Dokter Hewan Ditembak KKB Papua akan Diterbangkan ke Maumere

Kelompok Kriminal Bersenjata  di Papua (VOA) 

MAUMERE,dewadet,com- Jazad Alvonsius Albinus Meha (36) dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Distrik Muliama, Kabupaten Puncakjaya, Rabu 9 September 2026 akan diterbangkan ke kampung halamanya di Maumere.

Menurut informasi almahrum akan tiba di Maumere pada hari Jumat atau Sabtu, 12 September 2026.

Alvonsius, mengabdi di Dinas Pertanian Puncakjaya, bersama dua rekannya Aprida Rapi (49) dan Willi Mbuik (26) menjadi korban ketikamengantar bantuan bibit babi kepada wara masyarakat.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol (Inf) Ilham Datu Ramang menyebut, para korban sempat dipisahkan oleh kelompok bersenjata berdasarkan kategori Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP.

Baca juga:Warga Maumere Tewas Ditembak KKB di Distrik Muliama

“Dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP,” kata Ilham menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

Ketiga korban kemudian ditembak. Mereka sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, namun nyawa ketiganya tidak tertolong.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Polisi Faizal Ramadhani pada Kamis (10/9/2026) menyatakan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan KKB dari wilayah Nduga.

“Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga,” kata Faizal dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:Prajurit Asal NTT Gugur Kontak Tembak di Nduga, Papua Pegunungan

Dari tiga korban tewas, Alvonsius Albinus Meha merupakan satu-satunya dokter hewan. Ia merupakan tenaga yang ditugaskan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada Dinas Pertanian.

Alvonsius merupakan alumni SMAK Frateran Maumere adalah alumni angkatan keempat sekolah tersebut. Profesi sebagai dokter hewan  membawanya bertugas di Kabupaten Jayawijaya.

Dalam insiden tersebut, Alvonsius dilaporkan terkena tembakan pada bagian kepala hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia.

Sementara itu, Aprida Rapi merupakan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia merupakan sarjana peternakan lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 1996.

KWI Kirim Surat ke Paus Leo XIV Sampaikan Terima Kasih dan Ingatkan Pernah ke Papua

Sedangkan Willi Mbuik merupakan CPNS pada Dinas Pertanian Jayawijaya. Perempuan asal Kupang itu merupakan lulusan Universitas Nusa Cendana (Undana) dari bidang agribisnis.

Jenazah Willi telah diterbangkan ke Kupang untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sementara jenazah Alvonsius dan Aprida masih berada di Wamena. *

Komentar

2 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan