BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Semua Menggiurkan, Tetapi Tidak Semua Membahagiakan
Rabu, 14 Oktober 2026. Hari Biasa Pekan XXVIII. Galatia 5:18-25; Lukas 11:42-46.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih, saat ini begitu banyak aplikasi belanja online di telepon genggam kita yang terus menawarkan barang-barang menarik. Baru saja melihat satu barang, muncul lagi tawaran lain yang lebih menggiurkan. Tanpa sadar, kita bisa membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan, hanya karena tergoda oleh keinginan sesaat.
Demikian pula dalam kehidupan kita. Setiap hari ada begitu banyak tawaran yang menggoda hati, mulai dari kesenangan tanpa batas hingga keinginan memuaskan hawa nafsu dengan menghalalkan segala cara. Semuanya seolah menjanjikan kepuasan.
Tetapi pertanyaannya, apakah semuanya itu membawa kebahagiaan? Belum tentu, sebab setiap pilihan memiliki konsekuensi, terlebih ketika kita mulai menganggap yang salah sebagai sesuatu yang biasa dan yang berdosa sebagai sesuatu yang menyenangkan.
Di tengah berbagai godaan yang sering membuat kita sulit membedakan antara yang benar dan yang salah, Rasul Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan bahwa hidup manusia selalu dihadapkan pada pergulatan antara keinginan daging dan tuntunan Roh Kudus.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bersih di Luar, Bersih di Dalam
Percabulan, hawa nafsu, pemujaan berhala, pertengkaran, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, perpecahan, kemabukan, dan pesta pora merupakan contoh perbuatan yang lahir dari keinginan daging. Namun, Paulus juga menunjukkan jalan yang benar, yakni hidup dalam tuntunan Roh Kudus yang menghasilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Pesan ini sejalan dengan teguran Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat dalam Injil. Mereka begitu teliti menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi mengabaikan keadilan dan kasih Allah, bahkan membebani orang lain tanpa mau menolong.
Karena itu, Yesus menegaskan, “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Iman yang benar bukanlah memilih antara kewajiban agama dan kasih kepada sesama, melainkan menghidupi keduanya secara utuh.
Di sinilah pentingnya membangun keseimbangan hidup sebagai murid Kristus. Keseimbangan hidup yang dimaksud bukanlah kompromi antara keinginan daging dan tuntunan Roh Kudus, melainkan keselarasan antara iman, tanggung jawab, dan kasih kepada sesama, dengan Roh Kudus sebagai penuntun seluruh kehidupan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Sibuk Mencari Tanda, Tetapi Dengarkan Tuhan
Kita boleh bekerja keras mencari nafkah, tetapi jangan sampai mengabaikan keluarga. Kita boleh mengejar keberhasilan, tetapi jangan mengorbankan kejujuran. Kita boleh rajin berdoa dan mengikuti perayaan Ekaristi, tetapi jangan menutup mata terhadap penderitaan sesama. Kita juga perlu beristirahat dan menikmati hidup, tetapi jangan sampai kesenangan menguasai diri dan menyeret kita ke dalam dosa.
Keseimbangan hidup bukan berarti memberi tempat yang sama kepada kebaikan dan kejahatan, melainkan membiarkan Roh Kudus menuntun seluruh pilihan kita agar tidak ada hal penting yang dikorbankan demi keinginan sesaat.
Sebab orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya mungkin menikmati kesenangan sementara, tetapi akhirnya dapat kehilangan kedamaian, keluarga, bahkan martabat dirinya. Sebaliknya, orang yang hidup dalam tuntunan Roh akan semakin mampu memilih yang benar dan menghadirkan berkat bagi sesama.
Jangan sampai kita mendapatkan semua yang kita inginkan, tetapi kehilangan apa yang paling berharga dalam kehidupan. Sebab hidup yang diberkati bukanlah hidup yang menuruti semua keinginan, melainkan hidup yang berani memilih kehendak Tuhan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Hanya Hadir, Biarkan Hatimu Berubah
Petikan BUSA-H #14/10/2026
“Jangan sampai kita mendapatkan semua yang kita inginkan, tetapi kehilangan semua yang sebenarnya kita butuhkan.”
“Tidak semua yang menyenangkan membawa kebahagiaan, sebab ada kenikmatan sesaat yang meninggalkan penyesalan sepanjang hayat.”
“Hidup yang seimbang bukanlah hidup yang memberi ruang bagi dosa, melainkan hidup yang menempatkan Tuhan sebagai penuntun setiap pilihan.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebahagiaan Maria dan Hati yang Diubah Sabda
“Orang yang dikuasai hawa nafsu menjadi tawanan keinginannya, tetapi orang yang dipimpin Roh Kudus menemukan kebebasan untuk memilih yang benar.”
”Kebebasan sejati bukanlah kemampuan menuruti semua keinginan, melainkan keberanian memilih apa yang benar di hadapan Tuhan.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd@





