BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Hati yang Tidak Pernah Menyerah
Jumat, 12 Juni 2026. Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Kitab Ulangan 7:6-11; Surat Pertama Rasul Yohanes 4:7-16; Matius 11:25-30.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih, adakah saat ini hati kita sedang merasa lelah? Tidak semua luka tampak pada wajah, dan tidak semua keletihan terlihat pada tubuh. Mungkin tampak dari luar, tak kelihatan kelelahan itu, tetapi diam-diam sedang memikul beban yang berat di dalam diri. Ada beban keluarga, pekerjaan, pelayanan, kesehatan, masa depan, kekecewaan, bahkan luka yang telah lama disimpan. Ironisnya, semakin dewasa seseorang, semakin pandai pula ia menyembunyikan keletihannya.
Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus mengajak kita berhenti sejenak dan merenungkan satu pertanyaan yang sangat pribadi: beban apa yang selama ini masih saya pikul sendirian dan belum sungguh-sungguh saya serahkan kepada Hati Yesus?
Bacaan pertama dari Kitab Ulangan memperlihatkan sesuatu yang sangat indah. Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka dipilih oleh Allah bukan karena mereka bangsa terbesar atau terkuat. Justru sebaliknya. Mereka dipilih karena Allah mengasihi mereka dan setia pada janji-Nya.
Di sinilah letak rahasia hati Allah. Kasih-Nya tidak lahir dari kehebatan orang yang dikasihi, melainkan dari kebaikan-Nya sendiri. Dunia sering mencintai karena menemukan sesuatu yang menarik. Allah mencintai lebih dahulu, bahkan sebelum menemukan sesuatu yang pantas untuk dicintai. Hati Allah tidak mencari kesempurnaan; Hati-Nya menciptakan harapan bagi yang lemah.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tidak Semua Hal Harus Kita Kerjakan Sendiri
Pemahaman itu diperdalam oleh Rasul Yohanes dalam bacaan kedua. Ia tidak berkata bahwa Allah memiliki kasih. Ia berkata, “Allah adalah kasih.” Artinya, kasih bukan hanya salah satu sifat Allah. Kasih adalah jantung keberadaan-Nya. Karena itu, siapa yang tinggal dalam kasih, tinggal dalam Allah. Dan siapa yang tinggal dalam Allah akan mampu mengasihi melampaui ukuran dirinya sendiri.
Di sinilah keagungan Hati Yesus. Allah bukan hanya berbicara mengenai kasih. Allah mengambil hati manusia dalam diri Yesus Kristus agar kasih itu dapat dilihat, disentuh, dan dialami.
Injil hari ini membawa kita masuk ke inti perayaan ini. Yesus berseru, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, karena misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang-orang kecil.” Menarik bahwa Yesus tidak mengatakan orang-orang pintar tidak dapat mengenal Allah. Yang menjadi masalah bukan kepintaran, melainkan hati yang merasa tidak membutuhkan Allah.
Orang kecil adalah mereka yang tetap menyadari keterbatasannya, yang tidak malu datang kepada Tuhan dengan tangan kosong, yang tidak berpura-pura kuat di hadapan-Nya. Kerajaan Allah lebih mudah masuk ke dalam hati yang terbuka daripada ke dalam hati yang merasa sudah memiliki segalanya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman Bukan Soal Memilih, Melainkan Satu Hati, Satu Tuhan
Sesudah itu Yesus mengucapkan salah satu kalimat paling menghibur dalam seluruh Injil: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.”
Perhatikan bahwa Yesus tidak berkata, “Selesaikan dahulu semua persoalanmu, lalu datanglah kepada-Ku.” Ia mengundang kita datang dengan segala kelelahan, luka, dan pergumulan yang kita miliki. Hati Yesus bukan tempat penghakiman, melainkan tempat peristirahatan. Hati-Nya adalah rumah bagi jiwa yang lelah.
Saudari dan saudara terkasih, hari ini Gereja juga merayakan Hari Doa Sedunia untuk Pengudusan Para Imam. Para imam dipanggil untuk menghadirkan Hati Kristus bagi dunia: hati yang mendengarkan, mengampuni, menghibur, dan mengasihi.
Namun, tugas itu terlalu besar jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Karena itu, para imam membutuhkan doa seluruh umat agar semakin menyerupai Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Janda, Garam dan Pelita yang Terlupakan
Santa Teresa dari Ávila pernah mengingatkan bahwa Kristus tidak memiliki hati lain di bumi selain hati kita untuk mengasihi. Betapa menakjubkannya bahwa Allah mempercayakan kasih-Nya kepada hati kita yang rapuh ini.
Karena itu, kita membutuhkan rahmat-Nya setiap hari. Kita tidak mungkin mengasihi seperti Kristus tanpa tinggal dekat dengan Hati-Nya. Maka pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus ini, marilah kita datang kepada-Nya dengan segala beban yang kita bawa. Jangan takut membawa kelemahan kita kepada Tuhan.
Hati Yesus tidak pernah lelah menerima. Hati Yesus tidak pernah menyerah atas hidup kita. Dan sering kali, rahmat terbesar bukanlah hilangnya semua persoalan, melainkan menemukan bahwa di tengah semua persoalan itu, kita tidak pernah berjalan sendirian.
Petikan BUSA-H untuk kita #12/06/26@:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pegang Tuhan, Pasti Bahagia
“Hati Yesus tidak mencari kesempurnaan; Hati-Nya menciptakan harapan bagi yang lemah.”
“Kerajaan Allah lebih mudah masuk ke dalam hati yang terbuka daripada ke dalam hati yang merasa sudah memiliki segalanya.”
“Yesus tidak menunggu kita kuat untuk datang kepada-Nya; Ia mengundang kita datang dengan segala kelemahan yang kita miliki.”
“Hati Yesus tidak pernah menyerah atas hidup kita.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





