Empat Inovasi Literasi Dinas Perpustakaan Sikka Diluncurkan di Hardiknas
MAUMERE,dewadet.com-Mewujudkan komitmen membangun sumber daya manusia yang cerdas, kritis dan berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Sikka meluncurkan empat program strategis literasi dan pendidikan.
Kempat inovasi yakni Gong Literasi, Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar dan Jemput Buku, serta Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka bertepatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman SMPN 1 Alok, Sabtu, 2 Mei 2026
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sikka, Veri Awales, menjelaskan, Gong Literasi merupakan gerakan bersama yang menempatkan budaya membaca sebagai fondasi utama membentuk generasi berkarakter.
“Murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) didorong untuk membiasakan diri membaca selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai dan 30 menit setelah kegiatan belajar selesai. Kebiasaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap buku serta memperkuat kemampuan literasi dan sains sejak usia dini,” kata Veri Awales.
Baca juga:Rp 14 Miliar Revitalisasi Sarpras dan Pembelajaran Digital di Sikka Rampung Dikerjakan
Dijelaskannya, inovasi Wisata Literasi dan Sains dengan konsep Paket Wisata Literasi memberikan pengalaman belajar langsung bagi para pelajar melalui kunjungan ke berbagai pusat pengetahuan dan institusi, seperti Gramedia Maumere, Kantor Bupati Sikka, Kantor DPRD Kabupaten Sikka, instansi vertikal, instansi pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, Credit Union, koperasi, UMKM, serta berbagai lembaga lainnya sesuai kebutuhan pembelajaran.
Menurut Veri Awales, kegiatan ini diperkaya dengan program inspiratif seperti “Aku Menjadi Bupati 1 Jam” dan “Aku Menjadi Pimpinan DPRD 1 Jam”, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung tentang kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, serta pentingnya tanggung jawab dalam melayani masyarakat.
Inovasi Gerakan Antar dan Jemput Buku (GRAB) dengan slogan “Buku Dijemput, Ilmu Diantar ke Rumah.” Program ini merupakan solusi layanan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka untuk mengantar buku perpustakaan kepada pembaca sekaligus menjemput kembali buku yang telah dipinjam.
“GRAB difokuskan bagi kelompok rentan seperti Lansia termasuk penghuni Panti Jompo Paduwau Waipare, penyandang disabilitas, pasien di rumah maupun rumah sakit beserta keluarga yang menjaga, warga di Rumah Tahanan Maumere, serta masyarakat yang membutuhkan layanan antar jemput buku,” jelas Veri Awales.
Baca juga:Bupati Sikka Luncurkan Gerakan 30 Menit Membaca dan Wisata Literasi–Sains
Dalam memperluas akses literasi, layanan Perpustakaan Keliling juga terus diperkuat dengan tagline “Menjangkau yang Tidak Terjangkau Hingga Menembus Batas,” dengan menjangkau sekolah-sekolah, desa-desa, komunitas, serta wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perpustakaan.
Sejalan dengan transformasi digital, diluncurkan pula Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka sebagai jembatan pengetahuan yang menghubungkan data, informasi, dan literasi bagi seluruh masyarakat. Platform ini tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga ruang belajar terbuka yang mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya literasi serta sains.
Pengembangan website ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero Maumere serta mahasiswa magang Teknik Informatika UNIPA Maumere. Sinergi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah mampu menghadirkan solusi digital yang inklusif, inovatif, dan berdampak luas.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago SH, menegaskan keempat program ini merupakan langkah konkret membangun ekosistem literasi yang kuat dan merata di daerah.
Baca juga:Alumni IPDN Jabat Camat, Bupati Sikka: Tak Ada Sekat, Dendam dan Cawe-Cawe
Menurutnya, literasi menjadi kunci kemajuan karena mampu membentuk pola pikir masyarakat yang kritis dan inovatif. Melalui berbagai inovasi ini, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai rumah bersama—tempat bertumbuhnya gagasan, berkembangnya inovasi, dan sumber inspirasi bagi generasi masa depan. Bersama, Kabupaten Sikka terus melangkah menuju masyarakat yang semakin literat dan berdaya saing.
Perayaan Hardiknas dihadiri Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi,S.Fil, anggota Forkopimda Kabupaten Sikka.
Perayaan Hardiknas dihadiri ratusan peserta didik PAUD, SD, dan SMP, para guru, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi, Danlanal Maumere, dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Awales Syukur.*
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa


