MAUMERE,dewadet.com-Kematian bunuh diri, YA (34) berlangsung di  dalam rumahnya di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Minggu sore, 12 April 2026 menghadirkan beragam respon di media sosial.

Ucapan belasungkawa dan simpati kepada YA yang disebut berprofesi guru, datang dari para sahabat. Mereka juga membagikan beberapa pose foto prewedding YA dan tunangannya yang dilaksanakan di beberapa lokasi. Padahal, keduanya direncanakan menikah pada bulan Juni 2026.

Diberitakan sebelumnya, saat masih di Kupang, YA telah menelpon kakak kandung, AHS (42) dan kakak ipar AD (43), minta dijemput di Bandara Frans Seda, Minggu 12 April 2026.

Keduanya menuju Bandara Frans Seda menjemput YA. Sesampainya di sana, YA tak ditemukan.

Baca juga: Bunuh Diri Pertama Tahun 2026 di Kabupaten Sikka Diawali Murid Sekolah Dasar

“YA telpon AHS dan AD suruh ke rumah di Watuliwung karena dia  mengaku sudah berada di rumah. Keduanya menuju Watuliwung,”  kata Leonardus.

Setibanya di rumah, kakak kandung dan kakak ipar memanggil YA. Tidak ada jawaban, akhirnya mereka masuk ke dalam rumah, membuka pintu kamar YA.

“Waktu pintu terbuka, mereka melihat korban sudah tergantung di dalam kamar menggunakan seutas tali,” kata Leonardus.

Kakak kandung YA berusaha memegang dan mengangkat kaki korban. Sewaktu memegang kaki dan badan korban, dia merasakan badannya masih terasa hangat. Di dahi dan kepala korban masih berkeringat.

Baca juga:Guru di Sikka Turun Pesawat dari Kupang, Pulang ke Rumah Gantung Diri

Sementara kakak ipar korban mencari parang memotong tali menurunkannya. Dia berteriak meminta pertolongan tetangga.

Denyut nadi masih bergerak, sehingga keluarga membawa korban keluar rumah, mencari pikup, dan mengantar ke RSUD TC Hillers Maumere. Dokter jaga di sana masih sempat melakukan pemeriksaan, namun korban dinyatakan meninggal.*

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan