Semangat Mama-Mama Kader Posyandu Desa Bloro Bikin Takjub Utusan PT Astra
MAUMERE,dewadet.com-Matahari Selasa sore pukul 17.00 Wita, 13 Oktober 2026 di ruas jalan Desa Bloro menuju ke Desa Riit, Kecamaatan Nita, Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari arah pertigaan Jalan Trans Flores Maumere-Ende, menuju Desa Bloro dan seterusnya ke Kampung Wukak ke Riit. Jalan aspal tampak mulus, di pinggir kiri dan kanan dicor beton. Rumah-rumah warga tempak asri meski musim panas. Di halaman rumah tumbuh pepohonan. Tanaman Mangga, Kelapa, Kakao dan beberapa jenis tanaman perdagangan lain.
Tak berlebihan memang, Desa Bloro bisa dapat predikat salah satu desa tertata rapih, bersih di Sikka. Bloro bukan hanya terkenal dengan sumber bibit Kelapa Dalam terkenal di seantero Indonesia, juga unggul tanaman Kakao dengan produk olahan Bromaco dan diminati pembeli luar negeri.
Di sana sekumpulan kecil kaum mama telah usia lanjut dan beberapa diantaranya perempuan lain yang rata-rata kepala lima berkumpul di halaman depan Kantor Desa Bloro. Letaknya di sisi jalan aspal desa itu.
Baca juga:Posyandu Desa Bloro Bikin Bangga Kabupaten Sikka, Raih Predikat Terbaik PT Astra
Kaum perempuan mengenakan pakaian sangat rapih. Sarung tenun ikat Sikka (Utan Mintan), dan Labu (baju) yang tampak baru. Rambut di-legen (konde) rapih, bedak tipis di wajah. Masih cantik, meski kulit wajah mulai keriput tak bisa disembunyikan.
Di tangan mereka memegang sehelai kain dan Ikun, kayu dibentuk menyerupai parang mainan dan di ujung gagangnya diikat buluh ekor Kuda.
Diantara kaum perempuan itu, ada pula seorang pria berprofesi Aparatur Sipil Negera mengenakan sarung tentun Sikka (Lipa Prenggi) dipandu kemeja putih lengan penjang dan ikat kepala. Pada kaki kiri dan kanan dan diikat giring-giring (Reng), sehingga ketika melangkah terdengar giring-giring.
Sore itu mereka menanti kedatangan tamu dari PT Astra (Tbk) Jakarta. Mereka hadir menyampaikan apresiasi kepada kader Poyandu Desa Bloro meraih Kompetisi Posyandu Predikat Terbaik Indonesia.
Baca juga:Owner Perusahaan Kuliner Asal Cina Temui Petani Kakao di Desa Bloro dan Petani Pala di Desa Rubit
Selepas 15 menit dari pukul 1700 WITA, sebuah mobil Toyota Inova warna hitam berhenti di depan ruas jalan Kantor Desa Bloro. Konsultan Pilar Kesehatan PT Astra (Tbk), dr. Dani Ferdian, ditemani seorang perempuan ahli kesehatan masyarakat, Arida turun dari mobil ditemani Kepala Puskesmas Nita, Maria Rosita.
Gong Waning ditabuh. Para wanita yang Lansia ditemani seorang pria menari Hegong lenggak-lenggok menyambut kedatangan tamunya dari sisi jalan membawa masuk ke halaman kantor desa tersebut. Selepas itu, kedua tamu direcikan air kelapa muda ke wajah mereka atau Huler Wair. Tradisi masyarakat Sikka yang telah turun temurun dalam menerima tamu baru tiba.
Dr. Dani Ferdian mengaku tak menyangka akan menerima sambutan tersebut. Sambutan ini menjadi pengalaman pertama semenjak bergabung menjadi Konsultan Kesehatan PT Astra sejak tahun 2015. Selama ini, seremoni penyambutan biasanya pada saat peresmian fasilitas yang didanai PT Astra.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan yang luar biasa ini. Jujur saja, agenda hari pertama kunjungan kami ke beberapaDesa Sejahtera Astra (DSA) di Indonesia biasanya bersifat informal. Hanya untuk meninjau lokasi dan berdiskusi santai,” ujar dr. Dani dihadapan kader Posyandu dan Kepala Desa Bloro, Daniel Moan Desa.
Baca juga:Kakao Bloro Dibeli Pengusaha Makanan Australia
“Namun, persiapan yang ditunjukkan oleh kaum bapak, dan ibu di Desa Tebuk (sebelum menuju ke Desa Bloro) sungguh di luar ekspektasi kami,” ia memuji.
Ia mengatakan kehadiran Ibu-Ibu yang tampil anggun dengan balutan kain tenun khas yang indah, antusiasme yang tetap terjaga hingga sore hari membuat kunjungan awal ini terasa seperti sebuah acara peresmian yang sangat formal dan megah.
Ia menyampaikan permohonan maaf telat datang ke Bloro. “Perjalanan kami dimulai pukul 05.00 WIB dari Jakarta, kemudian transit di Makassar selama lebih dari dua jam. Baru mendarat di Maumere sekitar pukul 15.00 WITA. “
“Kami langsung menuju Desa Tebuk terlebih dahulu sebelum tiba di Desa Bloro ini. Sebenarnya, kami berencana tiba sejak kemarin (Senin), namun keterbatasan jadwal penerbangan.Kami berterima kasih atas kesabaran Bapak dan Ibu yang telah setia menunggu kami,” kata dr.Dani.
Baca juga:Dari Kakao Bloro, Bromoco Tampil Lagi di Pameran Dagang Indonesia
Sebelumnya diberikan pengabdian tak kenal menyerah yang dilakukan kaum perempuan kader Posyandu di Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka mengantar Posyandu tersebut mendapat predikat tiga Posyandu Terbaik Indonesia dari PT Astra (Tbk).
Dua Posyandu lainya yakni Posyandu Mawar 4 Desa di Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, dan Posyandu Suplir 1 Desa Napa di Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.
Konsultan Pilar Kesehatan PT Astra, dr.Dani Ferdian, MKM, Sp.KKL,SubspCOPC, hadir bersama Arida, ahli kesehatan masyarakat selaku ketua tim kompetisi Posyandu Desa Sejahtera Astra menyampaikan penghargaan secara langsung kepada Kepala Desa Bloro, dan kader Posyandu dan Kepala Puskesmas Nita, Selasa petang,13 Oktober 2026 di Bloro, 14 Km arah barat Kota Maumere. *





