Sabtu, 17 Oktober 2026. Peringatan Wajib dari Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir
Efesus 1:15-23; Lukas 12:8-12.

Oleh: RD.Fidelis Dua

SAUDARI dan saudara terkasih dalam Kristus, ada dua orang yang sudah bertahun-tahun tidak saling menyapa, padahal rumah mereka hanya dipisahkan oleh satu pagar. Setiap hari mereka berpapasan, tetapi saling membuang muka. Bahkan, ketika salah seorang mengalami kesulitan, yang lain tidak peduli. Anehnya, mereka sama-sama rajin pergi ke gereja.

Betapa menyedihkan! Pagar yang memisahkan rumah mereka sebenarnya tidak terlalu tinggi, tetapi tembok kebencian di dalam hati sudah begitu sulit ditembus.

Kisah ini mengingatkan bahwa perdamaian bukan hanya sesuatu yang perlu didoakan, melainkan juga harus diperjuangkan dalam hubungan dengan sesama.

Hari ini Gereja memperingati Santo Ignasius dari Antiokhia, seorang uskup dan martir yang mengajarkan bahwa tidak ada yang lebih baik daripada perdamaian. Pesannya mengingatkan bahwa tidak ada gunanya seseorang tampak dekat dengan Tuhan, tetapi membiarkan kebencian terus hidup terhadap sesamanya. Sebab perdamaian sejati dimulai ketika hati berani mengalahkan kesombongan dan membuka pintu pengampunan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Di Depan Tampak Baik, di Belakang Berbuat Lain

Untuk membangun perdamaian seperti itu, manusia membutuhkan hati yang diterangi oleh Allah. Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus berdoa agar jemaat di Efesus menerima Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Allah dengan benar. Ia juga memohon agar mata hati mereka menjadi terang sehingga mampu memahami pengharapan dan besarnya kuasa Allah bagi orang beriman.

Paulus mengingatkan bahwa iman bukan sekadar mengetahui banyak hal tentang Tuhan, melainkan membiarkan Tuhan mengubah cara memandang dan memperlakukan sesama.

Orang yang hatinya diterangi Roh Kudus tidak mudah dikuasai kebencian atau perasaan tidak suka melihat orang lain, tidak merasa selalu paling benar, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.

Sebab ketika mata hati diterangi kasih Allah, orang yang dahulu dianggap musuh harus mulai dilihat sebagai saudara yang juga membutuhkan pengampunan dan kasih.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tuhan Saja Sudah Cukup, Tetapi Sudahkan Kita Sungguh Mencari-Nya?

Namun, memilih perdamaian dan hidup dalam kebenaran tidak selalu mudah. Dalam Injil, Yesus mengingatkan para murid agar berani mengakui Dia di hadapan manusia, sekalipun menghadapi penolakan dan ancaman.

Ia menjanjikan bahwa Roh Kudus akan mengajarkan apa yang harus dikatakan ketika mereka menghadapi kesulitan. Janji ini sungguh nyata dalam kesaksian Santo Ignasius dari Antiokhia, yang tetap setia kepada Kristus hingga menghadapi kemartiran.

Karena itu, jangan takut menjadi orang pertama yang meminta maaf, menghentikan kebencian, perasaan tidak suka, atau membela seseorang yang diperlakukan tidak adil.

Berdamai bukan berarti membenarkan kesalahan, melainkan berani memutus rantai kebencian tanpa meninggalkan kebenaran. Mintalah pertolongan Roh Kudus agar perkataan tidak semakin melukai dan tindakan sungguh membawa kedamaian.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Semua Menggiurkan, Tetapi Tidak Semua Membahagiakan

Sebab keberanian seorang pengikut Kristus bukan hanya tampak ketika ia mampu mempertahankan imannya di hadapan dunia, tetapi juga ketika ia berani mengalahkan kebencian dengan kasih dan menghadirkan perdamaian di tengah kehidupan.

Petikan BUSA-H #17/10/2026

“Kebencian yang dipelihara dapat memisahkan dua hati yang seharusnya hidup dalam kasih.”

“ Tidak ada gunanya semakin rajin mendekatkan diri kepada Tuhan jika hati semakin sulit membuka pintu perdamaian bagi sesama.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bersih di Luar, Bersih di Dalam

“Orang yang berani meminta maaf bukanlah orang yang kalah, melainkan pribadi yang lebih memilih menyelamatkan persaudaraan daripada mempertahankan kesombongan.”

“Iman yang sejati bukan hanya membuat seseorang berani membela kebenaran, tetapi juga memberinya keberanian untuk mengalahkan kebencian dengan kasih.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan