BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Di Depan Tampak Baik, di Belakang Berbuat Lain
Jumat, 16 Oktober 2026. Hari Biasa Pekan XXVIII. Efesus 1:11-14; Lukas 12:1-7.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih dalam Kristus,. Di zaman sekarang, salah mengirim pesan melalui WhatsApp bukanlah hal yang asing. Bayangkan, pesan yang seharusnya dikirim kepada seorang teman justru masuk ke grup keluarga atau grup kantor.Lebih parah lagi, pesan itu berisi cerita tentang keburukan seseorang yang ternyata juga menjadi anggota grup tersebut.
Betapa paniknya! Pesan itu segera dihapus, tetapi siapa tahu sudah ada yang membacanya atau mengambil tangkapan layar. Hati pun menjadi gelisah karena sesuatu yang ingin dirahasiakan ternyata diketahui banyak orang.
Pengalaman sederhana ini mengingatkan bahwa tidak semua hal dapat disembunyikan selamanya. Namun, ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada menjaga rahasia di hadapan manusia, yakni menjaga kejujuran hati di hadapan Tuhan. Sebab di hadapan manusia, seseorang mungkin berhasil menyembunyikan kesalahannya, tetapi di hadapan Tuhan, tidak ada satu pun isi hati yang tersembunyi.
Itulah yang ditegaskan Yesus dalam Injil hari ini. Ia memperingatkan para murid agar menjauhi kemunafikan orang Farisi dan mengingatkan bahwa tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Sabda ini bukan sekadar peringatan agar takut ketahuan berbuat salah, melainkan ajakan untuk hidup jujur dan tidak bermuka dua. Di depan seseorang bisa tampak ramah, tetapi di belakang justru menyebarkan keburukannya. Di dalam gereja tampak saleh, tetapi di luar gemar bergosip dan menjelekkan sesama.
Yesus mengingatkan agar kita lebih takut kehilangan kesetiaan kepada Allah daripada kehilangan penilaian baik dari sesama. Sebab yang terpenting bukanlah terlihat baik di mata manusia, melainkan sungguh hidup benar di hadapan Tuhan.
Karena itu, sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti hidup demi penampilan dan mulai membangun kejujuran dari dalam hati. Jangan hanya berlaku jujur ketika ada orang yang melihat, tetapi tetaplah setia pada kebenaran meskipun tidak seorang pun memperhatikan.
Jika pernah berbuat salah, beranilah mengakuinya dan memperbaiki diri. Jika sedang berjuang melawan kebiasaan buruk, mintalah pertolongan Roh Kudus yang senantiasa menuntun kita kepada kebenaran.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Semua Menggiurkan, Tetapi Tidak Semua Membahagiakan
Yesus tidak menghendaki kita hidup dalam ketakutan, tetapi mengajak kita untuk tidak meremehkan dosa dan kemunafikan. Sebab kedamaian sejati bukanlah hasil dari keberhasilan menyembunyikan kesalahan, melainkan buah dari hati yang jujur dan mau bertobat.
Manusia mungkin dapat dibohongi, tetapi Tuhan tidak. Namun, sungguh menghibur bahwa Tuhan yang mengetahui segala kelemahan kita tetap mengasihi dan tidak pernah berhenti memanggil kita untuk kembali kepada-Nya.
Petikan BUSA-H #16/10/2026
“Perkataan yang melukai tidak selalu dapat ditarik kembali, karena itu jagalah hati agar tidak melukai sesama melalui kata-kata.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bersih di Luar, Bersih di Dalam
“Kejujuran sejati bukanlah berbuat baik ketika banyak orang melihat, melainkan tetap memilih yang benar ketika tidak seorang pun memperhatikan.”
“Lebih baik kehilangan pujian manusia karena berkata jujur daripada kehilangan kedamaian hati karena terus menyembunyikan kesalahan.”
“Tuhan mengetahui kesalahan yang berusaha disembunyikan manusia, tetapi Dia juga melihat pertobatan yang dilakukan dengan tulus dan jujur.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd





