Wakil Bupati Sikka, OrangTuah Asuh Perdana untuk Anak Yapenthom
MAUMERE,dewadet.com-Terobosan mengatasi kesulitan uang sekolah bagi peserta didik yang kurang beruntung di Yayasan Pendidikan Thomas (Yapenthom) Maumere melalui orangtua asuh mendapat respon positif dari para calon orang tua asuh.
Mantan alumni SMPK Yapenthom II, Simon Subandi yang kini menjabat Wakil Bupati Sikka menjadi orangtua asuh pertama bagi peserta didik di sekolah yayasan tersebut. Keterlibatanya merupakan wajud tanggungjawab kepada almamater.
Sekretaris Yapenthom, Vicky da Gomez menjelaskan program ini diharapkan bisa mengatasi hambatan uang sekolah yang dialami kebanyakan peserta didik di yayasan ini. Umumnya mereka berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah yang sering kesulitan membayar uang sekolah.
“Sebelum tahun ajaran baru, kami pengurus yayasan melakukan supervisi ke sekolah-sekolah. Kendala paling besar yang kami temukan adalah tunggakan uang sekolah,” kata Vicky.
Baca juga:Thomas Boleh Turun Taktha dan Masuk Penjara Tapi Yapenthom Tetap Hidup
Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi yang menjadi orangtua asuh yang pertama bagi para pelajar.
“Kami sampaikan terima kasih banyak kepada Pak Simon Subandi yang merespon program orangtua asuh merintis program masa depan anak Sikka. Semoga masih ada lagi yang menyusul,” harap Vicky.
Model keberpihakan orang tua asuh, menurut Vicky, yakni menyediakan biaya pendidikan yang disalurkan kepada yayasan, selanjutnya yayasan meneruskan ke sekolah yang mengatur peserta didik yang berhak mendapatkanya.
Vicky berharapa masih ada warga Maumere maupun yang berada di luar Kabupaten Sikka merespon program orangtua asuh untuk membantu peserta didik yang kurang mampu.
Baca juga:Raja Don Thomas: Legacy Satu Sen dari Sekilogram Kopra Berharga Mencerdaskan Warga Sikka
“Seberapa saja yang mereka bisa bantu menjadi orangtua asuh, itu yang nanti kami kembalikan ke sekolah. Kami akan pertanggungjawabkan pemanfaatanya secara transparan bagi masa depan peserta didik,” katanya.
Ketua Yapenthom, Ricky Mane Pareira, banyak peserta didik di yayasan tersebut menunggak uang sekolah. Bahkan sampai menyelesaikan pendidikanya, uang sekolah masih ditunggak.
“Tunggakan uang sekolah bisa mencapai Rp 400-500-an juta. Kami berprinsip jangan sampai pendidikan anak-anak kita putus di tengah jalan, hanya karena orangtua tidak mampu bayar uang sekolah,” kata Ricky.
Simon Subandi dihubungi Rabu siang, 28 Juli 2026, mengakui merespon baik program orang tua asuh. Ia berharap warga Sikka yang ada di Maumere maupun di luar berpartisipasi dalam program ini.
Baca juga:Yapenthom Rayakan HUT ke-79, Sekolah Pertama di Sikka Didirikan Raja Sikka
“Semoga program ini bisa mengatasi kesulitan uang sekolah yang sering dialami oleh anak-anak,” kata Simon.
Simon menyelesaikan pendidikan kelas III di SMPK Yapenthom II tahun 1980. Sedangkan kelas I dan II di SMP Negeri Nita. Pendidikan SMA dijalani di SMAK Santo Gabriel Maumere meraih rangking satu. Studi sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Yapenthom memasuki usia 79 tahun pada 1 Agustus 2026 digagas dan didirikan Raja Sikka, Don Thomas Ximenes da Silva. Lembaga ini ijni mengelola tiga SMP yakni SMP Yapentho I, SMP Yapethom II, SMPK Santo Yohanes Nelle, dan SMKS Yohanes XXIII.
SMP Yapenthom (I) bermula dari Sekolah Rendah Istimewa (SRI) dalam Bahasa Belanda bernama “Algemene de Lagerschool (ALS). Sekolah ini berlokasi di SDK Maumere I (kini). Dari lokasi pertama pindah lokasi di kompleks Biara SSpS, sebelum pindah ke lokasi yang sekarang kawasan Yapenthom Maumere.*



