Presiden Prabowo Beri Hadiah Afril Rp 50 Juta, Sukses di Paskibraka Nasional 2025
MAUMERE,dewadet.com-Sukses Gregorius Paulus Afrizal dalam pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional 2025 di Istana Merdeka Jakarta, Minggu 17 Agustus 2025, mendapat apreasiasi dari Presiden RI, Prabowo Subianto yang memberikan hadiah uang tunai Rp 50 juta dan sebuah tablet.
Uang tersebut telah ditransfer Selasa, 19 Agustus 2025, akan digunakan sebagai modal usaha ibunda Afril, Magdalena Yuliana untuk menafkahi anak-anaknya menjual bakso tusuk, nasi kuning, dan jagung rebus. Sedangkan tablet hadiah dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI untuk mendukung pendidikan Afril.
“Uangnya sudah ditransfer ke rekening saya. Pak Stef Say (anggota DPRD Sikka dari Partai Gerindra) datang bertemu saya kemarin sore menyampaikan apreasi dari Bapak Presiden dan Wakil Menteri Komdigi,” kata Magdalena Yuliana, dihubungi wartawan Rabu siang 20 Agustus 2025.
Magdalena Yuliana menyampaikan terima kasih untuk pemberian bantuan uang tersebut. Padahal, dia tak pernah bermimpi mendapatkan uang sebesar itu.
Baca juga: Paulus Gregorius Afrizal Bangga Wakili NTT Kibarkan Bendera Pusaka
Uang bantuan Presiden Prabowo, diakui Magdalena akan digunakan untuk modal usahanya menghidupi Afril, sapaan Gregorius Paulus Afrizal dengan lima orang adiknya.
Beberapa waktu yang lalu, Magdalena memanfaatkan lahan kosong di depan lapangan Asrama Kodim Sikka di Jalan Soekarno-Hatta menjual nasi kuning, dan nasi merah, namun dia berhenti jual di sana karena dilarang.
Namun, pada Selasa, 19 Agustus 2025, Magdalena kembali diizinkan menggelar dagangan di bawah naungan pohon Ketapang setelah Dandi 1603 Sikka mengunjungi rumahnya di Gang Flamboyan, Iligetang, Kelurahan Beru, Kota Maumere.
Stef Say menghubungi wartawan Rabu malam membenarkan pemberian hadiah uang tunai dari Presiden Prabowo, dan sebuah tablet hadiah dari Wamen Komidigi untuk Afril. Stef Say, menemui ibunda Afril, Selasa kemarin mengabarkan pengiriman uang hadiah dari Presiden Prabowo.
Baca juga: Magdalena Tahan Air Mata, Nonton Afril di Barisan Paskibraka Penurunan Bendera di Istana Merdeka
“Kemarin saya ke rumahnya. Saya mendengar cerita ibunya tentang cara dia mendidik semua anaknya,:” kata Stef Say.
Afril, sulung dari enam bersaudara turut membantu ibunya menjual jagung bakar, nasi kuning bahkan ojek. Sementara ayahnya telah pergi meninggalkan mereka sejak beberapa waktu yang lalu, sehingga ibunya bersama Afril dan Aditya, putra yang kedua menjadi tumpuan membantunya.
Siswa kelas XI SMAK Frater Maumere tak malu bekerja apapun asalkan hal. Kata ibunya, Afril sangat displin, setiap hari waktunya dihabiskan untuk sekolah, berlatih karate dan membantu ibunya.
Ketika mengikuti verifikasi kesehatan untuk Paskibraka nasional, Magdalen yang tak punya uang terpaksa menjual kompor minyak tanah 30 sumbu seharga Rp 700 ribu. Uang penjualan kompor ini digunakan untuk biaya pemeriksaan ulang kesehatan di Maumere.
Baca juga: Berkah Jual Kompor Minyak untuk Periksa Kesehatan, Kisah Paskibraka Nasional dari Maumere
Afril lolos seleksi Paskibraka nasional mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama siswi SMAN 1 Alor, Merlin Anggreni Mausali. Afril tampil dalam kelompok 17 Paskibraka pada upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Mingggu sore 17 Agustus 2025. Sedangkan Merlin tampil dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih, hari Minggu pagi. *





