BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tuhan Selalu Memberi yang Baru
Senin, 16 Maret 2026. Hari Biasa Pekan IV Prapaskah. Kitab Yesaya 65:17-21; Yohanes 4:43-54
Oleh: Rd.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih. Pada Masa Prapaskah kita selalu diajak untuk melihat dosa, bertobat, dan memperbaiki diri. Itu berarti kita menengok kembali masa lalu kita.
Namun hari ini, Tuhan justru menegaskan sesuatu yang jarang kita renungkan bahwa Prapaskah bukan hanya soal melihat ke belakang, tetapi juga kesempatan untuk menyiapkan masa depan yang baru.
Dalam Kitab Yesaya dikatakan, “Sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru.” Artinya, hidup kita bukan hanya tentang memperbaiki masa lalu, tetapi juga tentang berani mempercayai masa depan yang Tuhan siapkan, bahkan ketika keadaan sekarang masih terasa gelap.
Namun masalahnya, kita sering terlalu larut dalam masa lalu. Kita membawa luka lama, kegagalan lama, bahkan dosa lama, lalu kita merasa hidup kita tidak akan berubah. Akhirnya kita menjadi sulit melangkah maju, sulit melepaskan diri dari apa yang pernah terjadi.
Baca Juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dunia Tidak Berubah Tanpa Perubahan Hati
Banyak orang hidup dengan kalimat batin seperti ini: “Saya memang begini dari dulu.” Atau, “Keluarga saya dari dulu memang selalu penuh masalah.” Tanpa sadar kita mengunci diri terhadap kemungkinan hidup yang baru, yang sebenarnya bisa menjadi lebih baik.
Padahal Tuhan berkata melalui Nabi Yesaya, “Yang dahulu tidak akan diingat lagi.” Bukan karena Tuhan lupa, tetapi karena Tuhan ingin membuka kehidupan yang sungguh baru bagi kita.
Hal ini terlihat dalam kisah seorang pegawai istana yang anaknya sakit keras. Ia datang kepada Yesus dengan putus asa dan berkata, “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Permintaannya sebenarnya sederhana: ia ingin Yesus datang langsung, melihat, menyentuh, dan menyembuhkan anaknya.
Ia menginginkan kepastian yang bisa dilihat dengan mata. Namun Yesus tidak melakukan itu. Yesus hanya berkata, “Pergilah, anakmu hidup.” Tidak ada mukjizat yang dramatis. Tidak ada kunjungan ke rumahnya. Hanya sebuah kata.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bukan Kesombongan Melainkan Kerendahan Hati
Di sinilah sesuatu yang menarik terjadi. Pegawai itu pulang hanya berpegang pada kata Yesus. Ia berjalan pulang dengan harapan yang belum terlihat. Baru di tengah perjalanan ia mengetahui bahwa anaknya benar-benar sembuh.
Di sini kita menemukan sesuatu yang sering terlupakan dalam hidup: Tuhan sering bekerja sebelum kita melihat hasilnya. Mukjizat sudah terjadi, tetapi kita masih berada dalam perjalanan pulang.
Pegawai itu berjalan pulang dengan campuran harapan dan kecemasan. Namun justru dalam perjalanan itulah sesuatu yang baru terjadi: anaknya hidup.
Saudari dan saudara terkasih, banyak orang zaman sekarang larut dalam masa lalu sehingga mudah dipenuhi kebencian dan amarah. Di sisi lain, kita juga sering seperti pegawai istana itu. Kita berdoa untuk keluarga, kesehatan, atau pekerjaan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menata Hati, Menghidupi Kasih
Namun setelah berdoa, kita masih ragu apakah doa itu sungguh akan membawa perubahan. Kita sering bertanya dalam hati: apakah Tuhan benar-benar mendengarkan doa saya? Karena itu kita menjadi enggan melangkah maju dengan percaya bahwa Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru.
Padahal perubahan yang Tuhan kerjakan sering kali berjalan perlahan, dalam harapan yang kita gantungkan kepada-Nya. Ketika kita sungguh percaya, iman itu bahkan bisa menular kepada orang lain.
Seperti pegawai istana itu: ketika ia melihat anaknya hidup, ia dan seluruh keluarganya menjadi percaya. Mukjizat yang Tuhan kerjakan bukan hanya menyembuhkan seorang anak, tetapi juga mengubah seluruh keluarga. Dari satu kata Yesus, lahirlah kehidupan baru bagi satu rumah.
Maka dalam Masa Prapaskah yang tinggal separuh ini, kita diajak untuk semakin melihat ke depan. Di depan kita ada Paskah, tanda kehidupan yang baru. Mungkin kita masih membawa doa yang belum terjawab, masalah yang terasa lama belum selesai, atau harapan yang belum terwujud.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menghadap Tuhan, Bukan Membelakangi-Nya
Tetapi hidup kita terus berjalan, dan dalam perjalanan itu kita dipanggil untuk tetap percaya. Mungkin kita belum melihat hasilnya. Namun Tuhan sudah mulai bekerja. Karena itu mari kita terus melangkah ke depan dengan tenang. Dalam perjalanan itulah Tuhan perlahan-lahan mengubah hidup kita menjadi baru.
Petikan BUSA-H
”Tuhan tidak hanya mengampuni masa lalu kita, tetapi juga sedang menyiapkan masa depan yang baru bagi hidup kita.”
”Iman sejati adalah berani melangkah pulang dengan percaya pada sabda Tuhan, bahkan ketika hasilnya belum terlihat.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bijaksana dan Benar: Tidak Satu Pun Akan Ditiadakan
“Ketika kita tetap berharap dan melangkah pasti ke depan, perlahan-lahan Tuhan mengubah hidup kita dan membawa terang bagi kita serta seluruh isi rumah kita.”
Tuhan memberkati kita.#rd.fd





