Drone dan CCTV Dikerahkan Awasi Proyek Puskesmas Tuanggeo dan Puskesmas Nanga Rp 12,6 Miliar

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus.. (dewadet.com)

Maumere,DEWADET.COM-Pengawasan maksimal akan dijalankan oleh pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen (PPK) terhadap proyek pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, dan Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka senilai Rp 12,6 miliar.

Dinas Kesehatan Sikka akan menyewa drone supaya memantau setiap waktu pelaksanaan proyek Puskesmas Tuanggeo dan memasang kamera tersembunyi (CCTV) di lokasi proyek. Pengawasan menggunakan fasilitas teknologi ini ditempuh, sebab tidak setiap hari PPK selalu berada di lokasi proyek.

“Saya sebagai pengguna anggaran juga PPK, tidak mungkin setiap hari berada di Tuanggaeo. Lokasinya ada di seberang laut di Pulau Palue, sedangkan saya berada di Kota Maumere, Pulau Flores. Saya gunakan drone untuk pantau setiap waktu,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, kepada wartawan Rabu siang 11 Juni 2025 di Maumere.

Pemanfaatan drone, menurut Petrus dimungkinkan karena tersedia dalam rancana anggaran biaya untuk menjalankan pengawasan.

Baca Juga:Kejari Sikka Kawal Proyek Puskesmas Nanga dan Tuanggeo Rp 12,6 Miliar

Dia mengakui menjangkau lokasi proyek di Tuanggeo butuh kerja keras. Lokasi berada pada ketinggian dari pantai melewati jalan rabat beton sepanjang 3 Km. Karena medanya lumayan berat di Desa Ladolaka, anggaran proyek ini lebih besar Rp 6,5 miliar lebih dari proyek Puskemas Nanga Rp 6,1 miliar.

“Untuk Puskesmas Tuanggeo, ketika proyek sudah mulai jalan. Saya minta  drone diterbangkan setiap hari memantau proyek di sana. Di sana juga dipasang CCTV,” kata Petrus.

Sedangkan pembangunan Puskesmas Nanga hanya dipasang CCTV di lokasi proyek, sebaba lokasi ini relatiff mudah dijangkau dari Maumere.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nanga di Kecamatan Lela dan Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka dibiayai dana alokasi khusus (DAK) 2025 sejumlah Rp 12,6 miliar lebih dikawal Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka.

Baca Juga: Wanti-Wanti Kajari Sikka, Jaksa Mundur dari Pendampingan Kalau Teguran Diabaikan

Pelibatan aparat hukum itu menyusul penandatanganan kesepakatan bersama penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sikkka, Petrus Herlemus, dengan Kepala Kejari Sikka, Henderina Malo, di Aula Laboratorium Dinas Kesehatan di Jalan El Tari, Kota Maumere, Rabu pagi 11 Juni 2025.

Pembangunan Puskesmas Tuanggeo senilai Rp 6,5 miliar lebih menurut Petrus merupakan proyek penuh tantangan. Letak proyek berada pada ketinggian dari wilayah di Pulau Palue. Sedangkan Puskesmas Nanga mendapat alokasi anggaran Rp 6,1 miliar lebih.

“Besok (Kamis) akan dimulai pelelangan Puskesmas Tuanggeo, dan Nanga,” kata Petrus dalam sambutan sebelum penandatanganan kesepakatan.

Bahkan sebelum memulai pelelangan, lanjut Petrus, pihaknya juga mendapat sembilan catatan Inspektorat Kabupaten Sikka yang mengharuskan mereka melakukan penyesuaian dengan rekomendasi yang diberikan itu.

Baca Juga: Kejari Sikka Eksekusi Terpidana Penganiayaan ke Rutan Maumere

Pendampingan hukum sejak awal diakui Petrus agar kedua proyek ini dalam pelaksanaan pembangunanya berjalan sesuai ketentuan hukum dan kelak bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebagai manusia pastinya ada yang salah dan kilaf. Tapi kalau itu (kekeliruan) disampaikan lebih awal tentu saja akan dilakukan perbaikan sebelum menjadi masalah,” kata Petrus. *

 

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan