Buku RAT Digital, Terobosan Hemat Ongkos RAT Kopdit Obor Mas Rp 7,4 Miliar  

Genaral Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering. (dewadet.com).

MAUMERE,dewadet.com-Penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Kopdit Obor Mas Tahun Buku 2025 dan pemilihan pengurus dan pengawas baru 2026-2029 membutuhkan dana Rp 7,4 miliar.

Menekan pengeluaran, di tahun yang kedua buku RAT bisa di-scan dari barcode yang tercantum dalam undangan RAT.

“Salah satu yang kami lakukan adalah digitalisasi buku RAT yang bisa di-scan di-barcode oleh anggota lewat undangan yang dikirim lima hari sebelum RAT Mini yang dimulai tanggal 8 Mei 2026,” terang General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, Sabtu 9 Mei 2026 di Maumere.

Kopdit Obor Mas melaksanakan RAT dalam tiga tahapan. Tahap pertama  RAT Mini diselenggarakan pada 2.962 titik pada 32 kantor cabang utama, dan cabang pembantu tersebar di Pulau Flores, Lembata dan Timor.

Baca juga:Nama Calon Pengurus dan Pengawas Kopdit Obor Mas Dipilih RAT 2025

RAT Mini melibatkan 165 ribu lebih anggota berlangsung sejak 8-17 Mei 2026. Setelah RAT Mini, RAT Midi diadakan 18-26 Mei 2026 pada 32 kantor cabang dan cabang pembantu. Sedangkan RAT paripurna diadakan pada akhir Mei 2026.

Menurut ketentuan, kata Yanto, sapaan Frediyanto,RAT Mini bisa dilaksanakan kalau anggota sudah menerima surat undangan lima hari sebelum RAT Mini.

Namun kendalanya tidak semua anggota sudah punya handphone jenis android yang bisa meng-upload buku RAT. Hanya anggota yang punya android yang bisa mengunakanya, sedangkan anggota yang belum punya android membacanya dari buku RAT.

Manejemen melakukan inovasi menerapkan teknologi yang lebih maju untuk memberikan pelayanan yang efisien dan efektif kepada anggota.

Baca juga:RAT Mini Kopdit Obor Mas 2025; Membedah LPJ, Pilih Pengurus dan Pengawas

Pengunaan buku RAT digital di tahun kedua, diakui Yanto direspon baik oleh banyak anggota. Mereka bisa mengaksesnya kapan saja dan dimana saja.

Demikian juga profile para calon pengurus dan pengawas baru yang akan dipilihnya bisa disaksikan melalui video yang didistribusikan kepada anggota.

“Sehingga biaya (RAT) kita tekan. Tahun 2025 sekitar Rp 7,4 miliar biaya RAT. Angka ini cukup tinggi, perlahan kita diturunkan. Kalau anggota sudah diliterasi, suatu saat kalau mereka sudah paham digital, RAT kita laksanakan digital. Tidak perlu lagi cetak buku banyak,” kata Yanto.

Menurut Yanto, terobosan digital untuk mencapai  RAT berkualitas yang memberi hasil bagus merupakan bagian dari demokrasi. Aspek utama dari koperasi adalah pemberdayaan anggotanya. Kehadiran koperasi membantu anggotanya bangkit dari kesulitan ekonominya.

Baca juga:Kopdit Obor Mas Gelar RAT Mini di 2.962 Titik Libatkan 165 Ribu Anggota

“Lembaga ini milik anggota. Anggota pilih pengurus dan pengawas untuk mengelola lembaga ini. Dan, setiap pengurus dan pengawas wajib memberi pertanggungjawaban kepada anggota,” pungkas Yanto. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan