Kopdit Obor Mas Raih Predikat Sehat Skor 83

Penyampaian hasil audit pengelolaan keuangan KSP Kopdit Obor Mas Tahun Buku 2025, Senin 9 Februari 2026 di kantor Pusat Jalan Kesehatan Kota Maumere. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Pengelolaan keuangan KSP Kopdit Obor Mas tahun buku 2025 yang telah mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Hendro Sukron Edi (HSE) diilengkapi dengan predikat Sehat dengan skor 83 dari Puskopdit Swadaya Utama Maumere.

Empat aspek dinilai dalam pemeriksaan kesehatan mencakup tata kelola, modul resiko, kinerja keuangan, dan kinerja permodalan.

“Dari empat aspek yang dinilai, pemeriksaan kesehatan Kopdit Obor Mas tahun buku 2025 memperoleh predikat sehat dengan nilai 83,” kata Y. Doddy Sukardi Lidi, dari Puskopdit Swadaya Utama Maumere dalam penyampaian hasil audit, Senin 9 Februari 2026 di lantai 2 kantor pusat Kopdit Obor Mas Jalan Kesehatan. Kota Maumere, Pulau Flores.

Pengumuman hasil audit dan pemeriksaan kesehatan dihadiri Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Markus Menando, anggota pengurus, Ketua Pengawas, Dr.Yosefina Andia Dekrita, SE MM, dan anggota, General Manajer (GM), Leonardus Frediyanto Moat Lering, dan para manajer cabang, serta GM Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Fransiskus de Fransu.

Baca juga:Kopdit Obor Mas Raih Opini WTP Tahun Buku 2025, Implementasikan SAK-EP

Pemeriksaan kesehatan koperasi sejalan Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) UKM RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perkoperasian dan Juknis Deputi Bidang Perkoperasian Menkop UKM Nomor 15 tahun 2021 tentang Pedoman Kertas Kerja Pemeriksaan Kesehatan.

13 Indikator Kunci

Doddy menjelaskan, penilaian kesehatan yang disebut analisa pers merupakan penilaian dari gerakan koperasi kredit. Terdapat 41 indikator penilaian, tetapi  yang dinilai hanya mencakup 13 indikator kunci.

Ke-13 indikator kunci tersebut mencakup perlindungan, yakni kesediaan dana cadangan Kopdit Obor Mas untuk melindungi pinjaman dari kelalaian. Menurut pemeriksaan, dana cadangan resiko Kopdit Obor Mas mampu melindungi kelalaian pinjaman selama 1-12 bulan bahkan  sampai di atas 12 bulan.

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR, ‘Jurus’ GM Obor Mas Meluluhkan Menko Perekonomian.

Indikator struktur keuangan efektif mencakup pinjaman beredar bersih. Idealnya 70-80 persen, sedangkan dalam tahun buku 2025, Kopdit Obor Mas mencapai skor 72 persen dari total aset Rp 1,5 triliun. Pinjaman beredar bersih Rp 1,1 triliun.

“Hasilnya masih ideal. Kemudian simpanan non saham Rp 838 miliar, jika dibanding dengan total aset Rp 1,5 triliun hasilnya 55 persen sementara idealnya 70-80 persen. Karena itu perlu ditingkatkan tabungan non saham anggota,: kata Doddy.

Pinjaman pihak ketiga Rp 168 miliar dibanding dengan total aset Rp 1,5 triliun hasilnya 11 persen. Idealnya maksimal 5 persen.

“Pinjaman boleh besar asalkan tujuan pinjaman untuk pelayanan kepada anggota. Kalau pinjaman besar dan lancar maka Kopdit bisa mengangsur kembali kepada pihak ketiga,” imbuh Doddy.

Baca juga:Kenangan Longginus Abong, Anggota Perdana Kopdit Obor Mas, Pinjaman Pertama Beli Tape Recorder

Simpanan saham tahun buku 2025 mencakup simpanan pokok dan simpanan wajib dibanding dengan total aset. Simpanan saham Rp 240.783.000.000 dibanding dengan total aset Rp 1,5 miliar hasilnya 16 persen. Idealnya mesti dibawah 20 persen.

Sementara modal lembaga bersih meliputi dana cadangan, cadangan umum, dan laba ditahan. Modal lembaga bersih Kopdit Obor Mas tahun 2025 sebesar Rp 101 miliar, dibanding dengan total aset Rp 1,5 triliun hasilnya 7 persen.

“Ideal maksimal 10 persen. Artinya modal lembaga harus ditingkatkan lagi 3 persen,” saran Doddy.

Dijelaskannya, total kelalaian pinjaman secara keseluruhan sekitar Rp 75 miliar dibanding dengan pinjaman beredar Rp 1,2 triliun, maka hasilnya 6 persen, idealnya 5 persen.

Baca juga:GM Kopdit Obor Mas ‘Beri Habis’ Pengetahuan dan Pengalaman di Bimtek RAPB 2026

Untuk aset yang tidak menghasilkan dibanding dengan total aset sebesar Rp 199 miliar hasilnya 13 persen.

Kemudian tingkat pendapatan dan biaya, terutama simpanan non saham yang diberikan kepada anggota. Menurut pengukuran, biaya non saham dibayar kepada anggota Rp 43 miliar lebih, sementara simpanan non saham rata-rata Rp 621 miliar, hasilnya 7 persen. Idealnya harus diatas inflasi.

Balas jasa simpanan saham pada tahun buku 2025 dialokasikan Rp 18 miliar lebih dibanding dengan saham rata-rata Rp 438 miliar hasilnya 4 persen.

Efisiensi pengenaan biaya-biaya Rp 65,2 miliar lebih dibanding aset rata-rata akhir tahun lalu dibagi aset rata-rata dibagi dua hasilnya Rp 1,4 triliun atau 4 persen. Sedangkan biaya operasonal maksimal 5 persen.

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Lolos Audit Menkop, Menkeu, BI dan OJK

Melindungi likuiditas, apakah kita mampu atau tidak.Yang ada di kas dan di bank senilai Rp 152 miiiar dibanding simpanan non saham Rp 823 miliar hasilnya 8 persen. Idealnya 10-20 persen.  Artinya ketersediaan dana likuid Kopdit Obor Mas mampu menjawabi kewajiban lancar terutama penarikan uang dalam jumlah yang banyak.

Sedangkan tingkat pertumbuhan meliputi pertumbuhan anggota dan aset.  Pada tahun buku 2025, anggota bertambah 7.208 orang atau 5 persen, dan aset bertumbuh Rp 99 miliar atau 7 persen. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan