BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Membaca Tanda Zaman dengan Mata Iman di Tengah Dunia yang Gaduh
Jumat, 23 Oktober 2026. Hari Biasa Pekan XXIX. Efesus 4:1-6; Lukas 12:54-59.
OLEH: RD.Fidelis Dua
SAUDARA-saudari terkasih, sekarang ini kita hidup di zaman ketika hampir segala sesuatu dapat diketahui hanya melalui layar handphone. Kita bisa memperkirakan cuaca sebelum bepergian, memantau kenaikan harga kebutuhan pokok, bahkan mengetahui peristiwa di belahan dunia lain dalam hitungan detik.
Namun, di tengah banjir informasi, kita justru semakin mudah kehilangan kejernihan dalam menilai kehidupan. Kita begitu cepat percaya pada berita yang belum tentu benar, mudah terpancing oleh komentar di media sosial, bahkan ikut menyebarkan informasi tanpa memikirkan akibatnya.
Teknologi semakin canggih, tetapi kemampuan kita untuk berpikir jernih, mendengarkan suara hati, dan mengambil keputusan yang benar dan tepat justru sering meleset. Sungguh ironis! Kita semakin pintar membaca keadaan dunia, tetapi semakin sulit membedakan mana yang benar, mana yang sekadar ramai dibicarakan, dan mana yang sungguh membawa kebaikan bersama.
Keadaan inilah yang mengingatkan kita pada teguran Yesus dalam Injil hari ini. “Kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar?”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Api Kristus Menghangatkan Hati, Bukan Membakar Persaudaraan
Yesus menegur orang banyak yang pandai membaca tanda-tanda alam, tetapi gagal mengenali kehadiran dan karya keselamatan Allah di tengah mereka. Mereka mampu memperkirakan perubahan cuaca, tetapi tidak menyadari bahwa melalui Yesus, Allah sedang memanggil mereka untuk bertobat dan membarui hidup.
Membaca tanda zaman bukan sekadar mengetahui apa yang sedang terjadi, melainkan memiliki kejernihan iman untuk mengenali kehendak Allah dan keberanian mengambil keputusan yang benar.
Sejalan dengan itu, dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengajak umat untuk hidup rendah hati, lemah lembut, sabar, dan memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera. Sebab kita dipersatukan dalam satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan.
Artinya, di tengah dunia yang semakin ramai dengan informasi, iman mengajak kita untuk tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pendapat, tetapi tetap berpikir jernih, bersikap rendah hati, dan menjaga persatuan meskipun berbeda pandangan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tangan Penuh Berkat, Hati Kosong Kasih!
Karena itu, saudara-saudari terkasih, membaca tanda zaman menuntut kita untuk tidak sekadar mengikuti arus, tetapi berani menentukan sikap berdasarkan nilai-nilai iman.
Ketika menerima berita yang menghebohkan, periksalah kebenarannya sebelum ikut menyebarkan. Ketika media sosial dipenuhi komentar yang saling menyerang, pilihlah kata-kata yang menyejukkan daripada memperkeruh suasana. Ketika kemajuan teknologi menawarkan berbagai kemudahan, manfaatkanlah untuk hal-hal yang membangun kehidupan, bukan sekadar mengejar kesenangan dan popularitas.
Sebab tidak semua yang viral itu benar, tidak semua yang populer itu baik, dan tidak semua yang menguntungkan itu sesuai dengan kehendak Tuhan.
Semoga Roh Kudus menuntun kita menjadi pribadi yang rendah hati dalam menilai, matang dalam mengambil keputusan, dan teguh dalam menjaga persatuan. Sebab hidup rohani yang sejati bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan mampu menemukan suara Tuhan di tengah kebisingan dunia dan berani menjawab panggilan-Nya melalui pilihan hidup yang benar.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kokoh dalam Kristus, Menyala dalam Iman
Petikan BUSA-H #23/10/2026
“Kita semakin pintar membaca keadaan dunia, tetapi sering gagal membaca kehendak Tuhan, sebab kecanggihan teknologi tidak selalu membuat hati semakin bijaksana.”
“Tidak semua yang viral itu benar, tidak semua yang populer itu baik, dan tidak semua yang menguntungkan itu sesuai dengan kehendak Tuhan.”
“Membaca tanda zaman bukan sekadar mengetahui apa yang sedang terjadi, melainkan memiliki kejernihan iman untuk mengenali kehendak Allah dan keberanian memilih jalan yang benar.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Lumbung Penuh, Hati Kosong
“Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh berbagai suara, iman yang dewasa membuat hati tetap jernih untuk mendengarkan Tuhan dan berani mengikuti kehendak-Nya.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd@





