BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Di Tengah Gaduh Dunia,Tinggallah dalam Kasih
Kamis, 07 Mei 2026. Hari Biasa Pekan V Paskah. Kisah Para Rasul 15:7-21; Yohanes 15:9-11.
Oleh: Rd.Fidelis Dua
SAUDARA-saudari terkasih, dunia kita hari ini dipenuhi oleh begitu banyak suara. Setiap orang ingin didengar, setiap pendapat ingin diterima, dan setiap kepentingan sering kali ingin dimenangkan.
Dalam keluarga, komunitas, tempat kerja, bahkan dalam hidup menggereja, tidak jarang perbedaan pandangan berubah menjadi ketegangan karena orang lebih sibuk mempertahankan pendapat daripada mencari kehendak Allah.
Di sisi lain, banyak orang juga hidup dengan luka batin karena merasa ditolak, tidak dihargai, dan tidak dikasihi. Manusia modern tampak ramai di luar, tetapi sering sepi di dalam; banyak berbicara, tetapi kurang mendengarkan; mengejar pengakuan, tetapi kehilangan kedalaman kasih.
Di tengah realitas seperti ini, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk kembali kepada sumber yang benar: mendengarkan Roh Kudus dan tinggal dalam kasih Kristus.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Damai yang Menguatkan di Tengah Kesulitan
Dalam bacaan pertama, para rasul dan penatua berkumpul untuk membahas persoalan besar dalam Gereja perdana: apakah orang-orang bukan Yahudi yang percaya kepada Kristus harus dibebani dengan hukum sunat dan aturan adat Musa.
Perdebatan itu berlangsung lama, tetapi Petrus kemudian berdiri dan mengarahkan seluruh jemaat kepada inti persoalan: Allah sendiri telah bekerja di antara bangsa-bangsa lain, mengaruniakan Roh Kudus kepada mereka, dan menyucikan hati mereka oleh iman. Keselamatan bukan hasil beban hukum yang dipaksakan, melainkan anugerah kasih karunia Tuhan Yesus.
Di sinilah kita belajar bahwa keputusan Gereja tidak boleh lahir dari ego, kepentingan kelompok, atau keras kepala, tetapi dari hati yang berdoa dan terbuka pada kehendak Allah. Bila Roh Kudus sungguh diberi ruang, maka perbedaan tidak lagi menjadi sumber perpecahan, tetapi jalan untuk mencari kebenaran bersama. Gereja yang mendengarkan Roh Kudus akan mampu menyelesaikan persoalan dengan hikmat, kelembutan, dan kasih.
Dalam Injil, Yesus menyampaikan sabda yang sangat indah: “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” Yesus tidak hanya meminta kita melakukan sesuatu, tetapi terlebih dahulu mengingatkan bahwa kita sudah dikasihi.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Melekat. Dimurnikan, dan Berbuah
Inilah dasar hidup kristiani: bukan takut, bukan beban, bukan sekadar kewajiban, melainkan kasih yang mendahului dan memulihkan. Tinggal dalam kasih Kristus berarti membiarkan diri berakar dalam kasih yang tidak berubah, bahkan ketika kita merasa rapuh, ditolak, atau tidak layak.
Namun, kasih itu juga menuntut jawaban: “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku.” Artinya, kasih kepada Kristus tidak berhenti pada perasaan rohani yang indah, tetapi tampak dalam ketaatan yang nyata. Buahnya adalah sukacita, bukan sukacita yang dangkal, melainkan sukacita penuh yang lahir dari hati yang tahu bahwa dirinya dikasihi Allah.
Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini meneguhkan ziarah hidup kita: ketika menghadapi perbedaan, dengarkanlah Roh Kudus; ketika merasa ditolak, tinggallah dalam kasih Kristus; ketika hati mulai keras, kembalilah kepada anugerah Allah.
Jangan biarkan hidup kita dikendalikan oleh ego, luka, atau haus pengakuan. Kita tidak dipanggil untuk menang dalam setiap perdebatan, tetapi untuk setia mencari kehendak Tuhan. Kita tidak dipanggil untuk memaksakan beban kepada orang lain, tetapi untuk menjadi jalan kasih yang membebaskan. Dan kita tidak dapat mencintai dengan benar bila kita sendiri tidak tinggal dalam kasih Kristus.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Semakin Berisi, Semakin Merunduk
Semoga hari ini hati kita dilembutkan oleh Roh Kudus, pikiran kita diterangi oleh kehendak Allah, dan hidup kita dipenuhi sukacita Kristus, sehingga di tengah dunia yang sering gaduh dan terluka, kita hadir sebagai pembawa damai, kasih, dan pengharapan.
Petikan BUSA-H untuk kita:
“Ketika dunia semakin gaduh oleh perdebatan, jiwa yang tinggal dalam kasih Kristus akan tetap mampu mendengar bisikan Roh Kudus.”
“Tinggal dalam kasih Kristus melembutkan hati yang keras, sehingga kita mampu mengasihi tanpa memaksa dan melayani tanpa mencari pujian.”
“Kita dipanggil bukan untuk selalu menang, melainkan untuk menghadirkan kasih yang menuntun sesama semakin dekat pada kehendak Allah.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@
Editor: Eginius Moa





