Kamis 15 Mei 2025, Hari Biasa Pekan IV Paskah. Bacaan: Kisah Para Rasul 13:13-25; Yohanes 13:16-20.
Oleh: Rd.Fidelis Dua
MAUMERE,dewadet.com-Saudari dan saudara terkasih dalam Kristus, hidup dalam terang Injil bukan tentang menjadi tokoh utama, tetapi tentang kesetiaan dalam peran yang dipercayakan Tuhan, sekecil apa pun peran itu.
Bacaan hari ini mengajak kita meneladani dua tokoh besar dalam sejarah keselamatan: Yohanes Pembaptis dan Yesus sendiri.
Dalam Kisah Para Rasul hari ini, Paulus mengingatkan jemaat bahwa karya penyelamatan Allah berjalan dalam garis yang pasti, dan Yohanes berperan bukan untuk menonjolkan dirinya, tetapi menunjuk kepada Dia yang lebih besar:
“Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.” Sebuah ungkapan yang menyuarakan kedalaman kerendahan hati dan kemurnian misi.
Baca Juga: Dari Reruntuhan Menjadi Jalan untuk Melangkah dalam Suara dan Bertahan dalam Cinta
Yohanes tahu batas panggilannya., dan karena itu ia menjadi besar di mata Tuhan. Ia hadir sebagai saksi, bukan pusat perhatian. Ia mengosongkan diri agar Kristus semakin dikenal.
Inilah jiwa dari pewartaan yang sejati: bukan untuk dikagumi, tapi untuk menyentuh dan mengarahkan hati umat kepada Tuhan.
Injil Yohanes hari ini mempertegas panggilan itu. Yesus berkata, “Sesungguhnya seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya.”
Setelah membasuh kaki murid-murid-Nya, Yesus menunjukkan bahwa otoritas-Nya bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Ia bukan hanya mengajarkan cinta, tetapi mewujudkannya dalam tindakan konkret yang hening dan penuh kasih.
Baca Juga: Dari Retakan Terpenuhi Rencana Besar Allah
Pesannya sangat jelas untuk kita bahwa nilai hidup kita bukan diukur dari posisi, gelar, atau sorotan, melainkan dari kesediaan kita untuk bekerja dan melayani dalam diam, seperti Yesus, dan menjadi saksi yang setia seperti Yohanes.
Di tengah zaman yang begitu mudah menjadikan pencitraan sebagai ukuran keberhasilan, kita diingatkan bahwa pelayanan sejati dalam pekerjaan-pekerjaan apapun yang kita lakukan tidak perlu sorotan.
Tuhan tahu hati yang setia, bahkan ketika dunia tak melihatnya. Maka, marilah kita bertanya dengan jujur: Apakah aku hidup untuk mewartakan Kristus atau membangun citraku sendiri?
Apakah aku melayani dengan hati atau hanya demi nama? Dan dalam semua pekerjaan, apakah kecil atau besar, apakah di altar atau di pasar, mari kita hadapi dengan roh kesetiaan yang sama karena ketika kita diutus dan diterima dalam kasih, Kristus pun diterima melalui kita.
Baca Juga: Paus Leo XIV Telepon Presiden Zelensky Bahas Ribuan Anak Ukraina Dideportasi ke Rusia
Saudara-saudari terkasih, Firman hari ini memberikan kita inspirasi dan spirit bahwa nilai/value hidup kita bukan terletak pada kuasa atau jabatan, pada pengakuan atau pengaruh, tetapi pada kesediaan kita untuk menjadi pekerja-pekerja yang setia.
Kita tidak lebih tinggi dari Sang Guru. Tapi justru dalam kesetiaan kita sebagai pekerja di tangan Sang Guru itulah, kita bersatu dengan Yesus: “Barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku.”
Maka, siapa pun kita: orang tua, guru, pemimpin, pelayan gereja, atau pekerja lain: petani, buruh bangunan, nelayan, tukang ojek dan pedagang kecil, jika kita bekerja dalam semangat Kristus, kita sedang mengambil bagian dalam karya penyelamatan-Nya.
Setiap karya keselamatan tidak harus diukur berdasarkan prestasi atau prestise, tapi dimaknai oleh kesetiaan. Karena Tuhan tidak memanggil yang sempurna. Tuhan memilih yang mau rendah hati dan melayani dan bekerja sampai tuntas.
Baca Juga: Kenali Ordo Agustinian, Ordo Paus Leo XIV
Yohanes tahu batasnya, dan Yesus menunjukkan jalan-Nya. Hari ini, kita dipanggil untuk mengikuti teladan Yesus dan Yohanes, yakni terus bekerja dalam kesetiaan yang hening, dalam pelayanan yang rendah hati, dan dalam hidup yang selalu menunjuk kepada Kristus, bukan kepada diri sendiri.
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Kemuliaan sejati tidak bersinar dari atas panggung, tetapi memancar dari hati yang rela membasuh kaki sesama dalam diam.”
”Nilai hidup tak terletak pada sorotan yang kita terima, melainkan pada kesetiaan yang kita berikan bahkan saat tak ada yang melihat.”
”Yang membuat Yohanes besar bukan suaranya yang lantang, tapi hatinya yang rela menjadi kecil agar Kristus semakin besar.”
”Pelayanan sejati adalah jalan sunyi yang tidak mengangkat nama diri, tetapi meninggikan kasih Kristus dalam setiap langkah yang setia.”
Tuhan memberkati kita.
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa






