Jumat, 06 November 2026. Hari Biasa Pekan XXXI. Hari Jumat Pertama. Filipi 3:17-4:1; Lukas 16:1-8

OLEH: RD. Fidelis Dua

SAUDARI-saudara terkasih, Santo Ignatius dari Loyola mengajarkan bahwa manusia diciptakan untuk memuji, menghormati, dan mengabdi kepada Allah. Ajaran ini mengingatkan kita bahwa hidup memiliki tujuan yang luhur dan setiap pilihan yang kita ambil seharusnya membawa kita semakin dekat kepada Tuhan.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengingatkan bahwa ada orang yang menjadikan kenikmatan sebagai tuhan, membanggakan hal-hal yang memalukan, dan membiarkan pikirannya dikuasai urusan duniawi.

Kenyataan ini terasa dekat dengan kehidupan manusia sekarang. Ada yang rela menghabiskan waktu berjam-jam menikmati hiburan di layar ponsel hingga kehilangan waktu untuk berdoa, ada yang menghamburkan uang demi kesenangan sesaat, bahkan ada yang mengorbankan kejujuran demi mempertahankan gaya hidup.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa kita adalah warga Kerajaan Surga yang menantikan Kristus, Sang Penyelamat. Kewargaan surgawi ini mengandung panggilan untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai Kristus sejak sekarang. Karena itu, setiap pilihan, penggunaan waktu, dan keputusan yang kita ambil setiap hari hendaknya mencerminkan identitas kita sebagai warga Kerajaan Surga yang sedang berjalan menuju kehidupan kekal.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tak Seorang Pun Hilang dari Kerinduan Hati Allah

Kesadaran akan arah hidup itu mendapat penegasan dalam Injil hari ini. Yesus mengisahkan seorang bendahara yang terancam kehilangan jabatannya karena menghamburkan harta tuannya. Menyadari masa depannya terancam, ia segera menyusun rencana dan mengambil tindakan untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Tuannya memuji kecerdikan bendahara itu dalam menghadapi keadaan yang mendesak.

Yesus menyoroti kecerdikannya dalam membaca situasi, menyusun langkah, dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Perumpamaan ini mengajak kita menggunakan akal budi dan kesempatan hidup untuk mempersiapkan masa depan rohani. Kita begitu teliti mengatur jadwal perjalanan, menghitung pengeluaran, dan merencanakan berbagai kebutuhan, maka kehidupan iman pun memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh.

Sediakan waktu untuk membaca Kitab Suci, periksalah suara hati sebelum beristirahat, sisihkan sebagian rezeki bagi orang yang membutuhkan, dan bangunlah kebiasaan menerima Sakramen Tobat secara teratur.

Betapa menyedihkan jika kita begitu cermat mempersiapkan kebutuhan hidup di dunia, tetapi membiarkan perjalanan menuju kehidupan kekal kehilangan arah.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menjadi Murid Kristus dengan Rencana yang Matang dan Setia Sampai Akhir

Saudari-saudara terkasih, pada Jumat Pertama ini kita datang menghormati Hati Kudus Yesus, sumber kasih yang mengundang kita memperbarui kesetiaan kepada-Nya. Hati-Nya yang tertikam mengingatkan kita akan besarnya kasih Allah yang menyelamatkan manusia.

Karena itu, marilah memeriksa kembali cara kita menggunakan waktu, kemampuan, dan segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Mungkin ada kebiasaan yang perlu ditinggalkan, tanggung jawab yang selama ini diabaikan, atau kesempatan berbuat baik yang terus kita tunda.

Mulailah dengan langkah nyata melalui doa yang tekun, Ekaristi yang dihayati dengan sungguh-sungguh, pertobatan yang tulus, serta kepedulian kepada orang yang sakit, lanjut usia, dan terlupakan.

Kecerdikan rohani tampak dalam kemampuan menggunakan kesempatan hari ini untuk mempersiapkan keselamatan kekal. Semoga Hati Kudus Yesus membimbing setiap keputusan kita agar hidup semakin terarah kepada-Nya.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Berhenti Membenarkan Diri, Mulailah Membenahi Hati

Sebab pada akhir perjalanan hidup, segala sesuatu yang kita miliki akan kita tinggalkan, dan kesetiaan kepada Kristus akan menuntun kita menuju sukacita abadi di rumah Bapa.

Petikan BUSA-H #06/11/2026

“Setiap pilihan yang kita ambil hari ini sedang membentuk arah perjalanan hidup kita menuju keabadian bersama Allah.”

“Kecerdikan rohani adalah kebijaksanaan menggunakan waktu, kesempatan, dan segala anugerah Tuhan untuk mempersiapkan kehidupan kekal.” 

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Teladan Kekudusan Bertumbuh dalam Kesetiaan Sehari-Hari

“Menjadi warga Kerajaan Surga berarti membiarkan nilai-nilai Kristus menuntun pikiran, membentuk keputusan, dan mengarahkan seluruh perjalanan hidup kita.”

“Hati Kudus Yesus mengajarkan kita menggunakan kesempatan hidup dengan penuh kasih, agar setiap langkah di dunia membawa kita semakin dekat kepada rumah Bapa.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan