Camat Nita Melayat Murid SD Akhiri Hidup di Rumah,  Kita Jangan Saling Menyalahkan, Jadikan Refleksi

Camat Nita, Herpianus Nong Lalang bersama staf kecamatan melayat ke rumah duka di Desa Wuliwutik, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Rabu 21 Oktober 2026. (dok. camat nita)

MAUMERE,dewadet.com-Murid Kelas V Sekolah Dasar asal Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), AP (10,5) mengakhiri hidup di rumahnya, Senin malam, 20 Oktober 2026. Musibah itu mengundang keprihatinan masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Nita.

Camat Nita, Herpianus Nong Lalang, bersama staf kecamatan, Puskesmas Nita dan personil Polsek Nita mendatang rumah duka, Rabu siang, 21 Oktober 2028 menyampaikan dukacita.

“Pemerintah prihatin dengan musibah yang menimpa keluarga ini. Saya sampaikan kepada keluarga dan semua warga yang hadir di sana, agar kita tidak saling menyalahkan satu sama lain. Kejadian ini menjadi refleksi bagi kita semua supaya lebih memperhatikan tumbuh kembang anak-anak kita,” ajak Herpianus.

Ia mengajak kepada semua warga supaya lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pemerintah. Dalam setiap momentum itu selalu disampaikan berbagai hal kemasyarakatan.

Baca juga:Bunuh Diri Pertama Tahun 2026 di Kabupaten Sikka Diawali Murid Sekolah Dasar

Dikatakannya musibah menimpa murid SD ini menjadi pelajaran bagi kita semua memberi perhatian dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anak. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Dalam waktu 10 bulan ini telah terjadi dua kejadian serupa di Kecamatan Nita. Pada awal tahun 2026, musibah serupa menimpa murid SD di Desa Ladogahar.

Seperti diketahui, Selasa 20 Oktober 2026 sekitar pukul 19.00 WITA, murid SD, AP ditemukan mengakhiri hidup di dalam dapur rumahnya. Sang ibu AJ  (33) pertama kali menemukan anaknya, bersama sanak family membawanya ke RSUD dr.TC Hillers Maumere, namun dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal.

Sebelumnya kematian itu, sekitar pukul 07:00 WITA, Selasa, korban meminta handphone kepada ibunya supaya dibawah ke sekolah, namun sang ibu tidak membolehkannya.

Baca juga:PNS Bunuh Diri Sempat Ambil Uang di Bank NTT Persiapan Kunjungan Bupati Sikka ke Desa Natakoli

Selanjutnya sekitar pukul 16:30 WITA, korban datang dan langsung memarahi dan memukuli bahu ibunya. Kemudian, korban bersama ibunya dan adiknya berusia lima tahun menuju ke dapur.

Berselang sekitar satu setengah jam, ibunya membawa adik korban menuju ke kamar menidurkannya. Sekitar pukul 19.00 WITA, AJ kembali ke dapur mendapati anaknya telah mengakhiri hidup.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan