Janda dan Ibu RT Dapur MBG Ditutup Mengadu ke Kejari Sikka, Kasi Intel: Sudah Pulbaket

Kantor Kejaksaan Negeri Sikka di Kota Maumere, Jumat malam 17 Oktober 2025.  (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Sejumlah orang relawan dari kalangan janda, ibu rumah tangga dan pekerja serabutan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadu kepada Kejaksaan Negri Maumere.

Sudah dua bulan lebih, para relawan ini tak lagi bekerja semenjak penutupan sementara dapur SPPG di Kecamatan Alok Barat sektar 28 April 2026 dan masih berlagsung sampai saat ini.

Penutupan dapur tersebut ditengarai fasilitas pengolahan limbah Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Alok Barat yang diduga kurang memenuhi syaray.

Pemilik dapur juga telah mengganti fasilitas pengolahan limbah yang modern, tapi operasional dapur tersebut masih ditutup sampai hari-hari ini.

Baca juga:Istri AWK Investor Dapur SPPG 3T di Sikka, Ada SPK dengan Penyedia Jasa

Semenjak penutupan operasional dapur tersebut, para relawan yang direkrut dari warga sekitar lokasi SPPG tersebut berhenti aktivitas di dapur SPPG Alok Barat. Mereka tidak bisa memperoleh penghasilan lagi.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negri Sikka, Okky Prasetyo membenarkan pengaduan dari para relawan SPPG tersebut.

“Terkait nasib relawaan SPPG karena SPPG dinonaktifkan sementara,” tulis Okky Prasetyo melalui pesan WhatsApp  kepada wartawan, Senin siang 22 Juni 2026.

Okky menambahkan” Kita sudah melakukan puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan keterangan.”

Baca juga:Dapur MBG Tak Mengepul, Pemilik Terima Transfer Rp 500 Juta Tak Berani Gunakan

Sebelumnya diberitakan salah satu dari 17 SPPG di Kabupaten Sikka bermasalah pengolohan limbah MBG dihentikan sementara operasionalnya sejak akhir bulan April 2026.

Meskipun pemilik dapur sudah memperbaiki fasilitas pengolahan limbah mengunakan fasilitas modern, operasional dapur tersebut masih ditutup operasionalnya sampai saat ini.

Belum diperoleh informasi lebih lanjut alasan penutupan yang masih berlangsung itu.

Diberitakan sebelumnya, carut marut program MBG di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT mulai terkuak.

Baca juga:Senator AWK Laporkan Rekanan Proyek Dapur SPPG ke Polres Sikka, Dian Dado: AWK Bukan Investor

Salah satu dari 17 SPPG di Kecamatan Alok Barat, pinggiran Kota Maumere berhenti mengepul atau dihentikan operasionalnya sejak akhir bulan April 2026  karena masalah instalasi pengolahan limbah MBG.

Meski berhenti memberikan pelayanan kepada para penerima manfaat, pemilik dapur masih menerima transfer uang dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemilik dapur tak  berani menggunakang uang yang parkir di rekeningnya sekitar Rp 500 juta lebih, karena tidak mendistribusikan MBG kepada penerima manfaat.

“Itu (dana) dari sebelum penutupan IPAL (pengolahan limbah) itu tetap jalan terus dananya sampai hari ini. Sampai sekarang itu ada sekitar Rp 500 juta. Jadi uang itu kan tetap ngendap di sana,” kata sumber yang minta tak disebut identitasnya, Senin siang 22 Juni 2026. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan