BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kabar Baik Harus Menjadi Nyata
Senin, 31 Agustus 2026. Hari Biasa Pekan XXII. 1 Korintus 2:1-5; Lukas 4:16-30
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih, di rumah ibadat Nazaret Yesus menyatakan arah perutusan-Nya dengan sangat konkret, membawa kabar baik kepada orang miskin, pembebasan kepada yang tertawan dan tertindas, penglihatan kepada yang buta, serta mewartakan tahun rahmat Tuhan.
Keselamatan yang dibawa-Nya menyentuh manusia secara utuh, kehidupan rohani sekaligus luka sosial dan kemanusiaannya. Namun orang-orang sekampung-Nya justru menolak Dia ketika rahmat Allah ternyata tidak dapat dikurung dalam harapan dan kepentingan mereka sendiri.
Kita pun telah diurapi dengan Roh Kristus dan sekian sering mendengarkan Sabda-Nya, tetapi kita masih dapat menolak ketika Sabda itu meminta kita keluar dari kenyamanan, memperlakukan orang lain dengan baik dan benar, membela yang lemah, atau membuka hati kepada mereka yang selama ini kita sepelekan.
Ingat, menerima Sabda bukan sekadar mendengarkan dan mengaguminya, melainkan membiarkan Sabda itu membebaskan hidup kita dari dalam, sehingga pembebasan yang kita alami dapat kita hadirkan pula bagi orang lain.
Namun menjadi pembawa pembebasan bukanlah karya kekuatan manusia semata. Paulus mengingatkan jemaat Korintus bahwa pewartaannya tidak bertumpu pada kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi pada kekuatan Roh, supaya iman mereka bergantung pada Allah dan bukan pada kepandaian manusia.
Paulus mengingatkan bahwa daya pewartaan bukan pertama-tama terletak pada kehebatan pewarta, melainkan pada karya Roh Allah. Di sinilah perjumpaan kedua bacaan hari ini. Roh yang mengurapi Yesus untuk membawa kabar baik dan pembebasan adalah Roh yang membuat pewartaan tidak berhenti pada kata-kata, tetapi menjadi daya yang mengubah kehidupan.
Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan kemiskinan, ketidakadilan, kesepian, konflik keluarga, atau berbagai luka masyarakat sendirian, tetapi kita dapat membiarkan Roh bekerja melalui tindakan nyata yang berada dalam jangkauan kita.
Karena itu, Sabda hari ini meminta langkah yang sederhana tetapi nyata. Hari ini, dekatilah satu orang yang sedang menanggung beban dan berikan sesuatu yang sungguh dibutuhkannya, mungkin waktu untuk mendengarkan, bantuan konkret, pengampunan, pembelaan, atau sekadar kehadiran yang tidak menghakimi.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kepala Boleh Hilang, Kebenaran Jangan
Lalu periksalah satu sikap dalam diri yang masih menawan kita, mungkin kesombongan, kebencian, ketidakpedulian, atau prasangka, dan mintalah Roh Tuhan membebaskan kita darinya.
Kita tidak dapat mewartakan pembebasan sambil tetap membiarkan hati kita diperbudak oleh dosa dan ketidakpedulian. Roh Tuhan tidak hanya mengurapi kita untuk mengucapkan kabar baik, tetapi mengubah hidup kita agar kehadiran kita sendiri menjadi kabar baik bagi orang lain.
Petikan BUSA-H #31/08/2026
“Jangan hanya meminta Tuhan membebaskan hidupmu dari beban, tetapi mintalah juga hati yang mampu menjadi jalan pembebasan bagi orang lain.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pelita Menyala, Hidup yang Bijaksana
“Kabar Baik menjadi nyata bukan dengan kata-kata, tetapi ketika kehadiran kita membuat seseorang merasa lebih dikasihi, dihargai, dan dikuatkan.”
“Kita tidak mampu mengubah seluruh dunia, namun dengan karya Roh dunia dapat berubah oleh satu kebaikan yang kita lakukan setiap hari.”
“Roh Tuhan tidak hanya mengurapi bibir kita untuk mengatakan yang baik, tetapi mengubah hidup kita agar kehadiran kita sendiri menjadi kabar baik bagi orang lain.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd@





