Pater Leo Kleden Bikin Terhenyak di HUT Kopdit Obor Mas ”Teringat Mama Masak Sambil Doa dan Ayah Guru”
MAUMERE,dewadet.com-Perayaan ulang tahun ke-54 tahun KSP Kopdit Obor Mas, Rabu, 4 November 2026 diadakan berbeda di Pantai Krokowolon, 7 Km arah timur Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam family gathering,
Misa syukur menghadirkan tujuh orang imam. Pater Dr. Leo Kleden, SVD pengajar pada Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menyampaikan orasi kepada karyawan, manajemen, pengurus, pengawas dan pengelola Kelompok Sahabat Obor Mas.
Orasi merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan manajemen dan pengurus. Pater Leo Kleden mengaku baru pertamakali diundang, memberi banyak inspirasi, motivasi dan refleksi yang sangat bermanfaat bagi manajemen, pengurus dan karyawan.
Semula, permintaan orasi sempat ditolak oleh Pater Leo Kleden. Karena ia harus menghadiri perayaan misa perdana imam baru di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
Baca juga:Romo Dr.Wilfrid: Hutang Koperasi Harian Merendahkan Martabat Manusia
“Hari Senin (2 November 2026) setelah kuliah sekitar pukul 11.30 WITA, saya didatangi Pak Yanto (GM Kopdit Obor Mas). Saya langsung tolak karena hari ini (Rabu) saya ke Larantuka terus ke Adonara merayakan misa perdana imam baru,” kata Pater Leo dalam pengantar orasinya.
“Tapi kemudian, Pak Yanto bilang, kami harap Pater hadir biar hanya omong sebentar untuk meneguhkan, memberi inspirasi kepada mereka. Saya pikir, saya harus terima, karena dua alasan,” sambung Pater Leo.
Alasan pertama bahwa Kopdit Obor Mas (dari CU) berdiri tahun 1972 untuk meningkatkan kesejahteran para guru. Ia ingat ayahnya seorang mantan guru dari jaman Jepang awal kemerdekaan RI sampai tahun 1965 keatas.
“Sebagai anak guru di masa itu, saya tahu beratnya usaha orangtua, mendidik dan membesarkan kami 10 bersaudara. Semua kami akhirnya bisa jadi sarjana, tapi mereka kerja setengah mati dengan keringat, darah dan air mata,” kenang Pater Leo.
Baca juga:Kopdit Obor Mas di Mata Tokoh Koperasi Internasional: Kebesaran Tidak Berarti Selalu Sukses
Ia cerita, suatu hari di tahun 1960-an, ketika perekonomian sangat sulit waktu tiu, warga antri mendapatkan bulgur. Pada suatu siang dia lapar dan masuk ke dapur mencari makan, mendapati ibunya sedang memasak sambil membuat tanda salib dalam posisi membelakanginya.
“Saya tanya, mama lagi buat apa. Mama saya terkejut karena saya tahu rahasia doanya. Lalu dia panggil saya mengatakan, anak engkau sudah besar. Sekarang mama beritahu engkau,” kenang Pater Leo Kleden.
Ia melanjurkan ceritanya, bahwa gaji ayahnya tidak seberapa besar, kedua orangtuanya tidak mampu menghidupi mereka 10 bersaudara.
“Tapi mama berdoa, supaya kami makan sedikit kami kenyang. Kami minum seteguk, kami jadi besar. Karena rahasia hidup itu ada di tangan Tuhan” kata Pater Leo membuat terhenyak di siang hari terik.
Baca juga:Hasil Riset, 60 Lebih Persen Warga Maumere dan Nagekeo Hutang ke Koperasi Harian
Kata Pater Leo, itulah iman seorang ibu di tengah kemiskinan saat itu yang membesarkan mereka.
“Dan, untuk menyenangkan para guru waktu itu, yang memulai dengan koperasi kredit maka saya datang dengan senang hati,” katanya.
Alasan kedua, kata Pater Leo, orasi ini juga sebagai penghargaanya kepada seluruh karyawan Kodpit Obor Mas yang baru pertama kali meminta sumbangan kecil dari dia.
“Saya ingat para misionaris SVD turut berjasa mengembangkan Kopdit di Pulau Flores. Karena itu, di gedung pusat Kopdit di Ende didirikan patung Pater Back untuk mengenang para misionaris yang berjasa mengembangkan Kopdit dan ekonomi di Pulau yang diabaikan Belanda pada wakltu lalu,” kata Pater Leo.
Baca juga:Diklat Karyawan, GM Kopdit Obor Mas Tekankan Sikap Tahu Diri, Jujur dan Rendah Hati Layani Anggota
Dikatakan Pater Leo, sampaii awal abad ke-20, Flores dalam peta kolonial Belanda sebetulnya tidak ada artinya bagi penjajah. Penting bagi mereka adalah Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papau, karena hasil bumi dan lainya.
Misionaris ditempatkan di pinggiran. Justru kita tahu bahwa apa yang dimulai dari tempat pinggiran ini yang kemudian berkembang menjadi sesuatu yang indah untuk tanah air.
Perayaan HUT sederhana dan santai mengusung tema”54 Tahun Berkarya dan Bertumbuh: Refleksi, Pembenahan dan Transformasi Menuju Koperasi yang Sehat, Aman, Unggul dan Berdaya Saing demi Kesejahteraan Anggota yang Berkelanjutan.
Sekitar seratusan orang hadir merayakan sukacita ini bersama General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, Ketua Pengurus, Theresia Angelina Bala, bersama anggota pengurus, manajer cabang dan staf dari kantor-kantor cabang di Kabupaten Sikka, Cabang Boru di Flores Timur, dan Cabang Kota Baru dari Kabupaten Ende. *





