BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kristus, Jawaban Hati yang Gelisah
Jumat, 01 Mei 2026. Hari Biasa Pekan IV Paskah. Jumat Pertama & Pembukaan Bulan Maria.
Kisah Para Rasul 13:26-33; Yohanes 14:1-6
Oleh: Rd.Fidelis Dua
“BAGAI minum air laut, makin diminum makin haus.” Ungkapan ini menggambarkan dengan jujur realitas hidup kita dewasa ini.
Kedamaian sejati tidak lahir dari banyaknya hal yang kita miliki, tetapi dari kedalaman hati yang berakar pada Tuhan. Namun kenyataannya, kita sering memiliki banyak, tetapi hati tetap gelisah. Kita mengejar berbagai hal, tetapi tidak pernah sungguh merasa cukup.
Ada kegelisahan yang diam-diam menggerogoti batin, karena kita mencari kebahagiaan di tempat yang tidak mampu memberikannya secara utuh. Dalam situasi inilah Yesus datang menenangkan hati yang resah dan memberi damai yang sejati.
Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus menegaskan dengan jelas bahwa kabar keselamatan telah disampaikan kepada kita, dan pusat dari seluruh pewartaan itu adalah Kristus sendiri. Ia adalah penggenapan janji Allah, Sang Putra yang diutus untuk menyelamatkan manusia.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Bukan tentang Siapa Kita, Tetapi Siapa yang Kita Wartakan
Paulus tidak mengarahkan orang pada dirinya, melainkan pada Kristus. Inilah pelajaran penting bagi kita: iman bukan soal banyaknya aktivitas rohani atau pengetahuan, tetapi tentang menjadikan Yesus sebagai pusat hidup.
Ketika Kristus sungguh menjadi pusat, hidup kita menemukan arah, dan hati kita mulai belajar percaya bahwa apa yang diberikan Tuhan sudah cukup.
Dalam Injil, Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu… Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Sabda ini bukan sekadar penghiburan, tetapi juga undangan untuk percaya.
Yesus tidak hanya menunjukkan jalan, tetapi Ia sendiri adalah jalan itu. Ia tidak hanya mengajarkan kebenaran, tetapi Ia adalah kebenaran itu sendiri. Dan Ia tidak hanya memberi hidup, tetapi Ia adalah sumber kehidupan itu. Artinya, kegelisahan tidak akan hilang hanya dengan usaha manusia, tetapi dengan berjalan bersama Kristus.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Gereja yang Terus Dipanggil dalam Terang
Dalam terang pembukaan Bulan Maria, mari kita meneladni Bunda Maria yang hidup dalam iman yang sederhana namun teguh. Ia percaya, meski tidak selalu memahami; ia berserah, meski jalan yang dilalui tidak mudah. Karena itu, hatinya tetap damai.
Saudari dan saudara terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk kembali menata hati dan arah hidup kita. Dari Paulus kita beriman bahwa Kristus adalah pusat keselamatan; dari Yesus kita mengakui bahwa hanya dalam Dia hati kita menemukan damai; dan dari Maria, kita percaya dan berserah.
Marilah kita memasuki Bulan Maria ini dengan hati yang lebih hening, lebih percaya, dan lebih setia. Sebab ketika kita berjalan bersama Kristus, Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup, kegelisahan tidak lagi menguasai kita, melainkan berubah menjadi damai yang menuntun kita kepada Bapa.
Petikan BUSA-H untuk kita:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman yang Teguh, Berani Bersaksi Tanpa Keraguan
”Hati yang terus mengejar dunia tidak akan pernah merasa cukup, tetapi hati yang berakar pada Tuhan akan selalu menemukan kepuasan yang menenangkan jiwa.”
”Kegelisahan bukan tanda bahwa kita kurang memiliki, tetapi tanda bahwa kita belum sungguh bersandar pada Tuhan.”
”Ketika kita berhenti mencari di luar dan mulai berjalan bersama Kristus, di situlah ada kecukupan, damai, dan arah hidup yang sejati.”
Tuhan memberkati kita.#rd.fd@
Editor: Eginius Moa





