Fraksi Golkar MPR Tulis ke Presiden Prabowo Perhatikan Anggaran Pendidikan

Ketua Fraksi Golkar MPR, Melchias Markus Mekeng. (dok.dewadet.com)

MAUMERE,dewadet.com-Ketua Fraksi Golkar MPR. Melchias Markus Mekeng mengatakan Fraksi Partai Golkar melakukan langkah konkrit  menulis surat kepada Presiden RI, Prabowo Subianto supaya memperhatikan anggaran pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Melky Mekeng dalam saresehan nasional “Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2045,” di Gedung Nusantara IV MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusa, Jumat 8 Agustus 2025. Video sarasehan dibagkan kepada dewadet,com, Kamis 14 Agustus 2025.

Di kesempatan itu, Melky Mekeng mempertanyakan anggaran pendidikan Rp 724 triliun dalam APBN 2025. Anggaran itu, dialokasikan untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi Rp 91,4 triliun untuk 64 juta siswa, sedangkan anggaran kedinasan Rp 104 triliun bagi 13 ribu orang.

“Setelah saya searching dan mengumpulkan data yang lengkap bahwa anggaran untuk pendidikan menengah dan tinggi hanya Rp 91,4 triliun digunakan 64 juta siswa. Terus, ada anggaran kedinasan untuk 13 ribu orang menggunakan Rp 104 triliun.” beber Melky.

Baca juga:Melky Mekeng Bawah ke Gedung MPR, Testimoni Guru Honor Digaji Rp 250 Ditunggak 9 Bulan

“Apakah itu adil? 64 juta orang hanya dikasih Rp 91,4 triliun, sedangkan 13 ribu orang gunakan Rp 104,5 triliun. Ini angkanya jelas, Kemendikdasmen Rp 33,5 triliun, Kemendiktisaintek Rp 57,7 triliun. Total Rp 91,2 triliun. Anggaran kedianasan Rp 104,5 triliun cuma 13 ribu orang. Program PIP, riset, infrastruktur sekolah dan lain-lain Rp 104,5 triliun.

“Saya tidak apatis kedinasan. Silahkan saja, tapi  tidak boleh mengambil anggaran dari pendidikan. Setuju tidak? tanya Melki diirespon peserta sarsehan  menyatakan setuju…

Menteri Keuangan, kata Melky Mekeng, harus mengalokasikan anggaran kedinasan dari pendapatan yang lain, bukan mengambil porsi dari anggaran pendidikan.

“Masih ada kurang lebih anggaran Rp 300 triliun. Setelah saya cari ternyata digunakan untuk transfer daerah untuk dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK). Padahal itu (alokasi) tidak masuk dalam ranah ranah pendidikan,” tegas Melky Makeng.

Baca juga: Melky Mekeng Soroti Anggaran Sekolah Kedinasan Rp 105 Triliun, Anggaran Pendidikan Rp 91 Triliun

Dengan kondisi seperti ini, Melky Mekeng mengaku pesimis bisa mencapai Indonesia Emas tahun 2045. Dalam kategori Human Development Index, Indonesia juga tertinggal paling bawah dibandingkan dengan negara lain.

“Kita paling bawah, Ini protret kita. Kalau kita tidak mengambil langkah dan tidak dipublikasikan, maka kita akan melihat potret pendidikan kita dari hari-kehari semakin menurun. Semestinya tidak, karena 20 persen  anggaran pendidikan dari APBN dan APBD, tapi banyak daerah tidak alokasikan 20 persen itu,” tandas Melky.

Dikatakannya, saresehan ini penting agar suara kita didengar oleh pemerintah yang sedang menyusun letak keuangan dan APBN, sehingga kita menyuarakan bahwa anggaran pendidikan itu harus ditingkatkan jika kita ingin mencapai Indonesia Emas.

“Saya bersyukur pada rapat kerja terakhir dengan Menteri Keuangan. Salah satu program kerja Pak Prabowo adalah sekolah rakyat. Tidak apa-apa didirikan menggunakan anggaran pendidikan jika itu esensinya pendidikan,” imbuh Melky Mekeng.

Baca juga: “Terlihat Air Mata di Kedua Matamu,” Prada Lucky Namo

Melky Mekeng menggarisbwahi bahwa banyak sekolah membutuhkan anggaran. Bukan hanya sekolah negri yang harus diperhatikan, tetapi juga sekolah swata, karena sekolah negri tidak mungkin mampu menampung semua anak didik Indonesia. Lagipula keputusan Mahkamah Konstitusi membebaskan biaya sekolah.

“Itu harus bebas di sekolah negri maupun sekolah swasta. Sekolahnya bebas, guru-guru diperhatikan. Guru honor diangkat menjadi PPPK sehingga merasa hidupnya layak,” ujarnya.

Dia menggambarkan anak-anak yang harusnya bersekolah, tetapi tidak mendapatkannya sebanyak 24 peren, tamat SD 22 persen.  Tamatan S1-D3 itu 4,8 persen, dan swlebihnya tamatan SMP, SMA, dan SMK.

Ia mengingatkan, kalau kita tidak bergerak dari sekarang untuk alokasi anggaran pendidikan semestinya, kita tidak akan capai Indonesia Emas. Yang ada Indonesia cemas.

Baca juga:Megawati Percayakan Hasto Sekjen PDI Perjuangan

“Kita bisa membayangkan anggaran Rp 724 triliun itu diberikan kepada pendidikan. Saya yakin dan percaya bahwa potret pendidikan dan Human Development Index di Indonesia akan semakin baik,” pungkas Melky Mekeng. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan