Presiden Prabowo Anggap Ben Mboi jadi Mentornya

Ben Mboi makan bersama Prabowo Subianto. (istimewa).

DEWADET.COM-Nama Aloysius Benedictus Mboi, atau akrab disapa Ben Mboi, masih melekat kuat dalam ingatan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bahkan, mantan Gubernur NTT periode 1978-1988 itu dianggap sebagai salah satu gubernur yang menjadi mentor pemimpin dan bernegara bagi Presiden RI Prabowo Subianto, dikutip dari kompas.com

Hal itu disampaikan Prabowo dalam peluncuran buku bertajuk “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Prabowo menuturkan, ada dua hal yang dipelajari dari Ben Mboi, yakni pentingnya mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat saat menjadi seorang pemimpin.

Baca juga:Presiden Prabowo Beri Hadiah Afril Rp 50 Juta, Sukses di Paskibraka Nasional 2025

“Jadi kebijakan itu akal sehat. Kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada, semua itu akal sehat. Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan  peleset,” kata Prabowo.

“Hasilnya akan cepat kelihatan. Swasembada pangan sangat akal sehat. Swasembada pangan itu sebetulnya sangat-sangat mendasar. Mereka yang tidak paham swasembada pangan, negaranya tidak aman,” tutur dia.

Perjalanan hidup Ben Mboi yang telah wafat pada 23 Juni 2015 menjadi kisah inspiratif. Karena ia mengabdi melalui sejumlah bidang sekaligus, mulai dari kedokteran, militer hingga pemerintahan.

Anak Bangsawan yang Jual Makanan dari Rumah ke Rumah 

Baca juga:Tabola Bale Silet Open Up Ajak Presiden Prabowo Menari ternyata Almuni Seminari BSB Maumere

Dikutip dari tayangan kanal Youtube Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Ben Mboi lahir di Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada 22 Mei 1935. Putra kedua dari pasangan Mathias Mboi dan Yohanna.

Ia terlahir dari keluarga berada yang merupakan turunan darah biru atau bangsawan dari Todo Pongkor di Manggarai.

Namun kondisi tersebut tidak membuat Ben Mboi kecil mendapatkan privilege untuk memudahkan jalannya. Masa kecilnya ditempa dengan semangat juang dan disiplin tinggi.

Salah satunya, meski setiap hari bersekolah Ben Mboi kecil harus menjual makanan dari rumah ke rumah. Ini menjadi contoh nyata bahwa kemewahan terhebat seseorang bukan pada materi semata, tetapi pemikiran, gagasan, semangat, disiplin, dan karakter.

Baca juga:PGRI Flores Timur Titip Pesan untuk Presiden Prabowo, Tolong Perhatikan Guru Honor Sekolah Swasta

Dokter yang Terjun ke Medang Perang

Setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1961, Ben Mboi dikirim ke pusat militer dan menjadi dokter militer.

Kemudian, ia diutus ke Irian Barat di bawah komando Benny Moerdani pada 1962. Berkat kinerjanya yang bagus, Ben Mboi dipromosikan dari Letnan Satu menjadi Kapten.

Ia juga tercatat dalam sejarah TNI sebagai satu-satunya dokter dalam operasi Trikora tersebut. Setelah itu, ia ditugaskan ke bagian operasi di RS Militer di Jakarta.

Lalu, usai menikah dengan Dokter Nafsiah Mboi pada 1964, ia bersama sang istri dikirim ke Ende, Flores, untuk melanjutkan tugas sebagai dokter.

Baca juga:Fraksi Golkar MPR Tulis ke Presiden Prabowo Perhatikan Anggaran Pendidikan

Gubernur NTT dengan Sederet Program Unggulan

Selain mengabdi di bidang dokter dan militer, Ben Mboi melanjutkan kiprahnya dengan menjabat sebagai Gubernur NTT periode 1978-1988.

Pemprov NTT mencatat ada empat program unggulan Ben Mboi, yakni Operasi Nusa Makmur (ONM), Operasi Nusa Hijau (ONH), Operasi Nusa Sehat (ONH), dan Operasi Benah Desa.

Salah satu gebrakannya yang dikenang ialah diversifikasi dan intensifikasi pertanian menjadi tumpuan peningkatan produksi pangan dan gizi bagi rakyat NTT.

Dilansir dari Antara, Ben Mboi memobilisasi aparatnya untuk mendapatkan dukungan ekstra dari Jakarta dengan mengenalkan berbagai varietas tumbuhan dan teknologi pertanian tepat guna sekaligus berasil guna.

Baca juga:Jam Tangan Rolex dari Presiden Prabowo untuk Timnas Garuda usai Jaga Asa ke Piala Dunia

Hasil kepemimpinannya tergambarkan dari eksansi lahan pertanian dengan teknologi modern dari 5.000 hektare pada 1978 menjadi 15.0000 hektare pada 1985.

Kiriman pangan dari luar NTT pun menurun drastis. Di sisi lain, Ben Mboi juga memperbaiki dan memperpanjang jalan serta membangun pelabuhan modern di sepanjang pulau-pulau utama di NTT.

Program peningkatan pendapatan keluarga diperluas dengan ekspansi bibit hingga panen bertujuan eksport, seperti cacao, kopi dan vanila.

Ben Mboi juga dianggap berhasil bekerja dalam berbagai sektor, termasuk yang paling sulit seperti konservasi lingkungan dan hutan melalui ONH dan ONM.

Baca juga:Presiden Prabowo Kirim Sapi Kurban 815 Kg untuk Umat Muslim Waipare

Selanjutnya, program lain yang dianggap berhasil adalah peningkatan dan rasionalisasi administrasi local melalui program Operasi Benah Desa. Program tersebut sebuah inovasi dini dalam konteks Indonesia yang kemudian banyak di puji dan diikuti keluar NTT.

Benah Desa memperkuat kelembagaan demokrasi lokal di tingkat desa dan berfungsi menjernihkan informasi terkait prosedur alokasi dan pengelolaan lahan pertanian.

Tak hanya itu, pada masa kepemimpinan Ben Mboi, lahir bidang industri besar pertama di NTT yang ditandai dengan hadirnya PT Semen Kupang. Atas jasa dan gebrakannya itu, ia pernah mendapatkan “The Ramon Magsaysay Award for Government Service”, bersama sang istri Dokter Nafsiah Mboi pada 1986.

Dianugerahi Bintang Republik Indonesia Utama Pengabdian Ben Mboi kembali mendapat penghormatan dari negara pada 2025. Dilansir dari laman Sekretariat Presiden, Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama kepada almarhum Ben Mboi. Penghargaan tersebut diterima oleh ahli warisnya di Istana Negara, Jakarta, pada 25 Agustus 2025.

Baca juga:Presiden Prabowo Utus Cak Imin dan Budi Arie Hadiri Misa Pelantikan Paus Leo XIV

Hal itu diberikan atas jasa-jasanya, seperti meluncurkan program pemberantasan malaria, memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, serta mendorong pembangunan infrastruktur dan industri dasar di wilayahnya.

Gaya kepemimpinan Ben Mboi menekankan kerja keras, inovasi, dan kedekatan dengan rakyat, sehingga dikenang sebagai pemimpin yang menyeimbangkan pembangunan fisik dengan layanan sosial.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan