Rabu, 28 Januari 2026. Peringatan Wajib St. Tomas Aquino, Imam, Pujangga Gereja. Kitab Kedua Samuel 7:4-17; Markus 4:1-20.

Oleh: Rd.Fidelis Dua

SAUDARI dan saudara terkasih, St. Tomas Aquino yang kita rayakan mengingatkan kita bahwa iman dan akal budi tidak pernah saling bertentangan, melainkan saling menerangi untuk menuntun hidup kita.

Namun sering kali iman kita berhenti pada rasa dan kebiasaan, tanpa sungguh dipikirkan dan dihidupi, sementara akal budi kita berjalan sendiri tanpa dibimbing oleh iman. Akibatnya, iman menjadi dangkal dan akal budi kehilangan arah.

Padahal, ketika iman diterangi oleh akal budi yang rendah hati dan akal budi dibimbing oleh iman yang hidup, kita mampu mendengar Sabda Tuhan dengan hati yang terbuka dan memahami-Nya dengan pikiran yang jernih.

Karena itu Yesus berkata dengan tegas, “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar,” sebab mendengar Sabda Tuhan berarti membuka hati, memahami dengan pikiran, dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika iman dan akal budi berjalan bersama, Sabda Tuhan tidak hanya terdengar di telinga, tetapi sungguh berbuah dalam kehidupan nyata.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman yang Hidup dalam Kehendak Allah

Sabda yang didengar dengan hati dan dipahami dengan pikiran itulah yang membentuk arah hidup manusia. Dalam bacaan pertama, Allah menegaskan bahwa bukan Daud yang membangun rumah bagi Tuhan, melainkan Tuhanlah yang membangun masa depan bagi Daud.

Kerajaan yang kokoh tidak lahir dari ambisi dan kehendak manusia semata, melainkan dari kesetiaan pada rencana Allah. Daud belajar menundukkan akal budi dan kehendaknya di hadapan kehendak Tuhan, dan justru di situlah iman dan hidupnya diteguhkan.

Hidup yang berakar pada Sabda Tuhan yang sungguh didengar, dipahami, dan ditaati akan bertahan melampaui waktu, sedangkan hidup yang hanya dibangun atas kepandaian dan kehendak sendiri tanpa iman mudah goyah ketika menghadapi ujian.

Injil menghadirkan Yesus sebagai penabur yang murah hati. Benih Sabda ditaburkan ke segala tempat tanpa pilih kasih, namun buahnya sangat bergantung pada tanah yang menerimanya.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Diutus Tanpa Bekal, Bersaksi dengan Keberanian

Ada tanah keras yang mendengar Sabda, tetapi tidak membiarkannya masuk dan berakar. Ada tanah berbatu yang menerima dengan antusias, tetapi mudah menyerah ketika kesulitan dan tantangan datang. Ada pula tanah penuh semak, yakni hati yang membiarkan kekhawatiran hidup, kesibukan, dan keinginan duniawi mencekik pertumbuhan iman.

Namun ada juga tanah subur, yaitu hati yang mau mendengar dengan sungguh, memahami dengan akal budi yang jernih, dan setia menghidupi Sabda dalam keseharian. Kadang kita ingin menjadi penabur yang berhasil, namun lupa menyiapkan tanah hati yang siap diolah agar iman dan akal budi sungguh bekerja bersama menumbuhkan buah yang baik.

Saudari dan saudara terkasih, benih Sabda bertumbuh bukan karena kehebatan penabur, melainkan karena hati yang mau dibentuk oleh Tuhan. Kebenaran inilah yang dihidupi oleh St. Tomas Aquino. Ia merenungkan Sabda dalam keheningan iman yang teguh, mengolahnya dengan akal budi yang rendah hati, lalu membagikan kebenaran itu sebagai cahaya bagi sesama.

Semboyannya Contemplata aliis tradere mengingatkan kita bahwa iman yang direnungkan dengan sungguh dan dipahami dengan jernih tidak boleh disimpan bagi diri sendiri. Bagi St. Tomas, kebenaran yang tidak dihidupi dan dibagikan adalah kebenaran yang belum selesai.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Terang Telah Terbit, Mengapa Kita Masih Terpecah

Maka marilah kita belajar untuk berdoa dengan iman, memahami dengan akal budi, dan menghidupi Sabda Tuhan dalam kasih, agar hidup kita sendiri menjadi berkat dan penaburan harapan bagi banyak orang.

Petikan Butiran Sabda hari ini:

”Iman sejati lahir ketika akal budi tunduk pada Sabda dan hati setia menumbuhkannya dalam kehidupan.”

”Sabda yang hanya didengar, tetapi tidak dipahami akan layu, dan yang dipahami tetapi tidak dihidupi akan mati.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan