ENDE, dewadet.com-Lima orang perempuan asal berbagai daerah di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terjaring razia prostitusi online oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ende di  rumah kos milik seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Puskesmas di Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, Senin malam 13 Juli 2026.

Kelima orang diamankan yakni SO (19), BKS (19) dan VGN (16) asal Kabupaten Ngada,  KPU (18) asal Kabupaten Lembata, dan CAJN (18) asal Kabupaten Manggarai. Hasil transaksi seksual ini diberikan kepada NA pemilik kos seorang ASN Puskesmas di Kota Ende, dan Umi sang mucikari.

Kepala Satpol PP Kabupaten Ende, Ibrahim, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat. Mereka resah dengan aktivitas di rumah kos milik NA, ASN yang bertugas di salah satu Puskesmas di Kota Ende.

“Pemantauan dilakukan sejak 10 Juli 2026, kami temukan dugaan praktik prostitusi di rumah kos tersebut. Tanggal 13 Juli sekitar pukul 22.00 Wita kami melakukan penggerebekan dan mengamankan lima perempuan,” kata Ibrahim.

Baca juga:PSK, Kondom, Obat Batuk dan Minuman Ringan Bikin Kuat Begadang, Razia Prostitusi di Maumere

Menurut keterangan kelima perempuan tersebut, praktik prostitusi tersebut  dikoordinasikan seorang perempuan mucikari yang disapa Umi.

Tugas Umi, menghubungkan para perempuan tersebut dengan pelanggan. Mereka memasang tarif berkisar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu. Dari setiap transaksi itu, Umi menerima komisi Rp 50 ribu.

Sedangkan sisa uang transaksi diserahkan kepada pemilik  kos, NA sebagai biaya kos yang telah disepakati Rp 2.250.000. Mereka juga tersebut mengaku dibebankan target pendapatan harian Rp 1 juta.

Satpol PP telah melayangkan surat panggilan kepada NA dan Umi untuk dimintai klarifikasi. Namun, keduanya tidak memenuhi panggilan yang dijadwalkan pada Rabu (15/7/2026).

Baca juga:Kondom Bekas di PJC, Pria Bertato sampai Grup Layanan, Temuan Prostitusi Remaja di Kota Maumere   

“Kami sudah panggil Ibu NA dan Umi, namun keduanya tidak hadir memenuhi panggilan,” katanya.

Kelima perempuan tersebut juga diperiksa kesehatan di Puskesmas Onekore. Menurut hasil pemeriksaan, satu orang menderita sifilis, tiga orang hasil reaktif sifilis yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, dan satu orang diketahui sedang hamil. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan