Presiden Prabowo Kirim Sapi Kurban 815 Kg untuk Umat Muslim Waipare
MAUMERE,dewadet.com-Presiden RI, Prabowo Subianto, mengirimkan hewan kurban seekor sapi jenis Simental seberat 815 Kg untuk umat muslim Masjid Ar-Rahman Waipare di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.
Sapi seharga Rp 90 juta didatangkan dari Kecamatam Amarasi, Kabupaten Kupang beberapa hari yang lalu. Pada hari Rabu siang, 4 Juni 2025, sapi tersebut diserahkan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, kepada imam masjid SWaipare kelak disembelih dalam perayaan Idul Adha, Jumat 6 Juni 2025.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, mengatakan sapi bantuan untuk hewan kurban ditetapkan berat minimal 800 Kg. Sapi seberat ini didak ada di Kabupaten Sikka, sehingga Dinas Peternakan Provinis NTT mengirimnya dari Kupang.
“Sapi jenis Simental bantuan Bapak Presiden Prabowo beratnya 815 kg, usianya lima tahun. Di Sikka belum ada peternak sapi yang memelihara sapi sampai seberat ini, sehingga didatangkan dari Kupang,” kata Jemi Sadipun, sapaan Yohanes Emil Satriawan.
Baca juga:Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rekomendasikan Vaksin Avac untuk Penyakit Demam Babi Afrika
Sulitnya menemukan sapi seberat 800 kg ke atas di Sikka, kata Jemi Sadipun, karena kebanyakan peternak sapi enggan memeliharnya lebih lama. Berat sapi masksimal di Sikka berkisar 400-500 Kg untuk jenis sapi Bali dengan masa pemeliharaan selama 4 tahun keatas.
“Peternak sapi di Sikka umumnya menjual sapi usia muda 1,5 tahun keatas. Tuntutan kebutuhan dan pakan ternak kadangkala memaksa petani menjual sapi lebih cepat,” imbuh Jemi Sadipun didampingi Pengawas Bibit Ternak Dinas Pertanian Sikka, Rudolfus Yunandi.
Semenjak adanya program Gertak Birahi pada 2014 melalui kawin suntik atau inseminasi buatan, usaha peternakkan sapi di Sikka lumayan baik. Saat ini tercatat populasi sapi sebanyak 24.222 ekor tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Sikka.
“Program inseminasi buatan diberikan gratis kepada peternak. Kami menyediakan untuk jenis sapi Limousin, Simental dan Berangus.” pungkas Jemi Sadipun. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





