Bangun 3.068 Unit Rumah: Sikka Butuh Rp 30,6 Miliar Setahun atau Rp 153 Miliar Selama Lima Tahun
MAUMERE, dewadet.com-Cita-cita Pemerintah Kabupaten Sikka membangun 3.068 rumah membutuhkan anggaran Rp 30,680 miliar setahun atau Rp 153,4 miliar selama lima tahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi.
“Saya coba hitung 3.068 rumah serah kunci butuh anggaran Rp 153,4 miliar selama lima tahun atau kita harus siapkan Rp 30,680 setahun,” kata anggota DPRD Sikka, Yosef Nong Soni, Selasa 24 Juni 2025.
Ia mengatakan dalam rancangan awal (Ranwal) RPJMD Sikka 2025-2029 hanya mengalokasikan 3.068 unit rumah dari janji kampanye 20 ribu unit rumah.
Menurut perhitungan, kata Soni, satu unit rumah layak huni serah kunci butuh anggaran sekitar Rp 80 juta. Pertanyaannya uang dri mana ?.
Baca juga: Sembilan Tahun Bertutut Laporan Keuangan Pemkab Sikka Raih WTP
Sementara dalam RPJMD tidak terdapat program unggulan yang bisa berkontribusi terhadap penerimaan daerah. Kebanyakan hanya program konsumtif dan hanya berharap dari dana transfer untuk pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
“Argumentasi yang dibangun nanti dibangun dengan pola gerakan. Siapa yang bergerak? Katanya dari APBD 2, APBD1, APBN, dan CSR,” tanya Soni. “Itu baru rumah. Belum insentif untuk guru honorer, kader posyandu, RT, RW dan lain-lain,” kata Soni lagi.
Soni mengajak bupati dan wakil bupati supaya kreatif mengelola potensi daerah untuk berkontribusi bagi penerimaan daerah yang akan membiayai program kerja.
Sebelumnya diberitakan bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi sulit mewujudkan janji kampanye Pilkada 2024 membangun 20 ribu unit rumah terima kunci. Di dalam rancangan awal (Ranwal) RPJMD Sikka 2025-2029 hanya mengalokasikan 3.068 unit rumah.
Baca Juga: Sulit Dipenuhi Janji Pilkada 20 Ribu Unit Rumah Terima Kunci, RPJMD Sikka Alokasi 3.068 Rumah
Ketua Tim RPJMD Pemkab Sikka, Adrianus Firminus Parera, mengatakan selama lima tahun Pemkab merencanakan membangun 3.068 rumah tidak layak huni dengan kategori miskin ekstrim.
“Kita belum tahu berapa yang rusak berat, sedang, dan ringan. Skemanya diatur Peraturan Bupati,” kata Adrianus Firminus Parera dalam Pansus RPJMD Sikka, Senin 16 Juni 2025 di DPRD Sikka.
Ketua Pansus RPJMD, Yoseph Karmianto Eri mendorong Pemkab Sikka memasukkan 20 ribu rumah terima kunci yang dijanjikan Juventus Prima Yoris Kago pada saat kampanye.
Politisi Partai Nasdem, Yosef Nong Soni menanyakan alasan Pemkab hanya mengusulkan 3.068 rumah terima kunci, tidak konsisten dengan janji kampanye.
Baca juga: Erupsi Dasyat Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bupati Sikka Serukan Warga Jaga Kesehatan
“Waktu kampanye janji 20.000 rumah, ko di Ranwal RPJMD hanya 3.068? Ada apa,” tanya Soni.
Ia menegaskan, 3.068 unit rumah tidak menyentuh harapan masyarakat yang telah memilih Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi. Dia khawatir penerima bantuan adalah orang-orang yang berada di sekeliling Bupati dan Wabup Sikka.
Sony kesal mendengar penjelasan pemerintah memperdengarkan rekamam video kampanye menjanjikan 20.000 rumah.
Ketua Fraksi Partai Nasdem, Alexander Agatho Hasulie, mengatakan siapa yang harus bertanggungjawab perubahan alokasi jumlah rumah ini.
Baca juga: Polres Sikka Bawa Bantuan bagi Anak Stunting dan Warga Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Sebelumnya dalam Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi, Bupati Sikka menjawab pertanyaan tentang program 20.000 rumah terima kunci.
Untuk Rumah Miskin Ekstrim
Menurut Bupati Sikka, pembangunan rumah siap huni merupakan program unggulan untuk menjawabi tujuan RPJMD yakni mewujudkan infrastruktur daerah yang berkelanjutan, tangguh dan mandiri dengan sasaran daerah meningkatnya kualitas dan keterjangkauan aksesibilitas infrastruktur yang merata dan berkelanjutan melalui strategi penataan permukiman dan pengurangan kawasan kumuh inklusif berbasis kolaborasi dan tata ruang.
Sasaran perangkat daerah meningkatnya akses hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan dengan indikator sasaran persentase rumah tangga dengan akses hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan dengan target capaian di tahun 2026 sebesar 76,96 persen dan di tahun 2029 sebesar 78,55 persen.
Baca juga: Kabupaten Sikka Berlakukan 16 Hari Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Sikka sampai dengan tahun 2024 sebanyak 19.627 unit. Berdasarkan pemadanan data dengan data P3KE jumlah rumah tidak layak huni yang berada di Desil I (miskin ekstrim) 3.068 rumah yang terdiri dari 1.118 rumah berada di wilayah pesisir pada 15 kecamatan dan 1.950 rumah berada di pedesaan yang tersebar di 20 kecamatan.
Sebanyak 1.118 rumah di pesisir telah diusulkan melalui APBN sesuai permintaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.*




