Belum Ditemukan Penumpang KM Lambelu Cebur ke Laut
MAUMERE, dewadet,com- Nataniel Emanual Siola Guna (40), penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu menceburkan diri ke laut, Selasa malam 14 Juli 2026 di sekitar Peraiaran Pulau Pemana (bukan Marpokot, Kabupaten Nagekeo) belum ditemukan dalam operasi SAR oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Rabu 15 Juli 2026.
Musibah ini menurut informasi yang diterima 15 Juli 2026 sekitar pukul 12.30 Wita dari Ibu Nuben Dasilva, relawan Palang Merah Indonesia (PMI).
Siaran pers Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Rabu malam menyebutkan lokasi kejadian berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut informasi yang diterima Basarnas Maumere, tanggal 15 Juli 2026 sekitar pukul 01.19 WITA, penumpang KM Pelni melaporkan adanya seorang diduga melompat ke laut.
Baca juga:Korban Dilindas Roda Alat Berat di Pelabuhan Lorens Say Teriak Histeris, Operator Hentikan Kendaraan
Informasi tersebut diteruskan ke anjungan. Mualim Jaga menekan tombol Man Overboard (MOB) pada ECDIS dan melaporkan kejadian kepada nakhoda.
Selanjutnya Nakhoda mengambil alih komando dan mengarahkan kapal melakukan manuver pencarian di lokasi terakhir korban terlihat. Selain juga menyebarkan informasi melalui Radio VHF Kanal 16 kepada kapal-kapal di sekitar lokasi.
Setelah melakukan pencarian sekitar satu jam, korban tak ditemukan. Kapal melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan tujuan.
Diberitakan seorang penumpang Kapal Motor (KM)Lambelu asal Desa Oe Sayang Watalolong, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nataniel Emanuel Siola Guna, diduga melompat ke laut di sekitar wilayah peraran Marpokot, Kabupaten Nagekeo.
Baca juga:Penumpang KM Lambelu asal Flores Timur Cebur ke Laut
Korban mengikuti pelayaran dari Pelabuhan Baubau ke Pelabuhan Lorens Say Maumere, Rabu 15 Juli 2026 dini hari.
“Penumpang itu warga dari Adonara tengah, tadi lompat dari kapal di perairan Marpokot saat kapal dari Baubau menuju Maumere,” ungkap Nona Benta Da Silva, salah satu penumpang kapal KM Lambelu, Rabu pagi.
Nona Benta menuturrkan, penumpang yang terjun ke laut itu merupakan salah satu tenaga kerja yang pernah berkerja di Kalimantan Timur. Dia rencananya pulang kampung untuk menemui istri dan anak-anak.
“Indentitas korban baru kami ketahui dari ras tangsel hitam miliknya yang tertinggal di atas kapal,” papar Noben.
Pada 15 Juli 2026, Kantor SAR Maumere berkoordinasi dengan unsur Potensi SAR di wilayah kerja, yaitu Lanal Maumere, Polres Sikka, KSOP Maumere, PT Pelni, dan keluarga korban.
Tim Rescue Bersama Potensi SAR dari Kantor SAR Maumere diberangkatkan menggunakan RIB 500 PK dilengkapi peralatan SAR medis dan peralatan komunikasi menuju lokasi kejadian. Pencarian hari pertama belum menmukan korban.*





