Cerita Petani Magepanda Merintis Tanam Bawang Merah Ditentang Istri Tapi Nekat Tanam
MAUMERE,dewadet.com-Budidaya tanaman Bawang Merah memasuki tahun kedua digeluti oleh segelintir petani padi sawah di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menanam padi diwariskan turun-temurun dilakoni para petani di kawasan persawahan Magepanda berlokasi 26 Km arah utara Kota Maumere. Lokasi ini dianggap menjadi ‘lumbung’ bagi sebagian warga Kabupaten Sikka.
Berjalannya waktu dan paling utama perubahan iklim yang sangat ekstrim berdampak langsung kepada petani, maka alternatif tanaman harus dipilih. Sebab, tidak semua lahan sawah bisa ditanami padi dua kali setahun. Salah satunya sebabnya, pasokan air dan biaya tinggi untuk bahan bakar minyak menghidupkan mesin menyedot air tanah.
Tak keliru ketika segelintir petani mulai beralih menanam Bawang Merah di musim kedua tanaman padi. Meski mengalihkan pilihan para petani menekuni penanaman Bawang Merah juga bukan hal mudah.
Baca juga:Beralih Tanam Bawang, Petani di Magepanda Punya Tabungan
Keadaan itu terasa makin berat dengan cerita negatif dari mulut ke kemulut yang menyatakan tanam Bawang Merah butuh biaya besar, kerja lebih rumit dan resiko gagal lebih besar.
Adalah Vinsensius Woda. Petani asal Desa Reroroja di Kecamatan Magepanda menyepelekan anggapan yang bikin kebanyakan petani enggan memulainya. Ironisnya, pada waktu yang bersamaan, serbuan petani luar NTT utamanya dari Bima, Sumbawa dan Sulawesi mengontrak lahan warga di sisi Jalan Trans Utara Flores Maumere-Magepanda ditanami Bawang Merah lumayan massif.
Memulai menanam Bawang Merah pada 2025 tak semulus dilewati Vinsen. Sang istri menentang menanam Bawang Merah. Ia khawatir gagal,
Vinsen melawan nurani istrinya. Benih 100 gram yang dibagikan Panamera dalam kesempatan ibadah dan ditambah lagi 20 gram disemaikan sekitar sebulan di dalam rumah semai bantuan Program CSR Desa Sejahtera Astra (DSA). Selanjutnya, benih tersebut ditanam pada lahan ukuran 20 x 25 meter persegi atau sekitar setengah dari luas lahan sawah miliknya.
Baca juga:PT Astra Rehab Pustu Desa Tebuk Jadikan Pustu ILP dan Biayai Ketrampilan Kader Posyandu
“Sekian lama, dari tahun ke tahun kami hanya tanam Padi. Hasilnya tidak selalu mencukupi kebutuhan. Ketika ada tawaran budidaya Bawang Merah, saya berani saja ambil peluang alternatif ini,” ujar Vinsen.
Ia menanam dan mengikuti pola perawatan yang disarankan oleh pendamping Panamera, Aloysius Ade. Kerja kerasnya tidak sia-sia. Tanaman Bawang Merah tumbuh subur dan sehat.
Dari benih 120 gram, Vinsen panen 605 Kg Bawang Merah. Sebanyak 474 Kg dijual bervariasi antara Rp 25.000-Rp 30.000 perKg di Pasar Alok memberinya pendapatan Rp 15 juta.
“Biaya produksi, pupuk, solar dan pestisida tidak sampai satu juta rupiah. Jika dibandingkan dengan Padi, seluruh lahan sawah saya itu biasanya hanya menghasilkan tujuh karung,” katanya.
Baca juga:Semangat Mama-Mama Kader Posyandu Desa Bloro Bikin Takjub Utusan PT Astra
Di tahun kedua 2026 budidaya Bawang Merah, Vinsen menaikkan jumlah bibit 350 gram ditanam pada lahan 40 x 30 meter. Tanaman Bawang Merah saat ini mulai panen diestimasimasi sekitar 1 ton lebih.
“Kelebihan Bawang Merah biji Panamera tahan penyakit dan harga benihnya jauh lebih murah. Umbinya besar-besat,” katanya.
Vinsen menuturkan, sang istri yang awalnya khawatir budidaya Bawang Merah gagal, balik arah mendukungnya menanam Bawang Merah.
Sukses diraih oleh Vinsen akhirnya merambah kepada petani lain dari berbagai kampung di Kecamatan Magepanda untuk menggeluti penanaman Bawang Merah.
Baca juga:Posyandu Desa Bloro Bikin Bangga Kabupaten Sikka, Raih Predikat Terbaik PT Astra
“Setelah melihat hasilnya, istri saya bilang tanam lebih banyak lagi. Kakak adik dan keluarga yang lain juga sekarang sangat antusias mendukung,” Vinsensius tersenyum.
Fasilitator CSR Desa Sejahtera Astra (DSA), Yovany Francis Yuki mengatakan butuh waktu mengubah sikap dan pemahaman para petani yang telah sekian lama menekuni tanaman padi beralih menanam Bawang Merah.
Menurutnya membuat kebun contoh, dukungan usaha, dan keberhasilan petani perintis yang sukses menanam Bawang Merah akan menarik lebih banyak petani menekuni tanaman Baawang Merah.
“PT Astra melalui program DSA siap mendukung setiap usaha petani Bawang Merah di Magepanda,” kata Vonny Francis. *





