari Prodi Manajemen,” kata Emanuel menjanat Ketua Program Studi Manajemen FE Universitas Nusa Nipa Maumere.
Baca juga:Calon Pengurus dan Pengawas Kopdit Obor Mas Jalani Uji Kelayakan dan Kepatutan
“Penciri kami adalah koperasi, maka kami juga harus terlibat. Bukan hanya pada pendidikan dengan mata kuliah Pendidikan Koperasi dan Manajemen Koperasi. Penelitian dan ‘road map’ kami juga berkaitan dengan koperasi dan pengabdian,” kata Emanuel.
Selama ini ia yang lebih sering bertanya, tapi kali ini kesempatan bagi dia belajar terutama pengalaman dan pengetahuan dari Dinas Koperasi NTT yang memacunya terus belajar.
“Kami harus terus belajar terutama berkaitan dengan UU Koperasi, dan peran pengawas. Memang kita belajar teori, tapi ini organisasi secara umum dan lebih spesifik lagi pada koperasi,” Eman akui.
Di dalam makalah UKK, Emanuel menyoroti pada sumber daya manusia (SDM) sebagai kompetensi pengawas. SDM pengawas, profesionalitas dan integritas akan menjadi kunci seorang pengawas bisa bertanggungjawab menjalankan tugasnya.
Baca juga:Kopdit Obor Mas Lunasi Pinjaman Dana PEN Rp 200 Miliar
“Tentu juga tidak serta merta juga langsung lakukan pengawasan. Tetapi di dalam ilmu manajemen, bisa memprediksi ke depan. Prediksi tiga bulan atau setahun berapa akan terjadi kredit macet. Dengan begitu bisa dilaksanakan langkah antisipasi,” katanya Emanuel.
Prediksi yang akan terjadi, kata Emanuel bisa memberi gambaran peran kepada pengurus langkah perbaikan.
Ketua Panitia Nominasi Pemilihan Pengurus dan Pengawas, Hilarius Rangga Mese, para calon peserta UKK telah melewati tahapan sejak RAT Mini. Nama yang lolos UKK, kata Hilarius akan disampaikan kepada panitia. Selanjutnya akan dipilih dalam RAT Mini di tingkat Kelompok Sahabat Obor Mas.
Daftar Nama Calon Pengurus dan Pengawas Kopdit Obor Mas
Baca juga:Setahun Gabung Kopdit Obor Mas, Nehemias ‘Wariskan’ Santunan Duka Rp 11 Juta
Diberitakan, Dinas Koperasi Provinsi NTT memimpin penyelenggaraan uji kelayakan dan kepatutan atau feet and propert test kepada 20 orang calon pengurus dan pengawas Kopdit Obor Mas masa bakti 2026-2029, Rabu 29 April 2026.
Ke-20 orang calon tersebut merupakan seleksi dari dari 112 calon yang melamar. Mereka mengikuti UKK pengurus sebanyak 12 orang yakni Valentinus Vidis, S.Pd, Andreas Mbete, S.Pd, Valerianus Samador, SP, Drs. Aleksius Bertolomeus,Theresia A. Bala, S.Kep., M.Kes, Elberth Selong Parera, S.Sos.
Kemudian Fedrik Edimundantes, Abraham Duran, Benediktus Bensi, Laurensius Laba, Emerensiana Skolastika Lou Teluma, ST, dan Gustavia Anvila Desiantry.
Sedangkan delapan orang calon pengawas menjalani UKK yakni Dr. Yosefina Andia Dekrita, SE., MM, Konstantinus Pati Sanga, SE., MSA., AK, Martina Alexa Meso, SE, Lambertus Sol Keytimu, S.Sos, Paulus Libu Lama Witak, S.Fil, Dr. Imanuel Wellem, SE MM, , Roneni Sisilia, S.Ak, dan Sabina Boko, SE. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





