BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Berani Melangkah dengan Bersedia Mengasihi yang Kecil
Selasa, 12 Agustus 2025. Hari Biasa Pekan XIX. Kitab Ulangan 31:1-8; Matius 18:1-5.10.12-14.
Oleh: RD. Fidelis Dua
KEBERANIAN sejati lahir dari hati yang teguh dan kasih yang merangkul yang lemah. Keteguhan hati memampukan kita untuk melangkah maju menghadapi tantangan, sementara kerendahan hati membuka jalan bagi kasih sejati agar tumbuh dan berbuah dalam hidup kita.
Sabda Allah hari ini membimbing kita meneladani keberanian Yosua yang diperkuat oleh penyertaan Allah, sekaligus mengingatkan pentingnya merendahkan diri dan menjaga yang kecil dengan ketulusan, sebagaimana ajaran Yesus tentang anak-anak, simbol kerendahan hati dan kasih yang tulus. Dengan hati yang teguh dan kasih penuh perhatian, kita mampu melangkah dalam iman dan mengasihi tanpa memandang status atau kedudukan.
Saudari dan saudara yang terkasih. Panggilan untuk mengasihi dan merangkul yang lemah dengan hati yang teguh menguatkan kita untuk meneladani keberanian Yosua. Dalam Kitab Ulangan, Allah menguatkan Yosua untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian dengan keteguhan hati yang lahir dari keyakinan penuh akan penyertaan Tuhan.
Dalam pergumulan dan tantangan hidup, Allah tidak meninggalkan kita, tetapi mengajak melangkah dengan keberanian yang lahir dari iman yang teguh dan harapan yang tak pudar. Namun, keberanian yang sejati juga menuntut kerendahan hati, sebagaimana Yesus mengingatkan dalam Injil bahwa kita harus menjaga dan mengasihi yang kecil dan rapuh, mereka yang sering dianggap lemah dan tak berdaya, tetapi justru terdekat dengan Kerajaan Allah.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman dalam Tindakan: Menyelami Ketakwaan Sehari-hari
Dengan iman yang berani sekaligus hati yang rendah, kita dipanggil tidak hanya untuk melangkah maju menghadapi tantangan, tetapi juga menjadi pelindung penuh kasih bagi sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan perhatian dan perlindungan kita di tengah dunia yang sering kali keras dan penuh ketidakadilan.
Saudari dan saudara yang terkasih. Keberanian dan keteguhan hati serta kerendahan hati dan kasih kepada yang kecil adalah dua sisi iman yang saling melengkapi; keberanian tanpa kerendahan hati bisa berubah menjadi keras dan egois, sementara kerendahan hati tanpa keberanian berisiko menjadi lemah dan pasif. Iman sejati memadukan keduanya, menguatkan kita untuk menghadapi tantangan hidup dengan kepala tegak sekaligus membuka hati untuk mengasihi dan melindungi mereka yang rentan.
Marilah kita berkomitmen menjadi pelindung dan pembela sesama yang lemah, karena di sanalah kasih Allah bekerja nyata dalam dunia ini. Hidup beriman bukan sekadar perjuangan melawan kesulitan, tetapi juga tentang membiarkan kasih mengalir dari hati yang sederhana dan terbuka, melangkah dengan keberanian yang dilandasi kepercayaan, serta menjadi tangan yang melindungi dan hati yang merawat agar kasih Allah benar-benar hadir melalui setiap tindakan kita.
Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Maria: Bintang Harapan dan Cahaya Kebangkitan
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Keberanian yang sejati selalu berpadu dengan kerendahan hati, membentuk iman yang kuat dan kasih yang tulus kepada sesama.”
“Hidup beriman adalah perjalanan berani melangkah dan hati yang terbuka untuk menjadi pelindung bagi mereka yang rapuh di sekeliling kita.”
Tuhan memberkati kita.





