Dapur MBG Tak Mengepul, Pemilik Terima Transfer Rp 500 Juta Tak Berani Gunakan

Salah satu SPPG di Kabupaten Sikka, Pulau Flores. (dewadet.com/eginius moa)

MAUMERE,dewadet.com-Carut marut program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai terkuak.

Salah satu dari 17 Satuan Pengelola Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Alok Barat, pinggiran Kota Maumere berhenti mengepul atau dihentikan operasionalnya sejak akhir bulan April 2026  karena masalah instalasi pengolahan limbah MBG.

Meski berhenti memberikan pelayanan kepada para penerima manfaat, pemilik dapur  masih menerima transfer uang dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemilik dapur tak  berani menggunakang uang yang parkir di rekeningnya sekitar Rp 500 juta lebih, karena tidak mendistribusikan MBG kepada penerima manfaat.

Baca juga:Istri AWK Investor Dapur SPPG 3T di Sikka, Ada SPK dengan Penyedia Jasa

“Itu (dana) dari sebelum penutupan IPAL (pengolahan limbah) itu tetap jalan terus dananya sampai hari ini. Sampai sekarang itu ada sekitar Rp 500 juta. Jadi uang itu kan tetap ngendap di sana,” kata sumber yang minta tak disebut identitasnya, Senin siang 22 Juni 2026.

“Kami tidak berani. Kalau kita bergerak tanpa ada kegiatan itu kan aneh, toh? Iya, itu kan aneh. Lalu mereka mengirim uang, padahal mereka menegur untuk menutup ini (SPPG),” beber sumber kepada wartawan lagi.

Ia mengatakan bahwa Kepala SPPG tahu keadaan ini. Sumber tersebut menyilahkan wartawan menghubungi SPPG.  “Dia tahulah. Kalau ada dana itu dia tahu,” katanya lagi.

Begini rekaman dialog wartawan dengan sumber.  Ia  (SPPG) tahu. lalu kenapa uang dikiriim terus… kan om tidak kerja, kok mereka kirim duit?

Baca juga:Hanya Satu dari 17 SPPG di Sikka Punya Ipal Modern, Pisahkan Limbah Air dan Lemak

Ya, itu kita tidak tahu, toh. Itu dari BGN, toh.  Dari mereka. Dari BGN, ya? Aa… dari BGN.

Kepala SPPG Kecamatan Alok Barat dihubungi Senin siang belum memberikan klarifikasi mengenai dana yang terus ditransfer meski SPPG tersebut tidak mendistribusikan MBG kepada penerima manfaat.

“Kami masih pertemuan,” bunyi pesan singkat Kepala SPPG tersebut.

Sementara Korwil SPPG Kabupaten Sikka, Eginius Djara, belum merespon ketika dihubungi melalui telpon dan pertanyaan melalui WhatsApp. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan