Aiptu Johanis Beatrik Dahklory; Puas, Petani Mampu Beli Beras dan Anak Muda Punya Uang Jualan Sayur
MAUMERE,dewadet.com-Waktu 21 setengah tahun bertugas pada pasukan elit Polri, Bromob telah dijalani oleh Aiptu Johanis Beatrik Dahklory (46). Suka dan duka banyak dialaminya, tapi dia sering merasakan ada sesuatu yang kurang dalam pengabdian itu.
Operasi pemulihan pasca kerusuhan di Kota Ambon, Provinsi Maluku pada 2002-2003 menjadi kenangan yang sulit dilupakan Berti, sapaan Johanis Beatrik. Itulah tugas perdana setelah ia menjadi anggota Brimob Polda NTT pada tahun 2000 di-BKO ke Polda Maluku.
Permenungan 21-an tahun lebih menjalani tugas mengisyaratkan sesuatu yang lain dalam diri Berti. Seluruh fungsi di Brimob sudah dialaminya. Hanya satu yang belum dialami Berti menjadi Bhabinkamtibmas.
“Di Brimob tidak ada Bhabinkamtibmas. Dengan menjadi Bhabinkamtibmas, kita lebih dekat dan akrab dengan masyarakat. Setiap hari kita pasti ada bersama mereka,” Berti beralasan.
Baca juga: Bangun Asrama Anggota Subsektor Palue, Tonggak Baru Pelayanan Polres Sikka
Tahun 2023 menjadi momentum. Saat itu, Berti beralih tugas dari Korps Brimob menjadi anggota Polres Sikka. Niatnya lebih dekat ke masyarakat terwujud tanggal 14 Februrari 2023, ia menyandang Bhabinkamtibmas di desa binaan Wairbleler, dan dua desa sentuhan Desa Pogon dan Aibura di Kecamatan Waigete.
Punya tempat tinggal di pemukiman Desa Wairbleler, tidak menyulitkan bagi Berti mewujudkan keinginan lebih dekat dengan warga desa-desa. Kehendak memberi sesuatu, turut merasakan kesulitan hidup dan mencarikan solusi.
Terbentuknya kelompok tani usaha holtikultura Waiblele beranggotakan sekitar 50-an orang menjadi sasaran melabuhkan cita-cintanya. Kelommpok Gelekat Lewotana, Da’an Dading, Wanita Ladang dari Susteran Wairbleler dan Kelompok Tani Tana Wuan.
Berkolaborasi dengan penyuluh pertanian lapang (PPL), berbagai usaha tanaman holtikultura seperti tomat, lombok dan beragam jenis sayur menjadi usaha menopan ekonomi keluarga. Ketika taman holtikultura memasuki waktu panen, Berti menghubungi pembeli di Pasar Wairkoja dan Pasar Geliting.
Baca juga: Kasi Humas Polres Sikka Jabat Kapolsek Nita Gantikan Kadek Johan
Kadangkala dia menyediakan mobil pikap mengangkut panen ke pasar-pasar atau pengepul yang sudah memesannya.
Tahun kedua menjalani tugas Bhabinkamtibas menggerakan kelompok tani, pria asal Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya mulai mengobati batinya. Anggota kelompok tani yang semula kesulitan membeli beras dan uang kebutuhan rumah tangga, mulai mendapatkan uang menjual sayur-sayuran.
Kaum muda yang tidak punya penghasilan, diakui anggota Polsek Waigete dengan usaha tanaman holtikultura mereka mendapatkan uang dan membelanjakan kebutuhan.
“Saya puas. Pilihan menjadi Bhabinkamtibmas dan kehadiran saya bersama warga tidak sia-sia. Berguna bagi orang lain. Saya nikmati tugas ini,” ungkap Berti.
Kadangkala terlintas dalam benak bila suatu waktu ia menjadi perwira dan beralih fungsi tugas. Niatnya tetap bersama kelompok tani tak akan ditinggalkan Berti.
“Saya akan berusaha manfaatkan waktu luang supaya tetap bersama kelompok tani. Rumah saya diapit lima kelompok tani. Kita bertani,bisa dapat panen, rekreasi dan juga olahraga,“ kenang Berti.
Anggota Kelompok Tanawuan Desa Wairbleler, Aloysius Liro mengpreasiasi kehadiran Bhanbinkamtibmas, Johanis Beatrik Dahklory telah memberi warna bagi semua kelompok tani. Dia membagi pengetahuan pola tanam, jenis tanaman dan pemupukan holtikultura.
Kunjungan ke kelompok rutin dilakukan tiga sampai empat kali dalam sebulan. Menyapa, menyampaikan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan menanam holtikultura dan soal-soal kemasyarakatan.
“Sebelum Pak Berti tugas di Wirbleler, kami biasanya tanam sayur yang sama sawi bunga. Tapi sejak dia ada di sini, dia ajar supaya setiap kelompok tanam jenis sayur yang berbeda, sehingga ada beberapa jenis sayur hasil dari desa ini,” kata Aloysius.
Baca juga: Oknum Polisi Cabuli Korban Pemerkosaan, Komisi III DPR RI; Kegagalan Paling Telanjang Sistim Hukum
Dia juga memahami pemupukan sayur dibagikan kepada kelompok, sehingga hasil panen bagus dan harga jual menguntungkan para petani. Kebutuhan sayur untuk konsumen terpenuhi dengan aneka sayuran.
“Kami sudah nikmati hasil panen dari motivasi dan pengetahuan yang diberikan Pak Berti,” imbuh Aloysius. *




