Kamis, 11 Juni 2026. Peringatan Wajib St. Barnabas, Rasul. Kisah Para Rasul 11:21b-26;13:1-3; Matius 10:7-13.

Oleh: RD. Fidelis Dua  

SAUDARI dan saudara terkasih. Salah satu godaan terbesar zaman sekarang adalah keinginan untuk merasa cukup dengan diri sendiri. Kita dituntut untuk menjadi mandiri, kuat, dan mampu menyelesaikan segala sesuatu sendiri.

Tidak sedikit orang menganggap meminta bantuan sebagai tanda kelemahan. Akibatnya, banyak orang lelah memikul beban hidup sendirian, meskipun di sekelilingnya ada banyak tangan yang siap menolong.

Menarik bahwa Santo Barnabas yang kita peringati hari ini justru memberikan pelajaran yang berbeda. Dalam bacaan pertama dikisahkan bahwa banyak orang mulai percaya kepada Tuhan di Antiokhia. Barnabas diutus ke sana dan melihat karya Allah yang sedang bertumbuh.

Namun, ia tidak berpikir bahwa dirinya mampu melakukan semuanya sendiri. Ia pergi mencari Saulus di Tarsus dan mengajaknya bergabung dalam pelayanan. Barnabas menyadari bahwa karya Allah jauh lebih besar daripada kemampuan satu orang. Ia cukup rendah hati untuk mengakui bahwa ia membutuhkan orang lain.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman Bukan Soal Memilih, Melainkan Satu Hati, Satu Tuhan

Di sinilah letak keindahan Barnabas. Ia tidak takut kehilangan peran. Ia tidak takut berbagi panggung. Ia tidak merasa tersaingi oleh Saulus yang kelak menjadi Rasul Paulus yang jauh lebih terkenal darinya. Barnabas memahami bahwa tujuan pelayanan bukan membuat diri sendiri semakin besar, melainkan membuat Kerajaan Allah semakin bertumbuh.

Orang yang sungguh dewasa dalam iman tidak sibuk mempertahankan namanya sendiri, tetapi bersukacita melihat Tuhan berkarya melalui siapa saja.

Sikap yang sama tampak dalam Injil hari ini. Yesus mengutus para murid tanpa emas, tanpa perak, tanpa bekal yang berlebihan. Perintah ini bukan ajakan untuk hidup ceroboh. Yesus sedang mengajar para murid agar mereka tidak menggantungkan diri pada apa yang dimiliki. Mereka diutus untuk belajar percaya.

Mereka menerima kasih karunia dengan cuma-cuma, maka mereka pun harus memberi dengan cuma-cuma. Mereka belajar bahwa sumber kekuatan pelayanan bukan terletak pada banyaknya bekal yang dibawa, melainkan pada Tuhan yang mengutus mereka.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Janda, Garam dan Pelita yang Terlupakan

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak dimaksudkan untuk dijalani sendirian. Kita membutuhkan Tuhan, dan kita juga membutuhkan sesama. Tidak semua persoalan harus kita tanggung sendiri. Tidak semua beban harus kita pikul sendiri. Ada saatnya kita seperti Barnabas yang berani berkata, “Aku membutuhkan bantuan.” Ada saatnya pula kita seperti Paulus yang bersedia datang dan berjalan bersama.

Santo Barnabas mengajarkan bahwa kerendahan hati bukan hanya keberanian untuk memberi, tetapi juga keberanian untuk menerima. Dan, sering kali, karya-karya besar Tuhan lahir bukan dari orang-orang yang merasa cukup dengan dirinya sendiri, melainkan dari orang-orang yang bersedia berjalan bersama Tuhan dan sesamanya.

Petikan BUSA-H untuk kita #11/06/26

“Orang yang dewasa dalam iman tidak sibuk menjadi yang terbesar, tetapi bersukacita melihat Tuhan berkarya melalui siapa saja.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pegang Tuhan, Pasti Bahagia

“Tidak semua beban harus dipikul sendiri; Tuhan sering menolong kita melalui kehadiran sesama.”

“Kerendahan hati bukan hanya keberanian untuk memberi, tetapi juga keberanian untuk menerima.”

“Karya Allah selalu lebih besar daripada kemampuan satu orang.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan