Puluhan Miliar Belanja Pesta Sambut Baru di Sikka, Wabup Sikka; Ingatkan Hakekat Sakramen
MAUMERE,dewadet.com-Di tengah perekonomian nasional yang sedang sulit, warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur membelanjakan uang puluhan miliar rupiah untuk perayaan syukuran Sambut Baru atau Komuni Pertama yang akan berlangsung serentak di Keuskupan Maumere, Minggu 7 Juli 2026.
Keterangan dihimpun menyebutkan sekitar 5.300-an murid sekolah dasar pada 42 Paroki di Keuskupan Maumere akan menerima Komuni Pertama.
Bila setiap rumah tangga orang tua anak Sambut Baru mengeluarkan biaya rata-rata sekitar Rp 10 juta untuk belanja berbagai kebutuhan perayaan syukuran, ditaksasi total pengeluaran sekitar Rp 53 miliar.
Pengeluaran terbesar untuk konsumsi dan pesta. Kebanyakan warga menyembelih babi, sapi dan sangat sedikit yang menyembelih ayam, Ada juga menggelar pesta menyewa tenda, sound system hingga genset. Harga seekor babi ukuran sedang sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 jutaan.
Baca juga:Romo Hans Montero Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka Gantikan Mgr. Frans Kopong Kung
Bahkan ada juga keluarga menjadikan momentum ini dengan adat masyarakat setempat yang membawa kuda. Saat ini harga seekor kuda paling murah Rp 9 jutaan.
Di saat perayaan masal ini, harga bumbu dapur naik dalam sepekan ini di Pasar Alok Kota Maumere. Bawang merah, salah satu contohnya, pada awal pekan ini dijual Rp 40 ribu perkilogram, pada Jumat 5 Juni 2026, harganya naik Rp 10 ribu menjadi Rp 50 ribu perkilogram.
Pesta syukuran Sambut Baru telah menjadi trend sekitar 20-an tahun terakhir dari sebelumnya yang dirayakan sederhana di dalam lingkungan keluarga terdekat. Tapi kini, ada rumah tangga menyiapkan bertahun merayakan syukuran ini.
Komuni serentak memasuki tahun ketiga, salah satu alasannya untuk menghindari perayaan pesta oleh para orang tua anak yang menerima komuni pertama. Dari sebelumnya, jadwal penerimaan komuni pertama ditetapkan oleh masing-masing paroki.
Baca juga:Legio Maria Keuskupan Maumere Ziarah ke Paroki Ili
Meski Komuni Pertama sudah dilaksanakan serentak, belum bisa menghindari syukuran pesta.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi mengimbau warga agar tidak melakukan pesta secara berlebihan. Ia minta perayaan ini disederhanakan disesuaikan dengan kondisi perekonomian rumah tanagga, negara dan daerah yang sedang sulit.
“Saya berharap warga tidak merayakan pesta berlebihan, sesuaikan saja dengan kemampuan kita masing-masing,” pinta Simon.
Hakekat perayaan Komuni Pertama menurut Simon adalah menerima Sakramen, bukan pada kemeriahan yang berlebihan yang menguras pendapatan keluarga.
Baca juga:Paus Leo XIV Respon Positif Ajakan Menteri Agama Kunjungi Indonesia
Simon juga menyerukan warga menjaga ketertiban dan keamanan di masyaraat selama perayaan berlansung. *





