BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Biarkan Hatimu Menjadi Hambar
Kamis, 28 Mei 2026. Hari Biasa Pekan VIII. Surat Pertama Rasul Petrus 2:2-5.9-12; Markus 10:46-52
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara yang terkasih, salah satu indra yang sangat penting dalam hidup manusia adalah indra pengecap. Biasanya ketika berbicara tentang rasa, kita langsung membayangkan makanan.
Orang sering berbagi tentang makanan yang enak, tempat makan yang terkenal, atau rasa tertentu yang disukai. Namun sebenarnya indra pengecap bukan hanya membantu kita menikmati makanan, melainkan juga membantu kita membedakan apa yang baik dan layak untuk dikonsumsi.
Apa yang kita kecap akhirnya masuk ke dalam diri kita dan memengaruhi kehidupan kita. Menariknya, Kitab Suci juga berbicara tentang “rasa” dalam arti rohani.
Rasul Petrus berkata, “Kamu telah mengecap kebaikan Tuhan.” Artinya, iman bukan sekadar pengetahuan tentang Tuhan, melainkan pengalaman hati yang sungguh merasakan kasih, kelembutan, dan kebaikan Tuhan dalam hidup.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Darah Kristus dan Keagungan Martabat Manusia
Persoalannya, banyak orang sebenarnya mengetahui tentang Tuhan, tetapi belum sungguh “mengecap” Tuhan dalam hidupnya. Mereka mengenal doa, ibadat, dan ajaran iman, tetapi hati mereka masih hambar karena terlalu dipenuhi kekhawatiran, kekecewaan, dan hiruk-pikuk dunia.
Surat Rasul Petrus mengingatkan bahwa orang beriman dipanggil menjadi “batu-batu hidup” yang dipakai Tuhan untuk membangun rumah rohani. Menarik bahwa Petrus tidak mengatakan “batu yang mati,” melainkan “batu hidup.”
Artinya, iman tidak boleh berhenti pada kebiasaan lahiriah atau rutinitas keagamaan semata. Orang yang telah mengecap kebaikan Tuhan seharusnya menjadi pribadi yang hidup, menghadirkan pengharapan, dan membawa terang bagi sesama.
Rasul Petrus juga mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang terpilih dan imamat rajani untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Berhenti Menghitung Mulailah Menjadi
Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang tidak hanya pandai berbicara tentang Tuhan, tetapi sungguh memancarkan kebaikan Tuhan melalui cara hidupnya. Sebab ada orang yang baru dapat “merasakan” kasih Tuhan justru melalui perhatian, kesabaran, dan kelembutan yang mereka terima dari sesamanya.
Injil hari ini memperlihatkan Bartimeus, seorang buta yang duduk di pinggir jalan. Secara fisik ia tidak dapat melihat, tetapi secara batin ia justru memiliki penglihatan iman yang tajam.
Ketika banyak orang mencoba menyuruhnya diam, Bartimeus tetap berseru kepada Yesus, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Bartimeus telah “mengecap” harapan akan kebaikan Tuhan sebelum matanya dipulihkan.
Menarik bahwa sesudah sembuh, Bartimeus tidak kembali duduk di pinggir jalan, tetapi mengikuti Yesus. Inilah tanda bahwa perjumpaan sejati dengan Tuhan selalu mengubah arah hidup seseorang.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dari Persembunyian Eden Menuju Pelukan Bunda
Sering kali kita mungkin tidak buta secara fisik, tetapi hati kita dapat menjadi buta karena kesombongan, luka batin, iri hati, atau kekecewaan hidup. Akibatnya, kita kehilangan kemampuan untuk melihat kebaikan Tuhan yang sebenarnya masih bekerja dalam hidup kita setiap hari.
Saudari dan saudara yang terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk sungguh mengecap kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Jangan sampai hati kita menjadi hambar karena terlalu dipenuhi keluhan, ketakutan, dan keinginan duniawi.
Orang yang sungguh mengecap kasih Tuhan akan memiliki mata hati yang baru untuk melihat hidup dengan syukur dan iman.
Marilah kita belajar seperti Bartimeus yang tetap berseru kepada Tuhan di tengah keterbatasannya dan berani mengikuti-Nya setelah mengalami kasih-Nya. Sebab ketika seseorang sungguh mengecap kebaikan Tuhan, ia tidak akan tinggal diam di “pinggir jalan” kehidupannya, tetapi akan bangkit, berjalan, dan menjadi saksi hidup bagi kasih Tuhan di tengah dunia.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pentakosta: Membakar Dosa, Menyalakan Rahmat
Petikan BUSA-H untuk kita #28/05/26:
”Jangan biarkan hati menjadi hambar, tetapi biarkanlah hati terus diperbarui dengan mengecap kebaikan Tuhan yang tak terbatas.”
”Ketika seseorang sungguh mengecap kebaikan Tuhan, ia tidak akan terus duduk di pinggir jalan kehidupannya, tetapi bangkit dan berjalan bersama Tuhan.”
”Hati yang dipenuhi keluhan akan kehilangan rasa syukur, tetapi hati yang mengecap kasih Tuhan akan selalu menemukan harapan.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





