MAUMERE,dewadet.com-Proyek air minum bersih di Desa Semparong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak jadi buah bibir warga Nian Tana Sikka, Selasa siang 3 November 2026.

Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sikka menggeledah dan menyita sejumlah dokumen dalam penggeledahan di Kantor Dinas PUPR dan Kantor Sekda Sikka terkait pengadaan Watergen.

Mendengar nama Watergen, munngkin hanya segelintir orang yang tahu dan paham. Benda apakah itu?

Dikutip dari Wikipedia, Watergen adalah perusahaan teknologi asal Israel yang menciptakan mesin pengubah udara menjadi air minum layak konsumsi.

Baca juga:Proyek Watergen di Semparong Mubasir, Ujicoba Mesin Pakai BBM 20 Liter Hasilkan Air Kurang dari 5 Liter

Perangkat  ini masuk ke dalam kategori teknologi bernama Atmospheric Water Generator (AWG), yaitu mesin penangkap kelembapan udara untuk diekstraksi menjadi air murni bebas bakteri yang kemudian diberi tambahan mineral.

Bagaimana cara kerja mesin Watergen? Secara sederhana, proses yang dilakukan oleh alat ini meliputi:

  1. Penarikan Udara (Air Intake): Mesin menyedot udara luar yang mengandung uap air (kelembapan).
  2. Penyaringan Udara: Udara yang masuk disaring terlebih dahulu menggunakan filter khusus untuk membuang debu, polutan, dan partikel berbahaya.
  3. Kondensasi (Pengembunan): Menggunakan teknologi penukar panas (heat-exchange) yang dipatenkan bernama GENius, udara didinginkan hingga mencapai titik embun (dew point) sehingga berubah wujud menjadi tetesan air. Prinsip ini mirip dengan embun yang dihasilkan oleh mesin pendingin ruangan (AC), namun jauh lebih efisien.
  4. Pemurnian dan Mineralisasi: Air hasil embun disaring lewat sistem filtrasi multi-lapis, disterilkan menggunakan lampu sinar UV (Ultraviolet) untuk membunuh kuman, serta diperkaya dengan mineral penting (seperti kalsium dan magnesium) agar menghasilkan rasa air minum yang segar dan sehat.

Keunggulan Teknologi Watergen

* Solusi Krisis Air: Sangat efektif digunakan di wilayah kering, pulau terpencil, atau area yang tidak memiliki jalur pipa air bersih maupun sumur.

* Sangat Cocok untuk Indonesia: Kinerja mesin AWG sangat bergantung pada kelembapan udara sekitar. Indonesia memiliki kelembapan udara yang sangat tinggi (sekitar 70–90%), membuat mesin ini bekerja dengan sangat optimal jika ditempatkan di tanah air. Teknologi ini bahkan sudah pernah diuji coba dalam bentuk unit truk khusus di daerah Indonesia, salah satunya di Labuan Bajo.

* Ramah Lingkungan: Mengurangi ketergantungan pada penggunaan botol plastik sekali pakai dan tidak merusak ekosistem air tanah.

Mesin buatan Watergen hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari unit kecil berkapasitas 20 liter per hari untuk kebutuhan rumah atau kantor, hingga unit industri besar yang mampu memproduksi sampai 6.000 liter air per hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan